Tanggal 15 Juli 2003, Li Junxia pulang ke kampung halamannya di Provinsi Henan untuk berkunjung dan mengklarifikasi fakta dan ditangkap oleh polisi setempat. Ia ditahan di Pusat Penahanan Pertama di Kota Wuhan. Sebulan kemudian dia dipindahkan ke Pusat Pencucian Otak Chenjiaji di Distrik Jiang’an. Kali ini dia menyerah, para penjaga dari pusat pencucian otak terus berusaha memaksanya untuk berpartisipasi pencucian otak dengan bekerja untuk “merubah” praktisi lain yang ditahan. Li Junxia menolak permintaan para pelaku kejahatan dan dipaksa untuk menjual rumahnya serta menghindari penindasan lebih lanjut.

(Minghui.org) Li Junxia, 42 tahun, tinggal di Perumahan Keluarga Pabrik Peralatan Kota Wuhan yang terletak di Jalan Lumo, Zone Pengembangan Teknologi Tinggi, Distrik Donghu, Kota Wuhan. Ia dulu bekerja sebagai seorang akuntan di Bank Industri dan Perdagangan Kota Wuhan Cabang Dijiao. Ia menderita sakit kronis sampai 1994, ketika dia diperkenalkan Falun Dafa dan sembuh segera setelah itu. Sifat buruknya hilang dan semua rekan-rekan kerja melihat peningkatan kesehatan dan karakternya setelah berlatih Falun Dafa.

Pada 20 Juli 1999, Partai Komunis China (PKC) mulai menindas Falun Dafa. Personil dari Divisi Pertama Departemen Kepolisian Kota Wuhan menahan Li Junxia di sanatorium departemen kepolisian karena menolak melepaskan Falun Dafa. Ia dilepaskan pada 17 Januari 2000, tetapi otoritas departemen kepolisian masih mengancamnya dengan mengatakan, “Jika Anda tidak melepaskan Falun Dafa, orang-orang yang berhubungan dengan Anda akan dilibatkan. Tidak seorangpun rekan-rekan kerja Anda akan memperoleh bonus tahunan mereka.” Mereka juga memaksanya keluar dari pekerjaan. Demi keselamatan rekan-rekan kerjanya, Li Junxia mengundurkan diri.

Pada Nopember 2000, Li Junxia ditangkap dan dijatuhi hukuman 18 bulan kerja paksa. Dia ditahan di Divisi Kedelapan Kamp Kerja Paksa Hewan di Kota Wuhan. Ia dibebaskan sebelum hukuman berakhir. Pada 11 September 2001, Li Junxia saat sedang mengunjungi seorang praktisi yang baru saja kembali ke rumah dari penjara, dan dia ditangkap lagi untuk 18 bulan kerja paksa. Ia dikurung di sel isolasi selama setahun lebih.



Saat sedang bekerja di Rumah Teh di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, pada Desember 2006, Li Junxia memberi tiket kereta api menuju Beijing dengan uang yang didalamnya terdapat tulisan klarifikasi fakta. Agen dari Kantor 610 Distrik Jiang’an menangkapnya lagi dan mengirimnya ke Pusat Pencucian Otak Chenjiaji, kepala Pusat Pencucian Otak bersama dengan Gong Lianghan, salah satu kaki tangan, ikut serta menyiksa Li.

Mereka menggunakan metode-metode penyiksaan untuk menganiaya praktisi antara lain: merampas hak tidur, memaksa mereka berdiri dalam waktu lama, dan menekan dengan kekerasan agar praktisi melepaskan keyakinan mereka. Mereka memaksa semuanya membaca materi yang memfitnah Falun Dafa, menulis laporan, dan mengkhianati praktisi lain. Jika mereka berpikir seorang praktisi tidak cukup berubah, mereka akan menyalahkan praktisi ini berpura-pura “berubah.” Jadi, bahkan jika praktisi setuju melepaskan Dafa, mereka akan terus menganiaya mereka. Mereka menggunakan semua metode penyiksaan terhadap Li Junxia. Mereka menyiksa, memaki, dan berusaha memaksanya untuk menghujat Guru dan Dafa.

Li Junxia diborgor di tempat tidur dengan keempat anggota badan direntangkan selama belasan hari. Borgor melukai dagingnya cukup dalam hingga terlihat tulangnya. Ketika dia tidak sanggup lagi bergerak dan sangat kehausan, para penjaga memaksanya minum air kencing. Ia akhirnya menderita kemerosotan mental. Setelah ia mengalami goncangan kekejiwaan, ia seringkali melepaskan pakainnya dan bergulingan di lantai. Li Yingjie dan Gong Lianghan terus menyiksa Li Junxia bahkan setelah dia mengalami goncangan mental.

Pada tanggal 5 Juli 2008, Li Junxia sedang membagikan materi klarifikasi fakta di Rumah Sakit Polisi Bersenjata di Jalan Yanzhi, Distrik Wuchang, dan dilaporkan oleh keamanan rumah sakit. Petugas dari Kantor Polisi Jalan Liangdao menangkapnya dan menahannya selama 15 hari di Pusat Penahanan Pertama Erzigou (Distrik Dong-xi Hu). Pada 20 Juli 2008, sepupunya tergesa-gesa dari Provinsi Fujian untuk membawanya pulang. Beberapa petugas intel yang sedang menunggu di sana menyeretnya masuk ke sebuah kendaraan polisi dan dengan paksa membawanya ke Pusat Pencucian Otak Yangyuan, dimana dia menderita goncangan jiwa lagi. Ibunda Li sangat bersedih hati karena situasi ini hingga masuk rumah sakit dan dua kali dinyatakan sekarat oleh dokter. Li dilepaskan setelah Olimpiade berakhir, 26 Agustus 2008. Kondisi mentalnya tidak stabil dan sering berbicara sembarangan.

Pada pagi hari, 7 Nopember 2008, orang-orang menemukan Li Junxia tergeletak di lantai semen di bawah jendela rumahnya di lantai empat. Ia masih bernafas tanpa luka yang jelas di permukaannya. Orang-orang memanggil mobil ambulance, dan dia meninggal dunia di rumah sakit. Jazadnya dikremasi pada 9 Nopember 2008.

Li Junxia kehilangan pekerjaan tetapnya saat dianiaya, dipaksa lari dari rumahnya untuk menghindari penangkapan, ditangkap dan ditahan berulang kali, dan dua kali dihukum kerja paksa selama dua setengah tahun. Anggota keluarganya yang masih hidup adalah ibunya yang berumur 71 tahun, mengidap penyakit yang parah. Li Junxia merupakan salah satu dari 53 praktisi yang meninggal dunia akibat penindasan di Kota Wuhan selama sembilan tahun ini.

Artikel sebelumnya: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/4/17/84643.html

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2008/11/26/190502.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/12/8/102856.html