Pengalaman Praktisi

Kita Tidak Dapat Melupakan Apa Yang Utama Bagi Kita

(Minghui.org) - Sejak saya membaca ‘Ceramah Fa di Los Angeles,’ kata-kata Guru pada bagian akhir, “Saya tidak banyak bicara lagi, harap anda sekalian berbuat semakin baik di saat yang terakhir, jangan sekali-kali bermalasan, jangan sekali-kali mengendurkan diri, jangan sekali-kali bersikap apatis” senantiasa muncul di benak. Saya sering mengingatkan diri bahwa saya harus menempuh tahap terakhir dari jalur kultivasi saya dengan baik. Saya berpikir bahwa kondisi xiulian saya cukup baik hingga suatu hari saya menonton sebuah video berjudul “Keegoisan” yang dibuat oleh rekan-rekan praktisi luar negeri. Video tersebut mengguncang saya dan membuat saya menyadari masalah-masalah saya yang eksis.

Ringkasan cerita pada video tersebut sebagai berikut: Seorang manusia yang khusus pada awal dilahirkan ke dunia ini, dia merasa kedinginan dan kelaparan, singkatnya menderita. Para dewa berbelas kasih kepadanya dan mengkaruniakan kemampuan dan keahlian khusus. Pada waktu yang bersamaan, para dewa memberitahunya agar menggunakan kemampuan dan keahlian khusus tersebut untuk membawa kebahagiaan bagi manusia lain. Pada mulanya, manusia khusus ini melakukan keinginan para dewa dengan rasa kagum dan terima kasih. Dia banyak melakukan kebajikan untuk sesamanya, yang sebaliknya membalasnya dengan terima kasih dan pujian. Secara bertahap, manusia khusus ini mulai memandang dirinya penting dan luar biasa. Dia mulai mengembangkan keterikatan hati sombong dan melupakan bahwa semuanya diperoleh dari para dewa. Lebih lanjut, dia berpikir dia bahkan lebih penting dari dewa. Hidupnya menjadi semakin mudah dan nyaman. Pada akhirnya, kemampuannya menjadi semakin lemah dan lemah serta keadaannya semakin memburuk dan memburuk. Akhirnya dia menyadari kebenaran dan menyesali kesalahan-kesalahannya.

Setelah membaca kisah ini, saya tersentuh. Membandingkan diri saya dengan manusia khusus itu, saya menemukan diri ini semakin angkuh dan menyimpang dari Fa (hukum alam semesta). Banyak hal adalah ilusi dan tumbuh dari berbagai keterikatan hati saya. Saya menyadari xiulian (kultivasi) saya dalam bahaya. Melalui instropeksi diri, meskipun saya telah melakukan tiga hal, saya telah melakukannya sekedar memenuhi formalitas. Dengan kata lain, saya telah melakukannya demi diri sendiri, karena saya tahu, “Jika saya tidak melakukannya, saya tidak akan mampu mencapai jalur akhir kultivasi saya.” Karenanya, saya melakukannya dari rasa egois.

Setelah menyadari masalah saya, saya mulai menjadi jernih. Saya mencoba berfokus pada jati diri yang sejati di dalam belajar Fa, memancarkan pikiran lurus, dan mengklarifikasi fakta. Saya mematut diri dengan Fa. Sedikit demi sedikit menjadi semakin mantap dengan pikiran jernih. Saya mengetahui bagaimana sepenuhnya menyangkal pengaturan kekuatan lama.

Sebagai praktisi Dafa pada masa pelurusan Fa, kita memikul misi dan tanggung jawab besar untuk menyelamatkan mahluk hidup. Hanya ketika kita melakukan tiga hal dengan baik dan teguh, kita dapat mengkultivasikan diri dengan baik dan menyelesaikan jalur dari seorang pengikut Dafa pada masa pelurusan Fa serta kembali ke rumah asal kita. Sementara melakukan hal-hal ini, kita harus senantiasa mengingat untuk meletakkan Dafa pada prioritas utama dan melakukan berbagai hal dengan baik. Ini adalah apa yang sungguh-sungguh utama bagi kita.

Chinese: http://minghui.org/mh/articles/2008/7/9/181708.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2008/7/23/99193.html