Pengalaman Praktisi

“Guru Mengatakan”

(Minghui.org) Ketika saya membaca artikel seorang rekan praktisi yang mengambil tema bagaimana menjadi seorang praktisi, hal itu mengingatkan saya bahwa para praktisi di luar Tiongkok sering mengatakan kepada satu sama lain: “Beginilah yang Guru ingin kita lakukan.” Sepertinya mereka menggunakan alasan ini sebagai cara untuk meyakinkan orang lain. Hasilnya adalah untuk sebagian praktisi, konflik dalam pertanyaan itu mereda secara permukaan. Jika sebagian praktisi tidak setuju dengan alasan itu, mereka akan berusaha mencari kesempatan untuk bertanya pada Guru. Karena itu akan muncul kondisi lain yang disebut orang, “Maksud Guru begini dan begini, jadi kalian harus melakukan seperti yang saya katakan.” Biasanya ketika para praktisi dari Tiongkok daratan bertemu masalah dan tidak tahu mengapa, mereka juga terus bertanya apakah hal ini masalah yang disebutkan Guru sebelumnya. Sebenarnya, mereka mengharapkan jawaban itu adalah “Hal itu bukan yang dikatakan Guru.” Karena itu hal ini adalah masalah penting tentang bagaimana kita belajar menjadi praktisi. 
Guru sudah mengajarkan hukum alam semesta, dan apa pun yang harus kita ketahui ada tertulis di “Zhuan Falun.” Tetapi, ada beberapa bagian dari buku yang harus kita mengerti dan masih belum kita mengerti, atau ada beberapa masalah umum yang muncul mengenai hal-hal tersebut. Guru juga mengeluarkan artikel untuk menunjukkannya kepada kita dan untuk memperbaiki kesalahan kita dan Beliau mengajar kita untuk “menjadikan Fa sebagai guru” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Internasional di New York tahun 2004”), selalu mempertahankan hati yang tenang ketika bertemu segala hal dan selalu punya kebiasaan mencari ke dalam diri, berdiri teguh dalam “Fa” untuk berkultivasi. Karena itu prinsip Fa akan muncul di hadapan kita. Ini adalah yang sudah dijelaskan Guru kepada kita sebagai cara untuk meningkat dalam Xiulian (kultivasi).

Setiap praktisi akan bertemu ratusan atau ribuan masalah serta konflik. Masalah itu membentuk sebuah kondisi yang memberikan kita kesempatan untuk memahami Fa lebih baik dan untuk mengikis keterikatan hati kita. Jika kita mendorong masalah kepada Guru, itu artinya kita menolak untuk mengkultivasikan diri sendiri, dan kita juga mencari keluar, jadi dalam hal ini kita tidak bisa meningkat di dalam konflik itu.

Seringkali ketika kita bertemu masalah, sebagian dari reaksi praktisi adalah: “Guru tidak pernah menyebutkan ini sebelumnya. Pergilah tanya Guru, coba dengar apa yang Beliau katakan.” Tetapi tidak lama kemudian, karena tidak dapat menemukan jalan untuk bertanya pada Guru secara langsung dan tidak ada pilihan lain, kita menenangkan diri dan belajar Fa. Akhirnya kita menemukan bahwa Guru sudah mengatakan semuanya di dalam buku, tapi Guru tidak menggunakan contoh dalam situasi persis kita. Prinsip di dalam Fa adalah prinsip umum. Karena itu apa pun yang terjadi, kita harus mengikuti prinsip umum, kriteria Fa. Karena Guru mengajarkan kita prinsip, maka kita harus berusaha dengan baik untuk memahaminya dan belajar bagaimana menerapkannya. Ketika orang di masa lampau belajar, mereka biasanya menekankan untuk menarik kesimpulan tentang kasus-kasus lain dari satu kejadian. Sekarang kita belajar Dafa, jika kita tidak bisa seperti itu, hal ini bisa diartikan kita masih belum mengerti prinsip Fa. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus menenangkan diri dan meneguhkan diri kita sendiri dalam belajar Fa dengan baik daripada kita tetap memegang teguh tingkat pemahaman yang sebelumnya, atau mengikuti pikiran kita yang dahulu dan melakukan hal yang sia sia. Semakin anda gali, anda akan semakin bingung, dan akhirnya hal itu akan membentuk suatu keterikatan hati.

Mengenai masalah lain yang tidak pernah dipublikasikan Guru di dalam artikel tapi dibicarakan oleh para praktisi dan didiskusikan oleh redaksi situs Minghui/Clearwisdom, kita perlu memikirkan masalah ini berdasarkan Fa. Bagaimana jika masalah itu terlalu rendah dan bukan hal yang ingin dibicarakan Guru ketika Beliau meluruskan alam semesta dan mengajar Dafa? Bagaimanapun, hal-hal itu adalah hal-hal sangat mendasar yang harus disikapi oleh praktisi Dafa dengan lurus,  sementara menjadi orang yang mulia dan baik di tengah manusia biasa.

Jika kita hanya mempertimbangkan masalah dari sudut pandang kita, lalu kita akan berpikir hal seperti, “Guru harus membicarakan tentang masalah ini,” dan “mengapa Guru tidak membicarakan masalah itu? Karena Guru tidak membicarakan tentang hal itu, saya tidak tahu bagaimana harus menghadapinya, jadi saya tetap berpegang teguh dengan pendapat saya.” Atau kita berpikir bahwa perkataan Guru pasti punya arti begini atau begitu. Atau kita berpikir bahwa Guru sudah membicarakan masalah ini sebelumnya, tapi sekarang situasinya sudah berubah; karena itu, apa yang Guru katakan tidak bisa digunakan untuk kasus ini, sehingga saya tetap berpegang teguh dengan pendapat saya dan cara saya melakukan sesuatu. Jika anda punya masalah seperti ini, artinya anda terpengaruh dengan ilmu pengetahuan modern dan atheisme Partai Komunis Tiongkok dan tidak tahu bagaimana menjadi praktisi. Anda sebenarnya tidak tahu apakah tugas seorang praktisi. Banyak masalah dan halangan itu menjadi sulit untuk kita lalui, dan tentu saja, peningkatan kita akan terhalang. Hal ini pastilah masalah serius dan perlu kita resapi. Kita tidak bisa mengandaikan bahwa kita tidak terpolusi oleh atheisme dan kebudayaan PKT.

Ini adalah sedikit pemikiran saya, dan saya menuliskannya untuk berbagi dengan semua orang. Kita semua punya jalur kultivasi kita sendiri; dan setiap praktisi juga berjalan di jalur masing-masing, tapi tidak masalah apa jalur kita, belajar untuk sungguh-sungguh berkultivasi Fa, berdiri teguh di dalam Fa, dan memahaminya adalah hal-hal yang mendasar dan paling penting. Semoga kita semua akan menjadi lebih lurus dan kokoh dalam menempuh perjalanan tahap terakhir.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2007/3/14/150675.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/4/7/84316.html