Bebas dari Penyakit dan Menyebarkan Fa dengan Belas Kasih
Oleh: praktisi dari Taiwan

(Minghui.org) Menderita penyakit lebih dari tiga puluh tahun

Cao (pria) mulai berlatih Falun Gong pada bulan Juli 1999. Sebelumnya, ia menderita berbagai macam penyakit sehingga kehidupan tidak menentu. Ketika ia kembali dari angkatan perang tahun 1966, ia menderita sakit perut dan masalah yang berhubungan dengan usus. Walaupun baru berumur 20-an, ia sering pergi ke rumah sakit dan mengandalkan obat untuk membebaskan gejala penyakitnya. Sejak 1993, ia menjadi lemah dan semakin lemah. Ia sering lelah dan berat badannya berkurang. Setelah menjalani ultrasound, ia didiagnosa menderita pembekuan hati dan batu hati. Sesudah itu ia menderita insomnia [sulit tidur] dan depresi. Situasi ini berlangsung enam atau tujuh tahun.

Kesehatan yang buruk ditambah dengan kecanduannya terhadap rokok dan minuman keras, membuatnya sangat gelisah. Ia adalah seorang perfeksionis dan cepat marah serta sering konflik dengan rekan-rekan kerja dan anggota keluarganya. Semua ini mengakibatkannya susah tidur. Ia hanya bisa tidur dengan bantuan pil. Berat badannya hanya sekitar 55 kg. Beberapa tahun kemudian, ia menderita gastric ulcer (bisul perut) dan duodenal (bagian terkecil dari usus) serta depresi. Penyakit hatinya merupakan masalah fisik yang paling serius. Doktor mengatakan bahwa ia akan meninggal jika tanpa cangkok hati. Setiap kali ia pergi ke rumah sakit dengan kartu yang dikeluarkan oleh kantor biro kesehatan yang menyatakan bahwa ia dalam kondisi kritis, ia benar-benar putus asa. Ia menderita semua penyakit ini selama 13 tahun. Benar-benar menahan “terlalu banyak penderitaan; bagaimana saya bisa bertanya kepada langit mengapa?" Bahkan Ia berpikir untuk bunuh diri.

Cao (pertama dari kanan) melakukan latihan pagi di Yonghe Fuhe, memperoleh Dafa pada masa pensiunnya.

Pada bulan Juni 1999, perusahaan Cao mengadakan perputaran personil. Karena telah bekerja 29 tahun maka ia meminta pensiun lebih awal. Ia ingin mencoba apakah qigong bisa menyembuhkan penyakitnya pada masa sisa hidupnya. Ia menghabiskan dua tahun dan ribuan dolar untuk belajar Qigong Zen tanpa banyak hasil.

Pada pagi hari 1 Juli 1999, ia pergi ke Fuhe Sports Park dan tertarik dengan alunan musik yang tenang. Ia melihat orang-orang melakukan latihan yang lembut dan diperkenalkan Falun Dafa. Setelah mendengar bahwa Falun Dafa adalah suatu metode kultivasi qigong, ia segera belajar latihan. Ketika tiba di rumah; ia membaca buku Zhuan Falun. Ia merasa hangat dan memahami, "Inilah apa yang sedang saya cari!"

Setelah membaca sembilan ceramah Zhuan Falun, Cao memahami beberapa prinsip. Ia berhenti merokok dan mabuk, dimana tidak pernah berhasil ia lakukan selama 20 tahun lebih. Ia konsentrasi pada belajar Fa dan melakukan latihan. Ia merasa seakan-akan telah menemukan harta karun yang ternilai harganya, dan ia mendapat pemahaman baru setiap hari. Ia menjadi bergairah dan melupakan penyakitnya. Tiga bulan kemudian, setelah memakan makanan pedas dan dingin, ia menyadari bahwa ia tidak lagi mempunyai masalah dengan perutnya. Satu tahun kemudian, bisul perut dan duodenal-nya serta batu hati menghilang. Tanpa disadari, semua penyakitnya sembuh. Ia tidak perlu lagi mengandal pil untuk tidur. Keajaiban Dafa termanifestasi pada dirinya.

Cao sangat berterima kasih kepada Guru atas pemberian kehidupan kedua padanya. Sekarang ia sangat kuat dan sehat. Beratnya mencapai 64 kg. Menjadi sangat energik dan gembira, kehidupan keluarganya juga menjadi harmonis. Ini sungguh suatu contoh, "Ketka seseorang berlatih Falun Gong, seluruh keluarga mendapat manfaat." Melihat perubahannya, semua tetangganya sangat kagum.

Tahun 2006, Cao dikenal sebagai "Bapak Terkemuka." Foto bersama dengan walikota Yonghe.

Tahun 2007, ia dikenali sebagai "Bapak Teladan"

Tahun 2006, Cao dikenal sebagai "Bapak Terkemuka" di Kota Yonghe, Taipei. Tahun 2007, ia diberi penghargaan serupa. Ketika diwawancarai, ia menceritakan kepada wartawan, "Saya terlahir kembali ketika berkultivasi Dafa dan dengan aktif mempromosikan Dafa kepada orang-orang.”

Cao berkata bahwa setelah mengalami keajaiban dan keagunan Dafa, ia berpikir sangat penting untuk klarifikasi kebenaran kepada orang-orang tentang Falun Gong yang sedang dianiaya di negeri China. Oleh karena itu, ia bergabung dengan beberapa praktisi senior dan belajar bagaimana cara memposting materi di forum internet. Mereka kemudian berbagi pengalaman dengan praktisi di Taizhong, Xinzhu, Pingdong dan menyemangati mereka untuk mengklarifikasi kebenaran di internet.

Cao belajar bagaimana mengklarifikasi kebenaran kepada orang-orang di daratan China dengan komputer.

Ia juga menghadiri konferensi Fa yang diselenggarakan di berbagai tempat, seperti di Singapura, Washington DC, New York, Hong Kong, Korea Selatan, dan Indonesia. Ia ikut serta dalam pawai yang merayakan orang-orang mundur dari Partai Komunis China (PKC), menyebarkan brosur, peragaan anti-penyiksaan, dan "Tembok Raksasa Keteguhan Hati." Ketika orang-orang menerima materi klarifikasi kebenaran darinya, ia merasa sangat senang. Cao juga pergi ke tempat wisatawa terkenal di Hong Kong untuk mengklarifikasi kebenaran kepada wisatawan China. Ia berkata bahwa ada banyak wisatawan China di sana dan semakin banyak orang yang ingin mengambil materi klarifikasi. Beberapa dari pemandu pariwisata bahkan membantu atau mendukung orang-orang untuk mengambilnya.

Belas kasih menggerakkan hati polisi Hong Kong; akhirnya menjadi teman baik. Suatu kali ia sedang mengklarifikasi kebenaran di lokasi wisatawan Luo Ma Zhou di Hong Kong. Hari pertama polisi tidak mengganggu. Tetapi pada hari kedua, polisi menghentikannya. Cao mengklarifikasi kebenaran kepada mereka. Polisi bertanya, "Berapa kamu dibayar? Berapa banyak kamu peroleh dalam satu hari?" Cao menjawab dengan tulus, "Kami semua sukarelawan. Tak seorangpun menyewa kami. Kami menghabiskan banyak perjalanan untuk sampai di sini supaya orang-orang bisa mengetahui fakta kebenaran tentang Falun Gong dan penganiayaan masih berlangsung. Kami tidak ingin orang-orang itu tertipu. Kebaikan akan mendapatkan kebaikan dan kejahatan akan mendapat ganjaran kejahatan. Tolong jangan hentikan kami." Ia kemudian memberitahu mereka tentang kebenaran dari peristiwa bakar diri di Lapangan Tiananmen dan pengambilan organ praktisi Falun Gong yang masih hidup. Setelah mendengar fakta tersebut, akhirnya polisi berubah sikap. Walaupun mereka tidak menerima materi karena mereka sedang dinas, mereka berkata bahwa mereka akan kembali untuk mengambil materi ketika mereka tidak bertugas.

Beberapa hari berikutnya, polisi dengan sengaja berada di tempat jauh atau pergi ke stasiun bus. Adakalanya mereka memandangnya sekilas, dengan hormat dan menyemangatinya. Beberapa bulan kemudian, ketika Cao sekali lagi datang ke lokasi wisatawa Huang Daxian di Hong Kong, seorang polisi muda mendengarkan dia mengklarifikasi kebenaran. Akhirnya mereka menjadi teman, dan Cao senang karena satu orang baik hati mengetahui kebenaran.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2008/1/21/170810.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/2/21/94655.html