Nama: Peng Xiumin
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur: 55 tahun
Alamat: Tidak Diketahui
Pekerjaan: Tidak Diketahui
Tanggal Penangkapan Terakhir: 21 Juli, 2010
Tempat Penahanan Terakhir: Kamp Kerja Paksa Kaiping di Kota Tangshan (唐山开平劳教所)
Kota: Qinhuangdao
Provinsi: Hebei
Penganiayaan yang Diderita: Penahanan, interogasi, pemenjaraan, kerja paksa, pembatasan fisik, dipaksa untuk berdiri dalam periode yang panjang, pemukulan, disuntik dengan obat secara paksa, dicekok, gangguan oleh polisi

(Minghui.org) Peng Xiumin adalah praktisi Falun Gong dari Kota Qinhuangdao, Provinsi Hebei. Dia ditahan secara ilegal dan dijatuhi hukuman kerja paksa pada tahun 2010 karena mengklarifikasi fakta mengenai Falun Gong. Dibawah ini adalah kisah yang ditulis oleh dirinya sendiri atas apa yang dialaminya.

1. Ditahan secara ilegal dan Dicekok dengan Obat-obat yang Tidak Jelas

Pada 21 Juli 2010, seorang rekan praktisi bersama saya mengklarifikasi fakta [mengenai Falun Gong] kepada para buruh di sebuah lahan konstruksi di Kota Qinhuandao. Para petugas dari Kantor Polisi Kawasan Industri, diantaranya Zhou Haitao dan Tao Aimin, menangkap kami. Kami diinterogasi dan digeledah. Polisi mengambil materi klarifikasi fakta kami. Lalu kami ditahan di Pusat Penahan No. 2 Kota Qinhuangdao selama 10 hari.

Selama dalam penahanan, petugas Zhou Haitao bersama dengan empat atau lima petugas lainnya membawa saya ke sebuah rumah sakit polisi untuk dicekok dengan obat-obat yang tidak jelas. Empat petugas membaringkan saya di atas ranjang. Mereka memegang kepala, dan membaringkanku ke atas ranjang, menjepit kakiku, dan memegangi tanganku. Salah satu pentugas menjepit hidungku dengan jarinya. Yang lainya membuka secara paksa mulutku untuk menuangkan obat yang tidak jelas ke dalamnya. Kaki dan tanganku memar selama 10 hari setelah itu.

2. Dijatuhi Hukuman Kerja Paksa

Setelah 10 hari di pusat penahanan, para petugas dari Kantor Polisi Kawasan Industri dan Kantor 610 dari kota itu mengirim saya ke Kamp Kerja Paksa Kaiping yang ada di Kota Tangshan untuk menjalani hukuman selama satu tahun. Saat pemeriksaan medis ketika tiba di sana, saya mendapatkan tekanan darah tinggi dan mengalami masalah pendengaran, jadi para petugas kamp kerja paksa tidak mau menerimaku. Akhirnya, polisi memaksa petugas kamp kerja paksa untuk menerima saya.

Selama penahanan di kamp kerja paksa, saya diawasi selama 24 jam sehari oleh para tahanan. Saya dipaksa untuk melakukan kerja paksa selama 15,5 jam setiap hari, dari jam 05.30 sampai jam 21.00.

Ibu mertua saya, sudah berusia lebih dari 80 tahun, pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengetahui bahwa saya telah dikirim ke kamp kerja paksa untuk waktu satu tahun. Ayah saya terkejut, tidak dapat makan dan tidur dengan baik. Suami dan putraku ikut terpengaruh juga.

3. Dipaksa Berdiri Tegak selama Berjam-jam

Demi mendapatkan remisi atas masa tahanannya, tahanan bernama Wu Shuanyan melaporkan praktisi kepada kepala divisi, Yang Hongli, pada 10 Maret 2011. Yang memberikan instruksi kepada petugas Wang Wenping untuk menganiaya empat praktisi. Saya dikirim ke kantor Wang Wenping dan dipaksa untuk berdiri tegak selama berjam-jam. Liu jie dan Wang Yifeng menendang dan meneriakiku jika saya tidak berdiri dengan tegak.

Praktisi Han Xinlin dikurung di dalam sel isolasi selama 192 jam. Kedua tangannya diborgol ke kursi, dan mulutnya ditempel dengan lakban. Waktu tidurnya dikurangi dan tidak boleh menggunakan kamar kecil.

4. Dicekok dengan Brutal

Praktisi Xu Aihua bersama saya melakukan mogok makan untuk memrotes penganiayaan. Akhirnya, pada hari ketujuh dari mogok makan, kami dicekok secara brutal. Sekitar jam 14.30  pada 17 Maret 2011, petugas Wang Yanhua memerintah saya untuk pergi ke kantor. Setelah saya menolak atas permintaannya untuk menghentikan mogok makan, dokter Wang disuruh masuk. Beberapa petugas, ditantaranya Wang Yanhua, Wu Shuanyan, Han Zunfen, Li Jie, dan Li Kaifang, mendudukan saya pada kursi. Saya berseru, “Falun Dafa Hao (baik)!” Mereka menutup muluku dengan ikat pinggang. Han Zunfen bersama Wu Shuangyan menarik lenganku ke  belakang kursi, dan Liu Liying menginjaki kakiku. Dokter kemudian memasukkan sebuah selang ke hidungku, membuat saya tidak bisa bernafas. Sebuah kantong berisi air garam dituangkan ke dalam perutku melalui selang itu. Saya merasa sakit di perut. Kemudian saya diberi semangkuk sup telur melalui selang itu. Perutku diisi sampai mau meledak. Saya mengalami sesak nafas. Keesokan harinya, salah satu gigiku tanggal. Saya mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan dan merasa sangat tidak nyaman selama beberapa hari setelah itu.

Peragaan penyiksaan: Dicekok dengan paksa

Saya dibebaskan dari kamp kerja paksa pada 18 Juli 2011, namun saya terus-menerus mengalami gangguan dari polisi. Dua petugas dari Kantor Polisi Beihuanlu mendatangi rumahku dan memberitahu saya untuk pergi ke kantor polisi pada 26 Agustus 2011.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/9/9/河北秦皇岛市彭秀敏遭绑架劳教迫害-246467.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/9/22/128261.html