(Minghui.org) Marching Band Universitas Udayana kembali mengadakan event Langgam Indonesia XXVI / 2013. Acara tersebut merupakan ajang perlombaan marching band / drum band / drum corps seluruh Indonesia yang diikuti oleh peserta dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, Universitas, dan umum. Dalam perlombaan ini, ada beberapa pembagian divisi yaitu, Divisi Utama, Divisi Satu, Divisi Satu TK, Divisi Utama TK dan termasuk juga perlombaan Playpass (Street Parade), dimana playpass merupakan satu kesatuan mata lomba dengan display indoor pada Divisi Satu dan Divisi Utama. Pada kejuaraan ini juga diadakan berbagai kontes diantaranya: Wind/Brass And Pits Ensemble Contest, Colour Guard Contest, Percussion Contest, Individual Guard Contest dan Individual Percussion Contest.

Tian Guo Marching Band berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai undangan pengisi acara parade jalan maupun pentas di gedung.



Sebelum parade, para pemain belajar Fa dan latihan gong di lapangan parkir timur

Sabtu 29 Juni 2013 sekitar pukul 15.30 barisan Tian Guo Marching Band bersiap memasuki garis start memimpin pawai di seputaran Lapangan Puputan Margarana Renon Denpasar. Begitu hentakan bass drum menggelegar dan suara terompet serta alat musik lainnya menyanyikan lagu Falun Dafa Hao, semua pengunjung dan pedamping merapat ke barisan. Semua kamera, handycam, ponsel diarahkan ke barisan yang sedang memainkan alat musik. Banyak penonton setelah melihat barisan yang panjang dengan berbagai jenis alat sangat tertarik serta menunjuk-nunjuk alat besar di belakang. Di pinggir jalan nampak pula wisatawan Tiongkok yang kebetulan berwisata ke area Bajra Sandhi mengabadikan dengan kameranya. Mereka kelihatan antusias setelah menyaksikan spanduk biru besar Falun Dafa dan barisan berkostum biru.

Nampak pula sekelompok praktisi membagikan brosur Falun Dafa kepada orang-orang yang sedang duduk menonton parade. Di garis finish panitia memberikan Tropi Langgam XXVI 2013. Seorang praktisi yang membagikan brosur berkata, ”Lihatlah orang-orang sedang menanti kita. Beberapa sudah membaca brosur klarifikasi fakta yang dibagikan di sepanjang rute.”



Klarifikasi dengan brosur dan origami bunga lotus

Pertunjukan dalam ruangan dilaksanakan Minggu tanggal 30 Juni 2013 di GOR Lila Bhuana. Dengan komposisi pemain yang lengkap, memasuki ruangan menghadap ke tribun utama. Acara diserahkan pengaturannya kepada pihak Falun Dafa. Setelah MC mengenalkan profil band dan Falun Dafa, lagu pertama “Falun Dafa Hao” menghentak penonton. Semua mata tertuju pada penampilan Tian Guo di arena. Nampak pula tamu undangan VIP sedang berbincang dan membaca brosur.


Marching Band Tianguo praktisi Falun Dafa Bali tampil sebagai peserta tamu pada acara Lomba Marching Band Tingkat Nasional - Langgam XXVI (indoor) yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana Bali di Gelanggang Olahraga Lila Buwana di Denpasar Bali.

MC menjelaskan seputar penyebaran Falun Dafa di seluruh dunia dan Indonesia, manfaat yang telah dirasakan, penganiayaan yang diderita rekan praktisi di China sejak 1999 dan pengambilan organ paksa dari praktisi yang masih hidup yang masih terus berlangsung sampai saat ini di China dan menghimbau khalayak untuk membantu menghentikan kejahatan ini.

Dilanjutkan lagu-lagu Dafa yang indah terus berkumandang dalam arena itu. Sesekali terlihat penonton anak-anak dan orang tuanya bertepuk tangan dan memperhatikan alat besar dan majorette saat bermain serta menirukan permainan perkusi.

Seorang praktisi yang mengklarifikasi fakta mengatakan,”Saya hanya membawa brosur sedikit, anggota yang klarifikasi sangat sedikit sehingga saya selektif memberikan brosur. Saya duduk dekat dua orang dan berbincang serta bertanya, apa tahu Falun Dafa. Dia mengatakan bahwa saudaranya ikut berlatih Falun Dafa dan ia tahu. Belakangan setelah datang seorang tamu lagi saya baru sadar bahwa itu adalah tempat duduk undangan vip dan mereka adalah pembina langgam dari Universitas Udayana. Saya diajak duduk lagi dan mereka mengatakan terima kasih atas partisipasi Falun Dafa pada acara ini.”

Saat lagu terakhir Falun Dafa Hao kembali dimainkan, banyak penonton terkejut mendengar hentakan bunyi alat musik dan memegang dada sambil tertawa riang dan bertepuk tangan. Selesai penampilan seorang panitia berkata kepada majorette, ”Sampai jumpa lagi tahun depan. Terima kasih.”