(Minghui.org) Para praktisi Falun Gong menggelar berbagai kegiatan hari informasi (infotag) di luar Frankfurt Book Fair pada tanggal 10 dan 14 Oktober. Para pengunjung datang ke pameran ini mendapat kesempatan untuk belajar tentang Falun Gong dan penganiayaan oleh rezim komunis di Tiongkok. Banyak yang menanda-tangani petisi yang menyerukan agar penganiayaan ini diakhiri.

Frankfurt Book Fair tahun Ini (Frankfurter Buchmese) menarik lebih dari 7.500 partisipan pameran dari 109 negara dan lebih dari 280.000 pengunjung, ini menurut situs web resminya. Banyak penerbit, penulis, reporter, dan blogger yang menghadiri acara ini.

Para pengunjung pameran buku berhenti di meja Falun Gong untuk mencari tahu lebih banyak.

Seorang pejalan kaki menanda-tangani petisi untuk meminta penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok diakhiri.

Seorang praktisi Falun Gong berbicara dengan para pejalan kaki.

Reporter: “ Kalian Melakukan Hal Yang Tepat”

Pfitscher, seorang reporter dari European News Agency, berhenti di meja Falun Gong pada tanggal 13 Oktober. Dia berkata bahwa dia tahu sejumlah informasi mengenai Falun Gong dan ingin belajar lebih banyak.

Seorang praktisi Falun Gong menginformasikannya bahwa penganiayaan berasal dari rasa takut Partai Komunis bahwa orang yang berlatih Sejati-Baik-Sabar akan sulit dikontrol oleh partai untuk mempertahankan kekuasaannya. Mantan pemimpin PKT Jiang Zemin lalu melancarkan penganiayaan 19 tahun lalu.

Pfitscher berkata makin banyak orang di seluruh dunia yang mulai melihat wajah asli PKT. Praktisi itu memberikannya sebuah buku bahasa Jerman, Sembilan Komentar terhadap Partai Komunis dan berkata, “Buku ini bisa membantu kamu lebih memahami betapa jahatnya PKT itu.” Dia lalu memperlihatkan buku How the Specter of Communisme is Ruling Our World, yang ditulis oleh tim editorial yang sama. Menurut buku ini, komunisme adalah sebuah ajaran sesat yang berasal dari Setan dan menentang kepercayaan pada Tuhan dengan satu tujuan yaitu menghancurkan moralitas umat manusia.

Pfitscher mengindikasikan bahwa dia sangat tertarik untuk belajar lebih banyak. Dia meninggalkan kartu namanya dan berkata dia akan senang melaporkan lebih banyak berita mengenai Falun Gong untuk menginformasikan kepada masyarakat.

Dia menandatangani petisi ini untuk mengakhiri penganiayaan di Tiongkok dan berkata, “Kalian melakukan hal yang tepat. Saya harus membantu sebisa mungkin.”

Para Mahasiswa: Pemerintah Seperti itu Sangat Brutal

Jasmine dan Samia adalah para mahasiswa asal Darmstadt dekat Frankfurt. Mereka menerima sebuah brosur dari seorang praktisi saat keluar dari aula konferensi. Mereka terkejut mendengar mengenai penganiayaan di Tiongkok, khususnya pembunuhan terhadap para praktisi Falun Gong demi memperoleh organ-organ mereka.

“Ini benar-benar tidak bisa dibayangkan. Kejahatan membunuh para praktisi untuk organ masih terjadi hari ini,” kata praktisi itu. Dia memberitahu Jasmine dan Samia mengenai resolusi Parlemen Eropa pada tahun 2012 yang mengecam keras pengambilan organ secara paksa terhadap para praktisi Falun Gong dan para tahanan tidak bersalah lainnya.

Kedua orang mahasiswa menanda-tangani petisi dan memberikan komentar, “Ini terlalu brutal! Partai Komunis Tiongkok menentang kemanusiaan.” Ini sungguh tidak dapat diterima -- sebuah pemerintah membunuh orang dan mengambil organ orang lain yang berlawanan dengan keinginan mereka.”

Jasmine (kiri) dan Samia (kanan) menanda-tangani petisi untuk meminta agar penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok ini diakhiri.

Hadirin Pameran: “Saya juga Ingin Belajar Falun Gong”

Jessica Fregin berhenti di meja Falun Gong, membaca sebuah brosur, dan menanda-tangani petisi.

Praktisi Ly memberitahunya manfaat penyembuhan dari latihan Falun Gong dan banyak praktisi sembuh secara penuh dari penyakit mematikan dengan mematut diri dengan kriteria seorang kulitvator dan melakukan latihan gerakan Falun Gong.

Jessica Freign (wanita di kursi roda) membaca materi-materi Falun Gong.

Ly memperkenalkan buku Zhuan Falun versi bahasa Jerman kepadanya, “Ini adalah buku yang membantu orang-orang memahami arti kehidupan, bagaimana untuk menjadi orang baik, bagaimana untuk bisa menjadi sehat.” Jessica meminta nomor yang bisa dihubungi untuk tempat latihan kelompok di Frankfurt dan berkata, “Saya juga ingin berlatih Falun Gong.”

Ly sering bertanya pada pejalan kaki, “Apakah kalian pernah menemukan buku paling berharga di zaman sekarang?” Banyak orang akan menggelengkan kepala mereka. Ly lalu berkata, “Saya memiliki sebuah buku bagus. Mohon izinkan saya memperkenalkannya kepada kalian.” Dia lalu berbagi informasi alamat situsweb Falun Gong dan buku Zhuan Falun versi bahasa Jerman.

Partisipan Asal Tiongkok Mundur dari PKT

Praktisi Falun Gong Chen

Seorang peserta pameran asal Provinsi Shandong telah tinggal di Inggris Raya selama bertahun-tahun. Dia telah bergabung dengan Liga Pemuda, organisasi PKT untuk para siswa kelas menengah. Setelah mempelajari kejahatan PKT dalam penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar di Tiongkok, dia melepaskan keanggotaannya di organisasi PKT.

Menurut Chen, banyak peserta pameran asal Tiongkok yang berselancar di situsweb luar negeri dan maka dari itu tahu sejumlah informasi yang disensor, termasuk penganiayaan terhadap Falun Gong. Tetapi, dia temukan bahwa mereka selalu tidak tahu alasan dari penganiayaan dan pentingnya mengundurkan diri dari PKT.

Chen sering memberitahu mereka mengenai kejahatan yang dilakukan oleh PKT bahwa ini hanya masalah waktu saja sebelum Partai Komunis diadili. Dia menjelaskannya, karena para anggota dari PKT telah bersumpah untuk memberikan nyawa mereka kepada Partai saat mereka bergabung, mereka harus memutus hubungan mereka agar bisa menghindari takdir yang sama dengan PKT.