(Minghui.org) Hari Minggu, 9 Maret 2008, berlangsung acara belajar Fa bersama praktisi Falun Dafa se-Bali di Pura Sebatu - Gunung Kawi, Gianyar Bali. Pada kesempatan itu anak-anak Sekolah Minghui Bali juga ikut bergabung. Ada sekitar 80 anak-anak yang hadir, berasal dari Sekolah Minghui Nusa Dua, Dalung, Tabanan, Sedang, Payangan dan Bilukan - Tegalalang.


Anak-anak Sekolah Minghui se-Bali mendengar cerita

Acara diawali dengan memancarkan pikiran lurus bersama. Kemudian dilanjutkan dengan membaca dan melafalkan Lunyu. Setelah itu, murid-murid membaca Ceramah I dari buku Zhuan Falun (Benar-benar Membawa Orang Menuju ke Tingkat Tinggi).


Anak-anak Sekolah Minghui se-Bali menyanyi bersama

Sebelum mendengar cerita, seluruh anak-anak dan para guru Sekolah Minghui Bali menyanyikan lagu “Falun Dafa Hao!”. Ketika diceritakan kisah seorang anak buta yang membayar karma, anak-anak terlihat menyimak penuh perhatian. Pembawa cerita, kak Nyoman Sucita, dengan gaya khas-nya membawa anak-anak terhanyut dalam perenungan kisah anak buta yang tragis itu. Inti sari cerita ini adalah bahwa penderitaan manusia bukanlah tanpa sebab. Segala sesuatu dalam kehidupan ini hadir dan terjadi karena ada asal-muasalnya. Singkat kata, penderitaan manusia adalah akibat karma atau perbuatan buruk manusia. Karma itu harus dibayar dan ditanggung sendiri oleh orang yang bersangkutan.

Saat matahari semakin tinggi, semangat dan antusiame anak-anak Sekolah Minghui Bali pun bertambah lagi. Keceriaan mereka semakin nyata saat menyanyikan lagu “Sejati-Baik-Sabar”. Bersama-sama mereka juga menyanyikan lagu-lagu yang lain, seperti  lagu “Berkultivasi Falun Dafa” dan “Lebur Dalam Dafa”


Melafalkan Hong Yin

Pada tengah hari, anak-anak membaca Hong Yin secara bergantian. Di antara mereka ada yang bisa melafalkan puisi tertentu. Anak-anak ini pun membawakannya di hadapan teman-teman lainnya. Setelah membaca Hong Yin dan memancarkan pikiran lurus, mereka punya istirahat.


Menyanyi dengan diiringi gitar bolong

Pada pukul 13.30 anak-anak berkumpul kembali. Diiringi petikan gitar bolong, mereka mengulang lagi lagu “Falun Dafa Hao!’, “Sejati-Baik-Sabar”, “Berkultivasi Falun Dafa”, dan “Lebur Dalam Dafa”.

Waktu pun beranjak sore, namun semangat anak-anak tak juga memudar.  Selanjutnya, semua anak diajak bermain bersama “Gajah Yang Santun”. Dipandu oleh kak Gede Garbha, mula-mula anak-anak diajak membaca bersama cerita Gajah Yang Santun. Selanjutnya, anak-anak terlibat dalam permainan dan role play.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak bisa berasimilasi dengan karakter alam semesta “Sejati-Baik-Sabar,” serta mengerti prinsip kebaikan akan mendapatkan kebaikan, dan kejahatan akan menerima pembalasan karma.