(Minghui.org) Delapan penduduk Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, sebagian besar senior, ditangkap pada tanggal 9-10 Juli 2019 karena menolak melepaskan Falun Gong, sebuah sistem peningkatan raga dan pikiran yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999 .

Petugas dari Biro Keamanan Umum Kota Guangzhou menuduh para praktisi menggunakan ponsel mereka sebagai hotspot untuk menyebarkan informasi tentang penganiayaan. Seluruh praktisi saat ini ditahan di Pusat Penahanan Pertama Kota Guangzhou.

Enam praktisi ditangkap pada tanggal 9 Juli, termasuk Ma Minqing (pria); ibunya Wang Xuezhen, 79 tahun; Zhang Hui (wanita), berusia 60-an; Lin Zuoying (wanita), 80 tahun, dan dua praktisi lain yang berusia 80-an.

Dua praktisi lainnya, Liang Huichan (wanita) dan Zeng Jiageng (pria), keduanya berusia 77 tahun, ditangkap pada tanggal 10 Juli.

Lin Zuoying

Zeng Jiageng

Zeng Jiageng

Ketika pengacara Zeng Jiageng mengunjunginya di pusat penahanan pada tanggal 15 Juli, dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menggunakan teleponnya sebagai hotspot. Setelah mendengar ini, para penjaga membawa pengacara pergi sebelum waktu pertemuan yang ditentukan berakhir.

Zeng, seorang insinyur material senior, dahulu menderita kesehatan yang buruk, namun gejalanya segera hilang setelah dia mulai berlatih Falun Gong lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Meskipun usianya sudah lanjut, dia masih bisa merawat istrinya yang sakit dan melakukan semua pekerjaan rumah tangga.

Pada tahun 2016, dia jatuh dari kursi dengan pemanas air 70-lb di atasnya. Dia berusia 74 tahun saat itu dan tidak dapat makan, tidur, atau pun buang air besar selama empat hari. Melalui kegigihannya dalam berlatih Falun Gong dan belajar Fa, dia secara ajaib pulih enam hari kemudian.

Sebelum penangkapan tanggal 10 Juli, Zeng telah ditangkap dan ditahan tiga kali karena mempertahankan keyakinannya. Dia pernah ditahan di rumah selama dua tahun, karena majikannya, sebuah perusahaan ban, berusaha untuk menghentikannya dari berlatih Falun Gong.

Penangkapan terbaru Zeng datang saat putranya, Zeng Hao, seorang profesor perguruan tinggi, sedang menjalani hukuman 3,5 tahun karena memposting informasi tentang Falun Gong di media sosial. Banding putra Zeng terhadap vonisnya dijatuhkan oleh Pengadilan Menengah Guangzhou pada bulan Juni 2019.

Praktisi Falun Gong, Zeng Hao

Istri Senior Zeng berada dalam kesehatan yang buruk. Sekarang dengan putranya dipenjara dan suaminya ditangkap, depresi dan kepikunannya memburuk.

Laporan terkait:

Guangzhou Professor Sentenced to Prison for Posting Information on Social Media about His Persecuted Faith

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin:

儿子陷冤-级工程师曾加庚再被绑架