Zhang Jian, Pemimpin Gerakan Mahasiswa 1989: Chinese Spectacular Mewakili Intisari dari Kultivasi Moral

Oleh: wartawan Epoch Times, Tang Hong  dari Paris

(Falundafa.or.id) Pada pukul 10:00 malam, 1 Maret 2008, pertunjukan ketiga dari Divine Performing Arts Chinese Spectacular memperoleh kesuksesan. Para pemain menjalin komunikasi yang meluap-luap dengan penonton dimana tepuk tangan bergemuruh di ruang teater dari waktu ke waktu sepanjang pertunjukan. Diantara para penonton, ada juga sejumlah orang dari Daratan China. Zhang Jian adalah salah satu dari mereka.

Zhang Jian di International Convention Center di Paris
(Tang Hong dari The Epoch Tmes)

Zhang Jian adalah kepala tim barisan penjagaan mahasiswa di Lapangan Tiananmen saat gerakan demokrasi mahasiswa pada tanggal 4 Juli 1989. Dia pernah ditangkap dan ditahan, tetapi kemudian berhasil meloloskan diri keluar negeri. Dia percaya bahwa dalam menghadapi lingkungan gelap di Daratan China, Chinese Spectacular membawa harapan cerah kepada orang-orang.

Zhang mengatakan, ”Pertunjukannya sangat bagus. Saya telah menonton pertunjukan ini setiap tahun dalam tiga tahun terakhir ini, dan setiap kali pertunjukan saya lebih terharu dan terinspirasi.” Dia terutama terkesan dengan pertunjukan yang melukiskan manusia biasa melangkah keluar untuk menentang penganiayaan terhadap kultivator Falun Gong. ”Sekarang ini, apa yang kita sering alami adalah orang-orang merasakan acuh tak acuh terhadap penganiayaan yang sedang terjadi di sekitar mereka, tetapi Chinese Spectacular telah menunjukkan jalan cerah bagi masyarakat, dan itu adalah untuk melawan penindasan bersama-sama; kecerahan akan mengalahkan kegelapan.”

Pukulan genderang menginspirasi orang-orang untuk melangkah keluar

Zhang mengatakan bahwa pertunjukan benar-benar menyentuh hati, dan yang paling mengilhaminya adalah dua tarian genderang: satu adalah “Penabuh Genderang Istana Tang” dan yang satunya lagi, “Genderang Kemenangan.” Melalui pukulan genderang, dia bisa melihat keteguhan jiwa dari para kultivator, dan dia bisa merasakan bahwa pada beberapa tahun ke depan, kekuatan lurus akan melakukan perhitungan terakhir terhadap kekuatan jahat. Zhang Jian mengatakan ketika gerakan mahasiswa pada 1989 digilas oleh rejim PKC, penyanyi Perancis terkenal menyanyikan sebuah lagu berjudul ”Tiananmen,” dan akhir dari lagu tersebut, musiknya dipadukan dengan dentuman-dentuman genderang kecil yang digunakan ketika tentara Perancis melakukan penyerangan.

Zhang mengatakan, di Daratan China, kekuatan PKC jahat masih menganiaya kultivator spiritual, pembelot politik, pembela hak asasi manusia, bahkan pada malam Olimpiade, mereka masih bersemangat menangkap orang. Dia berkata bahwa pukulan genderang menyemangati orang-orang untuk melangkah keluar tanpa berhenti.

Kata-kata “Falun Dafa Hao” di samping jendela besi penjara menguji kekuatan integritas manusia

Zhang Jian sangat terharu oleh dua tarian ”Kebangkitan Bunga Lotus” dan “Kekuatan Kesadaran.” Dia mengatakan didalam pertunjukan ditampilkan tiga praktisi wanita Falun Gong dipukuli di penjara, dia melihat tulisan tangan “Falun Dafa Hao”di tembok tinggi di sebelah jeruji besi. ”Ini adalah pemandangan yang sering anda lihat di China. Seseorang seringkali bisa melihat wanita dan anak-anak, walaupun sepertinya kelompok yang lemah, mereka berdiri di barisan paling depan untuk melawan kediktatoran dengan keteguhan hati; siang dan malam mereka melawan kekuatan yang paling jahat yakni PKC,” katanya.

“Menghadapi kelompok kultivasi ini, bagaimana tidak mengatakan mereka luar biasa? Kalau seseorang bahkan tidak berani mengatakan hal ini, maka seseorang harus memeriksa integritas dirinya. Ketika kebaikan mengalahkan kejahatan, ketika demokrasi telah mengalahkan kediktatoran, ketika era baru lahir, orang-orang akan melupakan kebencian, tetapi mereka tidak akan melupakan para penonton yang acuh tak acuh itu  saat kejahatan melakukan kejahatan. Dari pandangan tertentu, para penonton ini juga sama tidak punya malu seperti pelaku kejahatan.”

Seperti telaga air bersih

Zhang Jian menyebutkan tiga tipe orang yang menentang PKC: tipe pertama adalah mereka yang menahan keluhan terhadap PKC; tipe kedua adalah mereka yang berkembang dan kecanduan untuk melawan PKC; satunya lagi adalah mereka yang kelelahan dan kesakitan selama melawan PKC. “Dari pertunjukan, kita bisa melihat bahwa praktisi Falun Gong tidak punya rasa kebencian, juga tidak punya kepentingan besar menentang PKC, dan mereka sama sekali tidak memuakkan. Mereka memandang kejahatan dari persefektif yang lebih tinggi, kita bisa melihat senyuman tulus wajah dari para pemain. Penampilan mereka seperti hembusan awan dan aliran air, diam-diam menyirami semuanya. Apa yang paling merosot di dunia hari ini adalah “kebenaran” dan seseorang bisa melihat kebohongan, kejahatan dan kekerasan di mana-mana. The Chinese Spectacular seperti telaga air bersih,” katanya.

Chinese Spectacular mewakili intisari kebudayaan Tionghoa

Zhang Jian juga menyebutkan bahwa PKC juga berusaha keras untuk mengekpor pertunjukan seperti tarian dan akrobatik, walaupun beberapanya juga memiliki teknik dengan standar sangat tinggi, ketika anda menontonnya, anda hanya akan menikmati pertunjukan tersebut di permukaan, berupa bentuk, namun bukan jiwanya. Mereka hanya memakai nama budaya tradisional, tetapi tanpa substansi, sehingga banyak orang tidak bisa melihat kebudayaan Tionghoa yang murni.

Dia mengatakan banyak teman-temannya datang menonton pertunjukan hari ini, mereka semua sanga terharu, karena Chinese Spectacular mewakili kebudayaan Tionghoa yang murni, tidak hanya di permukaan, tetapi juga jiwa. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh banyak orang sebelumnya. Dia mengatakan bahwa didalam penjelasan tentang pertunjukan, disebutkan bahwa tarian Tionghoa sangat mementingkan kedalaman jiwa. ”Para penari Divine Performing Arts adalah kultivator. Mereka mencintai kebudayaan Tionghoa dari hati mereka, jadi penampilan mereka tidak hanya berdasarkan latihan teknik dan pelatihan, tetapi adalah hasil dari kultivasi moral mereka secara keseluruhan. Ini adalah kembali ke jati diri yang sejati, dan adalah inti sari dari Kebudayaan Tionghoa.”

Zhang Jian mengatakan kepada wartawan bahwa dari Chinese Spectacular, dia bisa merasakan arti mendalam dari budaya Tionghoa, yang juga merangkul berbagai budaya lainnya. Dia mengatakan pertunjukan tersebut juga sepenuhnya menyajikan nilai-nilai tradisional Tionghoa seperti kesetiaan, kasih sayang, intergitas moral, persaudaraan, kesabaran, keadilan, kesopanan, kebijaksanaan dan kepercayaan.

Chinese: http://epochtimes.com/gb/8/3/2/n2029748.htm
E
nglish: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/3/6/95094.html