(Minghui.org) Rapat umum diadakan di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Washington D.C. pada tanggal 4 Agustus 2017, untuk memprotes kematian Yang Yuyong, yang telah dipenjara dan disiksa karena keyakinannya pada Falun Gong. Para pengunjuk rasa juga menyerukan pembebasan istri Yang dan orang tercinta mereka yang ditahan di Tiongkok karena berlatih Falun Gong.

Rapat Umum di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Washinton D.C.

Yang Yuyong, seorang praktisi asal Distrik Wuqing di Kota Tianjin, Tiongkok, meninggal dunia pada tanggal 11 Juli di Pusat Penahanan Wuqing. Bukti mengungkapkan bahwa dia telah menderita penyiksaan fisik berat sebelum kematiannya. Keluarganya melihat luka besar dan lebam di tubuhnya di rumah sakit. Mata dan telinganya terdapat darah, dan luka besar di telinganya. Jari-jari kakinya tertusuk benda tajam.

Pihak berwajib Tianjin mengirim sekelompok polisi dengan 14 mobil polisi, untuk membawa jasadnya pergi.

Istri Yang, Meng Xianzhen, telah dipenjara di pusat penahanan sejak ditangkap pada tanggal 7 Desember 2016.

Yu Jing, seorang teman dari Yang, memberikan pidato di rapat umum

“Saya terkejut saat mendengar berita ini,” kata Yu Jing, yang telah berkenalan dengan Yang sebelum pindah ke Amerika Serikat. “Orang yang begitu baik, dengan kesehatan yang sangat baik, kehilangan nyawanya begitu cepat dan begitu brutal. Sungguh sulit untuk diterima.”

Dalam pidatonya di rapat umum, dia menggambarkan Yang sebagai “seorang yang baik dan bertanggung jawab, selalu senang membantu orang lain. Dia sangat disukai di lingkungannya.”

Xu Runtao berkata di rapat umum bahwa kematian Yang meningkatkan rasa takutnya pada ibunya yang kini ditahan di kota yang sama karena keyakinannya pada Falun Gong. Ibunya, Wang Sirong, telah ditahan sejak bulan Februari 2017.

Xu Runtao menyerukan pembebasan ibunya Wang Sirong dan praktisi lainnya yang dipenjara di Tiongkok