(Minghui.org) Seorang warga Kota Dalian, Provinsi Liaoning yang menjalani hukuman empat tahun dilarang menerima kunjungan karena menolak melepaskan keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Yu Chunxiang (wanita) ditangkap pada tanggal 24 April 2018 setelah dilaporkan karena berbicara dengan orang-orang tentang Falun Gong.

Pengadilan Distrik Xigang di Kota Dalian mengadilinya secara rahasia dan menghukumnya empat tahun penjara pada tanggal 4 September 2018 tanpa memberitahukan pengacara atau keluarganya.

Dia mengajukan banding terhadap putusan itu ke Pengadilan Menengah Dalian, yang menguatkan hukumannya tanpa proses hukum pada bulan Februari 2019.

Yu dibawa ke Penjara Wanita Liaoning pada tanggal 23 April 2019 dan sejak itu dilarang menerima kunjungan keluarganya karena ia menolak untuk melepaskan keyakinannya pada Falun Gong.

Meskipun pengacaranya dapat bertemu dengannya pada tanggal 12 Juni 2019, pertemuan tersebut diawasi dengan ketat oleh para penjaga, yang berdiri di antara Yu dan pengacara. Para penjaga juga tampak sangat gugup dan sering menginterupsi pengacara.

Kantor jaminan sosial setempat menangguhkan hak pensiun Yu sejak bulan Juli 2019, tanpa memberikan alasan yang sah. Keluarganya bersumpah untuk mengajukan banding untuknya.

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Dalian Intermediate Court Upholds Practitioner's Prison Term for Her Faith Without Due Procedure

Mother Given Four Years for Practicing Falun Gong, Daughter Vouches for Her Character

More than 130 Practitioners from Dalian Detained During Chinese New Year

Ms. Yu Chunxiang and Three Other Practitioners Force-fed Daily for over a Month at Masanjia Labor Camp