(Minghui.org) Falun Dafa diperkenalkan ke Togo, Afrika pada Januari 2013. Sepuluh tahun kemudian, untuk memperingati momen sakral ini dan berterima kasih kepada pencipta Falun Dafa, Guru Li Hongzhi, praktisi Dafa di Togo mengadakan pawai dan rapat umum di ibu kota Lomé, dari 5 hingga 7 Januari 2023. Mereka juga memberi tahu publik tentang penganiayaan terhadap praktisi di Tiongkok, membantu orang memahami apa yang terjadi di negara asal Falun Dafa.

Praktisi di Togo mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Guru!

Pada pukul 09.30, pawai berangkat dari Monumen Merpati Perdamaian dan melintasi semua jalan utama gedung DPR. Dan berakhir di Peace Hotel di tepi laut, menempuh jarak empat kilometer.

Praktisi Dafa mengadakan pawai melalui jalan-jalan Lomé, ibu kota Togo, untuk merayakan 10 tahun pengenalan Falun Dafa di Togo.

Orang-orang terkejut dengan warna cerah dari spanduk dan pakaian praktisi, dan membaca spanduk Falun Dafa selama pawai. Beberapa ingin tahu apa itu Falun Dafa, dan bagaimana untuk memulai berlatih.

Di sepanjang rute pawai, banyak orang menerima brosur dari praktisi. Praktisi mengambil kesempatan untuk memberi tahu publik bahwa tempat latihan Falun Dafa di Lomé berada di pantai di seberang Peace Hotel, dan waktu latihan adalah dari jam 7 sampai jam 10 pagi setiap hari Minggu.

Selama pawai, beberapa orang membeli Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa.

Stasiun televisi lokal TV Espoir 47 melaporkan pawai Falun Dafa dan menayangkan rekaman video pawai tersebut.

Lima outlet media di Togo meliput kegiatan praktisi. La Radio difusi Zéphyr, yang mencakup separuh negara, mewawancarai praktisi, dan melaporkan pawai beberapa kali pada hari itu. Selain itu, INNOVAFRICA, NanaFM, Sika'a dan media lainnya juga mewawancarai dan melaporkan pawai tersebut.

Pada 8 Januari 2023, INNOVAFRICA menerbitkan laporan tentang pawai dan acara praktisi untuk merayakan 10 tahun pengenalan Falun Dafa di Togo.

Selama wawancara yang diterbitkan oleh INNOVAFRICA, para praktisi menjelaskan bahwa Falun Dafa adalah latihan tingkat tinggi dari Aliran Buddha, dengan Sejati-Baik-Sabar sebagai prinsip panduan. Latihan ini meningkatkan tubuh dan jiwa, dan termasuk lima set latihan. Falun Dafa mengajarkan orang untuk mencari ke dalam untuk menemukan kekurangan seseorang dan meningkat, dan melalui kultivasi, orang dapat mencapai kesehatan fisik dan keseimbangan batin. Seorang praktisi berkata, "Falun Dafa sangat berharga, dan saya harap semua orang di Togo dapat mendengar tentang Falun Dafa dan diberkati."

Praktisi berfoto bersama setelah rapat umum untuk merayakan 10 tahun pengenalan Falun Dafa di Togo.

Praktisi membaca ajaran Falun Dafa bersama setelah melakukan latihan.

Reechie Maai Amedegnato diperkenalkan ke Falun Dafa oleh ayahnya delapan tahun lalu. Setelah membaca Zhuan Falun, pertanyaan lamanya terjawab: “Mengapa manusia hidup di Bumi? Mengapa orang bisa sakit?” Sebelum mulai berlatih, dia menderita asma, refluks lambung dan sakit punggung bagian bawah yang kronis, tetapi setelah dia mulai berlatih Falun Dafa, kesehatannya meningkat secara signifikan. Frekuensi timbulnya penyakit menurun, dan rasa sakitnya berkurang. Dia berkata, “Mengultivasi pikiran adalah yang paling penting, yang membantu kita meningkatkan diri dan menjadi orang yang lebih baik.”

Reechie Maai bermeditasi di pantai

Latar Belakang: Apa itu Falun Dafa?

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Guru Li Hongzhi di Changchun, Tiongkok, pada tahun 1992. Disiplin spiritual ini sekarang dipraktikkan di lebih dari 100 negara dan wilayah di seluruh dunia. Jutaan orang yang telah memeluk ajarannya, yang didasarkan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, dan telah mempelajari lima perangkat latihan telah mengalami peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.