Menyaksikan Keagungan Dafa

Oleh Ling Ling, praktisi Dafa di China

(Minghui.org) Beberapa hari yang lalu adalah ulang tahun kakek saya. Seluruh anggota keluarga mengangkat gelas dan berkata, "Terima kasih Guru telah menyelamatkan kami. Falun Dafa baik. ‘Sejati-Baik-Sabar’ baik." Paman saya berkata, "Terima kasih kepada Lingling yang telah membawa Dafa ke rumah, jika tidak, kita tidak akan memiliki apa yang kita miliki hari ini."

Nama saya Lingling. Saya berusia dua puluh tahun, dan saya ingin melukiskan perubahan pada jiwa dan raga yang telah saya alami dalam beberapa tahun terakhir.

Seperti kebanyakan anak muda saat ini, saya sebelumnya berfokus pada kenikmatan dan kesenangan hidup. Saya menyukai pakaian bermerek. Saya tidak belajar dengan rajin. Uang yang saya peroleh dalam satu bulan akan habis dalam setengah bulan, lalu saya akan meminjam uang dari rekan-rekan kerja. Saya kemudian akan meminta uang dari orang tua pada akhir bulan. Saya adalah putri tunggal, maka orang tua saya mencoba untuk memenuhi segala keinginan saya sebanyak yang mereka mampu, dan hal tersebut saya anggap sudah semestinya.

Beberapa bulan yang lalu, saya pindah ke perusahaan lain, merasa bahwa pekerjaan yang sebelumnya terlalu melelahkan. Duduk di seberang meja kerja saya adalah seorang perempuan tua, seorang praktisi Falun Gong. Dia adalah orang yang menyenangkan, ramah terhadap setiap orang. Orang-orang suka untuk berbicara maupun bertukar pikiran dengannya. Dia memperhatikan pekerjaan dan kehidupan saya. Dia membantu saya melalui cerita-cerita, bagaimana saya seharusnya berperilaku.

Secara berangsur-angsur saya belajar sedikit tentang bagaimana caranya mengatakan apa yang benar dan salah, serta memperbaiki beberapa kebiasaan dan perilaku buruk saya.

Saya agak iri dengan "bibi" karena dia tahu demikian banyak. Dia meminta saya untuk belajar lebih giat, dan tidak membuang waktu ketika masih muda. Dia tidak hanya mengajar saya tentang hal-hal yang terkait dengan pekerjaan, tetapi juga sering memberi saya beberapa brosur tentang Falun Gong dan Mingguan Minghui. Saya secara berangsur-angsur belajar kenal apa sebenarnya Falun Gong, dan pandangan-pandangan saya tentang hidup secara berangsur-angsur berubah. Saya mengetahui tujuan dari hidup saya.

Saya selama ini telah terkelabui oleh propaganda PKC ketika saya masih tinggal di rumah, dan memiliki pandangan negatif terhadap Falun Gong. Saya meminta "bibi" untuk membantu saya mundur dari PKC dan organisasi terkaitnya. Saya tidak lagi percaya pada kebohongan-kebohongan mereka. Saya ingin membaca buku Falun Gong dan akan melakukannya kapan saja saya punya waktu. Bibi membiarkan saya membaca ceramah-ceramah Guru, satu demi satu, dari yang paling awal. Saya membacanya dengan semangat tinggi dan membacanya beberapa kali.

Saya tinggal di sebuah asrama, saya sekamar bersama tujuh orang kawan. Saya sama seperti mereka, menonton TV pada malam hari, belanja, keluyuran, keluar bersama-sama, dan mencoba yang terbaik untuk menikmati hidup. Setelah saya belajar buku Falun Gong, saya tidak lagi tertarik dengan hal-hal tersebut. "Bibi" mengkopikan ceramah Guru, musik latihan, dan musik gubahan para praktisi dalam MP3 untuk saya. Sepanjang hari saya akan membaca buku selepas kerja, dan pada malam hari saya mendengarkan ceramah Guru. Saya tidak lagi pergi dengan mereka. Mereka berkata saya telah berubah, dan menganggap hidup saya membosankan, tetapi saya merasa bahwa mereka tengah membuang-buang waktu.

Pada malam hari, saya sering seorang diri dalam kamar. Dulu saya merasa kesepian dan menangis. Namun sekarang saya merasa terpenuhi bersama Guru dan Dafa. "Bibi" juga mengajari saya latihan Falun Gong, tetapi lingkungan tidak memungkinkan saya untuk berlatih dengan bebas. Saya hanya dapat membaca buku dan artikel-artikel berbagi pengalaman praktisi. Saya merasa iri kepada orang-orang yang banyak mengalami perubahan pada tubuh mereka atau dapat melihat ini atau itu pada ruang dimensi lain. Saya tidak merasakan apa pun, tidak menjumpai kesengsaraan fisik maupun mental. Kecuali suatu ketika, saya melihat sebuah Falun warna-warni berputar dalam mimpi saya, yang terlihat sama persis seperti yang ada di kaset latihan. Saya tidak terlalu memikirkannya.

Saya tidak tahu apakah saya pengikut Guru atau bukan, tidak tahu apakah saya mempunyai sebuah Falun, karena saya hanya membaca buku selama tiga bulan. Tetapi sesuatu yang terjadi bulan lalu mengubah pikiran ini. Saya tahu bahwa saya sekarang adalah pengikut Guru, saya mempunyai sebuah Falun, dan Guru sedang menjaga saya. Saya telah menyaksikan keagungan Dafa, dan saya adalah orang yang paling beruntung di dunia.

Suatu hari di akhir bulan Mei, paman saya pulang ke rumah mengendarai sepeda motor, dan ditabrak oleh seorang pengemudi yang tengah mabuk. Ia tertabrak hingga melayang ke udara dan jatuh di tanah, lengannya patah. Hatinya luka pada tiga titik, ginjalnya cedera. Mereka segera membawanya ke rumah sakit, tetapi ia berada dalam kondisi koma dan hidupnya terancam.

Mereka menghubungi saya dua hari kemudian, menceritakan kepada saya bahwa paman tengah sekarat. Ia adalah orang yang paling baik kepada saya dan saya menangis sepanjang pembicaraan telepon. Paman baru berusia sekitar tiga puluh tahun, dan mempunyai seorang anak kecil berusia sembilan bulan yang baru belajar jalan. Jika ia meninggal, bagaimana tante meneruskan hidupnya? Saya menceritakan kejadian itu kepada ‘bibi’ yang duduk di seberang meja ketika dia menanyakan kabar saya. Dia berkata, "Akan baik-baik saja. Sepanjang kamu mempercayainya, Dafa akan mampu menyelamatkannya. Kamu akan mampu menyelamatkannya, tetapi kamu harus bergegas, tidak boleh terlambat."

Lalu dia menceritakan banyak kejadian dari orang-orang yang terselamatkan dengan melafalkan "Falun Dafa baik, dan Sejati-Baik-Sabar baik." Saya telah membacanya di dalam brosur-brosur yang menggambarkan peristiwa-peristiwa ini sebelumnya. Dia kemudian membawakan beberapa brosur Dafa untuk saya, dan mengatakan kepada saya untuk menyarankan seluruh anggota keluarga agar membacanya dengan suara keras. Paman saya juga perlu membacanya jika ia terjaga. Dia berkata, "Selama kamu tulus, Guru pasti akan menyelamatkan dia jika kamu melakukan hal ini segera dan memohon bantuan Guru."

Saya mulai melafalkan kalimat-kalimat itu di dalam pikiran pada hari itu. Hari berikutnya saya mengambil cuti dan mencari bus pulang ke rumah. Paman masih koma. Saya mengatakan kepada orang tua dan para tante tentang Dafa tengah menyelamatkan mahkluk hidup, dan meminta mereka agar melafalkan "Falun Dafa baik". Mereka semua telah teracuni oleh propaganda PKC, sehingga mereka tidak mau mempercayai saya. Mereka malahan mencaci-maki saya. Saya berkata, "Yang dapat memutuskan hanya diri kalian sendiri, tetapi hal ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan paman." Mereka tidak punya alternatif lain, sehingga mereka melafalkan "Falun Dafa baik" bersama saya.

Kami melafalkan kalimat-kalimat ini sepanjang malam. Besoknya kami menghubungi paman lainnya di rumah sakit untuk mengecek kondisi paman. Ia menjawab, "Sama, masih koma." Kami semua agak kecewa, dan saya sedikit frustasi. Saya ingin melihat paman di rumah sakit, tetapi anggota keluarga lain berkata, "Ia masih koma. Apa gunanya kamu pergi?" Saya berkata: "Saya kebetulan lewat rumah sakit jika pergi kerja." Maka saya pergi.

Hal yang aneh adalah bagian perut bawah saya terasa panas saat di rumah sakit, meskipun demikian saya tidak tahu mengapa. Itu bahkan menjadi lebih panas ketika saya berada di unit gawat darurat di mana paman dirawat. Saya berjalan mendekati tempat tidurnya, berharap agar ia bangun sehingga saya dapat bertemu dengannya. Anehnya, ia sungguh membuka matanya pelan-pelan. Saya terkejut. Ia melihat saya dan berkata, "Lingling, saya hampir tidak bisa melihatmu lagi. Saya tengah sekarat kemarin malam, tetapi seseorang menyelamatkan saya di dalam mimpi." Saya mengatakan kepadanya adalah Guru yang telah menyelamatkannya, dan mengatakan kepadanya tentang kebaikan Falun Gong. Ia berkata kepada saya bahwa dulu ia pernah membaca buku Falun Gong, lebih banyak dibanding dengan saya. Ia mengetahui bahwa Falun Gong mengajar orang menjadi baik. Masalahnya, kemudian Partai Komunis China melarang Falun Gong, maka ia berhenti membacanya.

Kami berbincang-bincang dengan gembira, tetapi paman yang lain marah dan menginginkan agar kami tidak mempercayainya (Falun Gong), dan mengatakan hal-hal yang tidak hormat terhadap Guru dan Dafa. Ia tidak bisa memarahi paman yang sedang sakit, maka ia meluapkan amarahnya kepada saya. Ia bersikap tidak bersahabat terhadap saya sejak saya masih kecil, dan bahkan pernah memukul saya. Saya juga tidak menyukainya. Saya ingin pergi, tetapi paman yang sakit tidak mengijinkan, menginginkan saya bercakap-cakap dengannya lebih banyak. Maka saya melanjutkan sebentar, kemudian pergi. Ia mengucapkan selamat tinggal ketika saya pergi, hal mana mengejutkan saya.

Saya mengatakan kepada keluarga apa yang terjadi di rumah sakit setelah tiba di rumah. Mereka semua sangat gembira, dan percaya bahwa Dafa telah menyelamatkan paman. Sore itu, ia mulai meminta makan. Saya berpikir semuanya akan baik-baik, maka saya pergi ke tempat kerja. Apa yang saya tidak harapkan adalah bahwa setelah saya pergi, paman yang lain betul-betul menolak percaya terhadap Dafa, dan berkata bahwa kami sekeluarga semuanya percaya hal-hal takhayul. Ia berkata paman yang sakit itu sama sekali bukan diselamatkan oleh Guru, hanya suatu kebetulan saja. Ia menghujani paman yang sakit dengan beragam komentar, berkata bahwa Dafa tidak baik, begini dan begitu. Setelah itu, seluruh anggota keluarga mulai percaya kepadanya, dan paman yang sakit juga mulai goyah terhadap Dafa. Kondisinya dengan segera memburuk. Hatinya mulai mengalami permasalahan, demikian juga ginjalnya. Ia koma lagi, dan hidupnya terancam. Dokter mengatakan kepada kami bahwa rumah sakit daerah tidak mampu menanganinya, dan kami perlu segera membawanya ke rumah sakit yang lebih besar, jika kami tidak ingin menyerah begitu saja.

Keluarga kami meminta bantuan seorang teman dan memindahkannya ke Rumah Sakit Shanda Qingdao, rumah sakit terbaik di Provinsi Shandong. Mereka melakukan scan ginjal dua kali sehari, memerlukan biaya 8.000 Yuan sekali periksa. Belum lagi transfusi darah, berbagai pemeriksaan, serta perawatan-perawatan lain menghabiskan lebih dari 20.000 yuan sehari. Dalam beberapa hari saja, tagihan rumah sakit sudah lebih dari 160.000 yuan. Ditambah lagi tagihan rumah sakit daerah, seluruhnya 200.000 yuan. Bagi keluarga petani, angka tersebut amat tinggi. Pengemudi truk yang menyebabkan kecelakaan membayar lebih dari 30.000 yuan dan berkata bahwa ini adalah semua yang ia miliki. Kami tidak melihatnya lagi sejak itu.

Semua uang tabungan keluarga kami habis dan sumber-sumber untuk meminjam habis. Dokter berkata, "Tidak ada harapan. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah pencangkokan ginjal. Lengannya akan lumpuh karena kita tidak bisa mengoperasinya. Jika itu memburuk lagi, mungkin perlu diamputasi." Anggota keluarga saya semuanya terkejut. Cangkok ginjal akan memerlukan biaya beberapa ratus ribu yuan. Dari mana mereka akan memperoleh uang? Akankah paman menjadi baik setelah pencangkokan? Dengan satu lengan diamputasi, bukankah ia menjadi cacat jasmani sejak saat itu? Jika operasi gagal, bagaimana mereka akan membayar kembali semua hutang? Orang tua dan saudara-saudara laki-lakinya adalah yang paling awal menyerah. Mereka tidak akan membayar biaya selanjutnya, dan mereka bahkan tidak akan datang untuk menjenguknya. Mertuanya juga mengatakan kepada istrinya agar pasrah, demikian pula sikap istrinya. Saya juga merasa sudah tidak ada harapan, dan satu-satunya hal yang dapat dilakukan, hanya menanti ajalnya tiba.

Mendengar situasi ini, "bibi" dari seberang meja berkata, "Jangan menyerah. Kita harus menyelamatkannya, jangan sampai lengannya diamputasi. Bagaimana ia akan latihan selajutnya? Bagaimana keluarganya akan menghadapinya di masa datang? Anda harus menghubungi mertua dan istrinya. Anda harus menyelamatkannya. Hanya Guru Li yang dapat menyelamatkan dia. Bagaimana kalau saya pergi mengunjunginya bersamamu?"

Maka saya menghubungi orang tua dan mertua paman, selajutnya pergi ke Rumah Sakit Shanda Qingdao serta mengatakan kepada istri paman, "Kita harus mempercayai Dafa dan Guru dapat menyelamatkan paman. Kita harus secara tulus melafalkan kata-kata ini." Dia berkata, "Saya merasa sakit perut setelah saya melafalkannya." Saya berkata, "Bukankah anda menderita tumor di sana? Anda sedang disembuhkan. Barangkali dengan melafalkan kalimat-kalimat ini, tumor anda akan lenyap juga." Hal ini memperbesar keyakinannya.

Saya pergi melihat paman di ruang perawatan intensif. Hanya anggota keluarga dekat yang diijinkan untuk melihat dia pada sore hari selama 15 menit. Ia koma sepanjang waktu. Ketika saya pergi ke sana sore itu, tiba-tiba perut saya terasa hangat lagi. Tidak lama kemudian, ia bangun. Melihat saya, ia berkata, sambil menangis, "Saya tidak ingin mati." Saya berkata, "Sekarang paman harus mempercayai Guru. Guru dapat menyelamatkan paman." Ia menganggukkan kepala dengan sekuat tenaga.

Paman mampu menelan makanan hari berikutnya, dan semua hasil pemeriksaan kembali membaik. Sampai hari yang ketiga, semuanya kembali normal. Dokter berkata bahwa lengannya dapat dioperasi dan amputasi tidak diperlukan. Dokter berpendapat bahwa ini sangat luar biasa. Karena rumah sakit itu sangat mahal dan uang keluarga sudah habis, mereka mengirim paman ke sebuah rumah sakit di Wendeng untuk operasi. Operasi berjalan dengan baik, dan paman dapat pulang dalam satu minggu. Ia perlu beristirahat beberapa hari lagi di rumah. Karena istrinya masih khawatir, maka paman diajak kembali ke Rumah Sakit Shanda Qingdao untuk memperoleh pemeriksaan yang seksama. Tim dokter menemukan bahwa segalanya baik. Setelah beberapa hari istirahat di rumah, paman sembuh total.

Beberapa hari yang lalu, kakek merayakan ulang tahunnya. Semua anggota keluarga mengangkat gelas mereka dan berseru dari lubuk hati: "Terima kasih kepada Guru Li atas penyelamatan mahkluk hidup. Falun Dafa baik. Sejati-Baik-Sabar baik."

Orang-orang di tempat kerja saya mengetahui bahwa Dafa adalah baik, tetapi tidak berpikir sebagai sesuatu yang sangat ajaib. Melalui peristiwa ini, mereka sungguh telah menyaksikan kekuatan Dafa, dan banyak yang meminta untuk membaca Zhuan Falun. Direktur memanggil saya ke ruang kerjanya dan bertanya tentang itu. Menantu perempuan dan ayahnya, keduanya ingin membaca buku setelah ia menceritakan kepada mereka kisah saya.

Saya menceritakan kepada teman-teman dan kawan sekelas tentang kejadian ini. Mereka semua merasa bahwa ini sungguh luar biasa. Saya mempunyai seorang teman baik yang kesehatan ibunya tidak baik, Maka saya memberinya beberapa materi Falun Gong. Dia mengangkatnya dan dengan suka cita mengucapkan terima kasih kepada saya.

Sungguh aneh bahwa sepanjang saya berbicara tentang Falun Gong dengan orang-orang, perut saya akan terasa hangat. Saya bertanya pada "bibi" mengapa. Dia berkata, "Falun menyelamatkan diri ketika berputar searah jarum jam, dan menyelamatkan orang lain ketika berputar berlawanan arah jarum jam. Perut anda mempunyai sebuah Falun di dalamnya. Falun sedang membantu anda menyelamatkan orang-orang."

"Luar biasa!" pikir saya. Itu berarti saya juga mempunyai sebuah Falun. Saya juga seorang pengikut Guru. Saya akan belajar Fa dengan rajin, dan berusaha untuk menjadi seorang pengikut sejati Falun Dafa untuk menyelamatkan lebih banyak orang-orang.

Melalui peristiwa ini saya juga menyadari bahwa orang-orang yang paling baik di dunia adalah praktisi-praktisi Dafa. Dalam keadaan darurat, ketika anggota keluarga sendiri telah melempar handuk dan menyerah, para praktisi Dafa masih mengambil resiko untuk membantu dan menyelamatkan orang-orang. Mereka adalah orang-orang yang paling luar biasa yang pernah saya jumpai, dan saya juga ingin menjadi salah satu dari mereka.

Chinese http://www.minghui.org/mh/articles/2008/7/6/181520.html
English http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/8/21/100025.html