Pengalaman Praktisi

Sekelumit Kata-Kata: Keraguan Adalah Sikap Tidak Hormat

(Minghui.org) Baru-baru ini, melalui belajar Fa, saya tiba-tiba menyadari bahwa jika seorang praktisi bersikap ragu-ragu (sekalipun itu hanyalah di dalam pikiran dan tidak diucapkan) terhadap  kata-kata  yang diucapkan oleh Guru, ini merupakan rasa tidak hormat paling besar terhadap Guru.

Mengapa? Sebagai contoh, di dalam masyarakat manusia biasa, jika saya ragu apakah yang dikatakan orang lain benar atau tidak, bukankah itu berarti bahwa saya mencurigai orang itu sedang menipu saya? Maka saya menyatakan secara tidak langsung bahwa ia adalah seorang pembohong.

Di dalam kultivasi, jika saya ragu dengan segala hal yang dikatakan Guru, bukankah itu berarti bahwa saya tidak percaya terhadap Guru? Bukankah itu berarti bahwa saya sedang mencaci Guru?! Sebetulnya, walaupun hanya sedikit keragu-raguan itu juga berarti merupakan sikap tidak hormat yang paling besar terhadap Guru. Hal tersebut akan membentuk celah kekosongan yang dapat dimanfaatkan oleh kejahatan sebagai suatu alasan untuk menganiaya. Oleh karena itu, kita harus percaya akan Guru dan Fa dengan sepenuh hati. Dengan demikian kita tidak akan melakukan dosa besar karena tidak hormat terhadap Guru.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2008/3/17/174495.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/3/26/95741.html