(Minghui.org) Empat wanita di Kabupaten Huili, Provinsi Sichuan, mengajukan mosi untuk mempertimbangkan kembali hukuman penjara sewenang-wenang karena berlatih Falun Gong. Mereka menuntut pembebasan saat kasus itu disidangkan di Pengadilan Menengah Liangshanzhou pada tanggal 2 November 2021.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Pengacara keempat wanita itu berpendapat bahwa tidak ada hukum yang pernah mengkriminalisasi Falun Gong di Tiongkok. Seorang pengacara menyatakan bahwa foto-foto bukti yang dia lihat dalam dokumen kasus praktisi di Pengadilan Kabupaten Huili berbeda dari apa yang ditunjukkan oleh hakim He Guilin dari Pengadilan Menengah Liangshanzhou.

Hakim He menyerahkan sebuah tas, yang menurut polisi dibawa oleh para praktisi saat mereka membagikan materi informasi Falun Gong. Tetapi pengacara dan praktisi mengatakan itu bukan tas mereka.

Seorang saksi penuntut bernama He Xiaomao mengklaim bahwa dia menerima sebuah buku setebal 1 atau 2 sentimeter dari para praktisi. Menurut jaksa, praktisi membagikan 738 eksemplar buku, rata-rata 150 eksemplar untuk setiap praktisi (praktisi kelima ditangkap dengan empat lainnya meninggal sebelum sidang). Ini berarti bahwa 150 eksemplar buku tersebut akan memiliki tinggi antara 1,5 dan 3 meter (atau 5 hingga 10 kaki), yang tidak mungkin bagi para wanita tua untuk dibawa-bawa sendiri.

Pengacara mendesak hakim untuk membebaskan para praktisi dan membiarkan mereka bebas.

Hukuman Awal dan Banding

Empat praktisi, Zheng Qiong, Luo Jiping, Ma Lingxian, dan Dong Xiuqiong, ditangkap pada tanggal 30 Januari 2016 karena membagikan materi informasi Falun Gong. Praktisi kelima, Shen Jiafeng, yang bersama mereka, juga ditangkap.

Kelima praktisi divonis oleh Pengadilan Kabupaten Huili pada tanggal 29 Desember 2016. Ma dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan; Luo, Song, dan Zheng masing-masing dijatuhi hukuman satu tahun; dan Shen diberikan satu tahun dengan masa percobaan satu tahun.

Setelah praktisi mengajukan banding atas putusan tersebut, Pengadilan Menengah Liangshanzhou menolak hukuman awal dan memerintahkan pengadilan ulang oleh pengadilan yang lebih rendah pada tanggal 8 Mei 2017. Pengadilan Kabupaten Huili mengadakan empat sidang, pada tanggal 17 November 2017, 26 Oktober, 29 November, dan 25 Desember 2018, sebelum memvonis praktisi dengan hukuman yang sama pada tanggal 24 Mei 2019.

Shen mengalami gejala diabetes di pusat penahanan dan diberi obat dalam jumlah yang luar biasa banyak. Dia secara bertahap menjadi lumpuh dan dibawa ke ruang sidang selama persidangan. Dia meninggal pada tanggal 31 Januari 2019, tak lama setelah dibebaskan.

Empat praktisi yang masih hidup mengajukan banding atas hukuman tersebut lagi setelah pengadilan yang lebih rendah menjatuhkan hukuman penjara yang sama. Pada saat Pengadilan Menengah Liangshanzhou mendengar kasus banding mereka pada tanggal 11 Agustus 2020, empat setengah tahun telah berlalu sejak praktisi ditangkap.

Setelah pengadilan menengah memutuskan menegakkan hukuman penjara para praktisi, mereka mengajukan mosi bersama dengan pengadilan yang sama untuk mempertimbangkan kembali kasus mereka pada awal tahun 2021. Mosi itu disidangkan pada bulan September 2021 dan sidang diadakan pada tanggal 2 November.

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Lawyers in Appeals Cases Seek to Hold Lower Court Judge Accountable for Breaking the Law

Officers in Sichuan Province Falsified Evidence Against Five Elderly Ladies

Sichuan Province: 5 Elderly Women Tried for Their Faith

Repeated Persecution Suffered by Ms. Dong Xiuqiong from Huili County, Sichuan Province

Lawyers File Complaint Against Court Officials for Allowing Judges to Violate Legal Procedure in Falun Gong Cases

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin:

四川会理市四位法轮功学员的申诉已立案