(Minghui.org) Pameran Seni "Zhen, Shan, Ren" (Sejati, Baik, Sabar) dibuka pada tanggal 3 September 2018, di Rezekne Academy of Technologies.

Karya-karya dalam pameran, semua oleh seniman yang berlatih Falun Gong, menggambarkan keindahan latihan kultivasi Falun Gong dan pelanggaran hak asasi manusia yang tragis yang terjadi di Tiongkok terhadap mereka yang menolak untuk menyerahkan keyakinannya. Sayangnya, Falun Gong telah dianiaya secara brutal oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Perwakilan dari Dewan Kota Rezekne, Dewan Kabupaten, Perpustakaan Pusat, dan otoritas kota lainnya mengambil bagian dalam upacara pembukaan. Di antara para tamu adalah seorang anggota Parlemen Latvia; pendukung pameran dan sponsor dari Rezekne; perwakilan dari Latgale Regional Television dan koran lokal “Rezeknes Vestis,” “Panorama Rezekne”; dan para administrator dari Rezekne Academy of Technologies, dosen, dan siswa.

Dalam pidato pengantar Wakil Rektor Gunars Strods pada pembukaan pameran, dia berkata: “Saya berharap bahwa tidak hanya siswa kami akan mendapat manfaat, tetapi seluruh kota dan seluruh masyarakat. Melalui seni yang disajikan di sini, kami disadarkan akan peristiwa-peristiwa yang tidak berhubungan dengan kita setiap hari tetapi itu pasti mempengaruhi kita.” Dia mencatat bahwa karya-karya yang menunjukkan aspek-aspek penganiayaan terhadap Falun Gong oleh pihak komunis “membuat kita di sini di Latvia mengingat sejarah kita sendiri."

Rektor Akademi, Edmunds Teirumnieks, menekankan bahwa adalah sebuah tantangan untuk mengadakan pameran ini karena skala besarnya. Pada saat yang sama, mereka menyadari makna dan nilai yang sangat penting dari pameran ini, jadi mereka benar-benar mendukungnya. “Itu bukan rahasia, bahkan saat ini saat kita melihat apa yang terjadi di Tiongkok. Kita dapat berbicara tentang propaganda positif dari satu sisi dan apa yang kita dengar tentang represi yang terjadi dalam rezim ini. Kita dapat menganalisis pameran ini sendiri, mengevaluasinya, terutama karena kita bekerja sama dengan universitas Tiongkok. Di sisi lain, melalui pameran ini, kita juga bisa mendapatkan wawasan tentang pandangan politik mereka,” katanya.

Lauris Fisers, kurator pameran, secara singkat mempresentasikan ide di balik pameran, tema karya seni, dan para seniman. Dia mengatakan bahwa Sejati-Baik-Sabar adalah prinsip universal yang melampaui waktu, ruang, agama, dan politik. Artis utama, pematung Tiongkok, Profesor Zhang Kunlun, berkata: “Dinasti dan negara-negara sebagian besar diingat berkat pencapaian mereka dalam seni. Seni Asia Kuno menghormati Dewa.” Lauris menambahkan bahwa karya seni menggambarkan harmoni, kesedihan, keberanian, dan keadilan dan bahwa para seniman telah mencoba untuk menekankan kualitas terbaik manusia. Mereka juga menggambarkan kerugian yang dapat ditimbulkan dari orang-orang yang melepaskan kendali sifat-sifat buruk mereka.

Guntars Skudra, kepala Departemen Pendidikan di Dewan Kabupaten Rezekne, mengatakan, “Kami senang dan senang melihat pameran kelas dunia ini di Rezekne. Terima kasih atas pameran ini dan atas kebaikan yang anda bawa ke kota ini. ”

Guntars Skudra, kepala Departemen Pendidikan di Rezekne County Council (kanan)

Karlis Poznakovs, kepala Departemen Hubungan Masyarakat dari Dewan Kota Rezekne, mengatakan bahwa melihat, dalam karya seni, harmoni, perdamaian, dan kebaikan di bawah penganiayaan dan mengalami kesengsaraan dan agresi semacam itu memberinya "perasaan surealis." Dia juga mencatat bahwa ajaran utama Falun Gong, Sejati-Baik-Sabar, harus menjadi prinsip panduan dalam masyarakat kita dan dalam kehidupan kita.

Karlis Poznakovs, kepala departemen hubungan masyarakat Dewan Kota Rezekne (di sebelah kiri), dan Wakil Rektor Gunars Strods (kanan)

Juris Vilums, seorang anggota Parlemen Latvia, berbicara kepada hadirin dan mengatakan bahwa anggota Parlemen Latvia telah mendengar dari perwakilan Kanada tentang kekejaman Partai Komunis Tiongkok di Tiongkok dan berbicara tentang masalah yang tercermin dalam pameran ini. Dia mengatakan bahwa, meskipun semuanya tampak jauh dari kita, kita seharusnya tidak terganggu, karena kita tidak pernah tahu kapan hal itu akan terjadi kepada kita. "Jadi berhati-hati, toleran, dan baik hati, tetapi pada saat yang sama, juga bertanggung jawab secara politik."

Anggota Parlemen Latvia Juris Vilums

Profesor Vladislavs Paurs, seorang seniman terkenal di Rezekne, sangat tersentuh oleh kemurnian dan teknik karya, serta makna yang mendalam. Dia mengatakan bahwa meskipun penganiayaan di Tiongkok, pameran itu menawarkan harapan. Dia mencatat, "Pameran ini benar-benar menarik dan tidak akan membuat orang acuh tak acuh."

Rezekne Academy of Technologies Profesor Vladislavs Paurs

Profesor Irena Silinevica berkata, “Itu adalah penemuan bagi saya. Bagaimana nasib gerakan spiritual ini dan bagaimana rezim berusaha menghancurkannya. Itu sangat menyentuh saya. Tentu saja, saya senang saya bisa berada di sini untuk melihatnya, dan ini akan memberi saya wawasan yang lebih dalam. Saya ingin berterima kasih kepada penyelenggara pameran karena berbicara tentang hal itu di seluruh dunia melalui seni. ”

Rezekne Academy of Technologies Profesor Irena Silinevica

Wakil Rektor setuju bahwa pameran itu tidak akan membuat siapa pun tidak peduli, bahwa itu adalah pameran yang sangat mengesankan. Favoritnya sendiri adalah lukisan "Mending the Cosmos." Setiap kali dia melihatnya, dia berkata, dia menemukan lebih banyak detail. Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan bahwa dia telah mendengar tentang penganiayaan di masa lalu dan bagaimana praktisi Falun Gong di seluruh dunia sedang mencoba untuk mengakhiri penganiayaan di Tiongkok. Dia menyatakan harapan bahwa penganiayaan tragis ini akan berakhir dan berharap para praktisi di Tiongkok diberi kekuatan untuk bertahan.

Rezekne Academy of Technologies Deputi Rektor Gunars Strods

Juris Vilums, aktivis sosial Latgale (Latgale adalah salah satu dari empat wilayah sejarah dan budaya Latvia) dan Anggota Parlemen, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia telah mendengar tentang gerakan Falun Gong sebelumnya dan karena itu sudah memiliki gagasan tentang apa yang akan ditunjukkan. Vilums mengatakan bahwa lukisan-lukisan yang menggambarkan kekejaman yang terjadi di Tiongkok serta yang menunjukkan kebaikan mengalahkan kejahatan, memiliki dampak terbesar pada dirinya. Dia menyatakan harapan bahwa lebih banyak orang di Barat akan membicarakannya dan kemudian akan ada harapan bahwa seluruh dunia akan dapat membantu mereka yang menderita dari kejahatan ini.

Seorang wartawan dari surat kabar "Rezeknes Vestis" mengatakan bahwa dia telah meliput banyak acara dan pameran, tetapi ini adalah yang pertama yang menyentuhnya sangat dalam. Dia juga ingin belajar lebih banyak tentang Falun Gong. Dia mengatakan bahwa penyelenggara pameran - praktisi Falun Gong - sedang "menerangi jalan" dan mengucapkan selamat dan sukses.

Pameran di Rezekne Academy of Technologies akan berlangsung hingga 6 Oktober 2018.