Korea Selatan: Rapat Umum dan Pawai Diadakan untuk Menghimbau agar Menghentikan Penindasan PKC terhadap Falun Gong


(Minghui.org) - Pada 20 Juli 2008, lebih dari 600 praktisi Falun Gong dan beberapa kelompok sipil dari Korea Selatan mengadakan rapat umum dan pawai di Taman Jongmyo (Royal Shrine), Jongno-Gu, Seoul, Korea Selatan untuk mengutuk Partai Komunis China (PKC) menindas Falun Gong dan menghimbau agar segera menghentikannya.

Pada 20 Juli 1999, rejim diktator PKC yang diketuai oleh Jiang Zemin melancarkan penindasan seluruh nasional terhadap Falun Gong, yang telah berlangsung selama sembilan tahun. Lebih dari 3.168 praktisi Falun Gong diverifikasi telah meninggal dunia akibat dari penindasan tersebut. Menurut sumber internal, jumlah kematian sesungguhnya melebihi angka tersebut. Puluhan ribu praktis telah ditahan di penjara dan kamp kerja paksa, serta di rumah sakit jiwa, banyak organ praktisi yang diambil ketika mereka masih hidup.

Sejak dimulainya penindasan tahun 1999, pada tanggal 20 Juli setiap tahun, praktisi Falun Gong dari seluruh dunia mengadakan rapat umum, pawai, nyala lilin dan berbagai kegiatan lainnya berskala besar untuk membantu lebih banyak orang mengetahui perbuatan kejam PKC dan berkerjsama untuk segera menghentikan penindasan. Kelompok sipil dari Korea Selatan menyatakan dukungan kuat bagi praktisi Falun Gong dan mengatakan bahwa hanya dengan menceraiberaikan PKC, kita bisa menghentikan bencana PKC terhadap bangsa China.

Choi Young Hoon: Saya Menyaksikan Penindasan terhadap kultivator
Choi Young Hoon, direktur Urusan Eksternal dari North Korean Freedom Coalition, berpartisipasi dalam pawai dan rapat umum. Ia berkata, “Saya membantu pengungsi Korea Utara melarikan diri ke China pada 1997. PKC menangkap saya pada tahun 2003, dan memasukkan saya ke dalam penjara. Saya tinggal di penjara selama tiga tahun dan sebelas bulan. Ketika masih di dalam penjara, saya bertemu kultivator Falun Gong. Saya menyaksikan bagaiamana PKC dengan brutal menindas mereka. Para penjaga PKC bahkan mengintimidasi saya, dan mengancam saya akan dikirim Korea Utara, menembak saya, atau mengirim saya ke sebuah tepat kemudian dikubur hidup-hidup. Para penjaga PKC memaksa saya untuk minum obat yang tidak dikenal. Saya mengalami tekanan mental, dan tidak pernah sembuh setelah saya kembali ke Korea Selatan.

Dia mengatakan, “PKC bahkan mengancam saya, seorang asing, dengan cara ini. Anda bisa bayangkan bagaimana mereka menindas kultivator Falun Gong. Para penjaga memukul praktisi, terkadang para penjaga tidak memberi mereka makanan, bahkan tidak mengizinkan mereka tidur. Saya menyaksikan semua ini. Mereka juga mengirim seorang praktisi Falun Gong ke sebuah kamp konsentrasi rahasia dimana tidak seorangpun yang tahu apa yang terjadi pada mereka. Kemudian, saya mendengar bahwa PKC mengambil organ praktisi Falun Gong ketika mereka masih hidup. Penindasan akan terus berlanjut jika PKC tidak diceraiberaikan.”

Mencintai Rakyat China, Menentang PKC
Choi Yong-ho, pria, perwakilan dari Korean Freedom Youth Coalition, menyampaikan pidatonya pada rapat umum, “Kami mencintai rakyat China, akan tetapi menentang penindasan PKC terhadap kultivator Falun Gong dan para pengungsi Korea Utara, serta menentang Olimpiade tanpa hak asasi manusia. Kami berharap untuk segera menghentikan penindasan yang dialami oleh Falun Gong dan penindasan terhadap para pengungsi Korea Utara di China. Penindasan terhadap Falun Gong sudah berlangsung sembilan tahun, saya sangat sedih, dan dengan tulus berharap penindasan tersebut akan segera berakhir.”

Choi mekankan bahwa dia akan berusaha keras untuk segera menghentikan penindasan PKC terhadap rakyat China.

Sohn Jung-hoon, pria, sekretaris umum dari United Alliance of North Korean Refugees Association, dan wakil ketua CIPFG cabang Korea Selatan Zheng Qiuchen mengatakan bahwa mereka mencintai rakyat China, dan Falun Gong adalah latihan yang baik yang memberikan manfaat bagi jiwa dan raga. Akan tetapi, penindasan PKC terhadap Falun Gong benar-benar salah, dan Hak Asasi Manusia adalah nilai universal yang penting bagi kita semua. Mereka sangat mengutuk dan menyerukan rejim PKC untuk segera menghentikan penginjak-injakan hak asasi praktisi Falun Gong, hentikan deportasi secara paksa terhadap para pengungsi Korea Utara, dan penindasan terhadap Kristiani, Tibet serta etnis lainnya.

Mereka juga menghimbau semua kelompok hak asasi manusia dan semua orang yang berpikiran lurus untuk bersama-sama mengakhiri aksi teroris PKC.

Tindakan Kejam PKC Berdasarkan Wataknya
Melihat reka ulang pengambilan organ praktisi yang masih hidup pada prosesi pawai, seorang orangtua Korea Selatan berumur 72 tahun berkata, “PKC bisa melakukan hal ini seperti mengambil organ praktisi yang masih hidup, ini sungguh kejam. Sebagai manusia, selama mereka ditanam pikiran komunis, sangat sulit bagi mereka untuk mengubah pikiran mereka sebelum kematian mereka. Saya menyaksikan ini pada saat perang Korea. Mereka sangat tidak berprikemanusiaan, bahkan mereka bisa mengkhianati teman-temannya. Ini sudah bawaan wataknya. Hanya dengan menceraiberaikan PKC, orang-orang baru bisa menikmati kebebasan.”

Perkembangan Falun Gong di Korea Selatan sangat Cepat sejak 1999
Juru bicara Asosiasi Falun Dafa Korea Selatan, Wu Shilie berkata di dalam wawancara bahwa sebelum penindasan PKC pada tahun 1999, hanya sedikit yang berlatih Falun Gong di Korea Selatan. Sekarang, ada lebih dari 200 tempat latihan, menurut perkiraan kasar, dan 50.000 buku Zhuan Falun versi Korea terjual.

Dia melanjutkan dengan mengatakan ketika PKC memulai penindasan terhadap Falun Gong pada 1999, orang-orang di lebih 30 negara berlatih Falun Gong. Akan tetapi sembilan tahun telah berlalu, dan sekarang, orang-orang di lebih 80 negara telah berlatih Falun Gong. Dia mengatakan percaya bahwa jumlah praktisi akan bertambah besar di masa depan, dan ini menggambarkan bahwa fitnahan PKC terhadap Falun Gong akan mengenai dirinya sendiri.

Falun Dafa, (juga disebut Falun Gong), dibimbing oleh prinsip Sejati-Baik-Sabar, pertama kali diperkenalkan ke masyarakat oleh Master Li Hongzhi pada 1992. Dan sekarang telah tersebar di lebih 80 negara. Dan sekarang, buku utama Falun Dafa, Zhuan Falun, telah diterjemahkan lebih dari 30 bahasa, dipublikasikan dan disebarkan ke banyak negara.

Berdasarkan statistik yang tidak lengkap, pada pertengahan Februari 2004, pengakuan dan penghargaan kepada Falun Dafa dan penciptanya diberikan oleh organisasi pemerintahan, anggota kongres, kelompok dan organisasi yang telah mencapai 1223, diantaranya 1050 di USA, 135 di Kanada, 12 di Australia, dan 9 di Taiwan.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2008/7/23/182623.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/7/26/99260.html