(Minghui.org) Pada Sabtu sore, 24 April 2021, praktisi Falun Dafa berkumpul di depan Kedubes Tiongkok, Jakarta maupun di depan Konjen Tiongkok, Surabaya, untuk memperingati Permohonan Damai sekitar 10.000 praktisi Dafa di Kantor Urusan Permohonan di Beijing dua puluh dua tahun silam, tepatnya pada tanggal 25 April 1999.

Mereka menghimbau agar pemerintah membebaskan sekitar 45 rekan mereka yang ditangkap secara semena-mena oleh kepolisian Tianjin beberapa hari sebelumnya dan memohon hak untuk berlatih Falun Dafa (disebut pula Falun Gong) secara bebas.

Satu hal yang tidak diketahui saat itu, penangkapan puluhan praktisi di Tianjin sesungguhnya merupakan awal dari rencana sistematis jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memusnahkan Falun Dafa. Pimpinan PKT saat itu, Jiang Zemin memelopori rencana keji tersebut, karena dipicu oleh iri hati melihat perkembangan Falun Dafa yang sedemikian pesat, hanya dalam kurun tujuh tahun sejak diperkenalkan ke publik pada tahun 1992, telah menarik minat sekitar 100 juta rakyat Tiongkok untuk berlatih dan menerapkan prinsip Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Disamping itu, prinsip dasar Falun Dafa: Sejati-Baik-Sabar dipandang bertentangan dengan ideologi dan kebijakan PKT yang menerapkan Kebohongan-Kekerasan-Teror.

Aksi Damai di Jakarta

Spanduk-spanduk yang dibentangkan dalam aksi damai sore itu, menyerukan dihentikannya penganiayaan terhadap Falun Dafa, dihentikannya praktik pengambilan organ hidup-hidup dari para praktisi yang ditahan karena keyakinannya; juga menyerukan agar Jiang Zemin diajukan ke muka pengadilan karena kejahatan kemanusiaan dan genosida yang dilakukannya terhadap praktisi Falun Dafa di Tiongkok daratan. 

Aksi damai praktisi Falun Dafa di depan Kedubes Tiongkok, Jakarta


Koordinator Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali menyampaikan orasinya

Selain membentang spanduk, koordinator dari Himpunan Falun Dafa Indonesia, koordinator dari LSM Global Human Rights Efforts juga menyampaikan orasi mereka yang menyerukan agar kejahatan HAM berat terhadap Falun Dafa yang telah berlangsung 22 tahun ini - segera dihentikan. Sementara itu, direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyampaikan pesan mereka untuk dibacakan saat kegiatan, yang antara lain berbunyi: “YLBHI mendukung kebebasan berpendapat, berkumpul, berserikat bagi siapapun, termasuk Falun Gong.”


Praktisi mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang melintas

Banyak anggota masyarakat yang melintas memberikan dukungan mereka. Dua wanita setengah baya mengatakan semoga kegiatan sukses dan mereka akan membantu dengan doa. Sepasang suami istri Tionghoa Indonesia dengan dua anak yang tengah melintas menyatakan dukungan mereka bagi kegiatan praktisi, ketika mendengar musik perangkat latihan ketiga, sang suami berseru, “Musiknya bagus yah!” Seorang pejalan kaki lainnya berkata bahwa dia tahu Falun Gong tengah dianiaya oleh pemerintah komunis Tiongkok, tetapi tidak tahu bahwa organ tubuh praktisi bahkan dicangkok hidup-hidup untuk memasok industri transplantasi Tiongkok. “Itu terlalu kejam, tidak bisa ditolerir,” ujarnya.

Mengenang ribuan rekan-rekan praktisi di Tiongkok yang telah kehilangan jiwa mereka akibat penganiayaan Partai Komunis Tiongkok

Menjelang malam, praktisi juga menyalakan lilin untuk mengenang ribuan praktisi yang telah kehilangan jiwa mereka akibat penyiksaan dan penganiayaan PKT.

Aksi Damai di Surabaya

Pada sore hari yang sama, praktisi di Surabaya juga melakukan aksi damai dan nyala lilin di depan Konsulat Jenderal Tiongkok di Jl. Mayjen Sungkono. Serupa dengan kegiatan di Jakarta, banyak anggota masyarakat yang tengah melintas – memberikan dukungan moril mereka bagi upaya-upaya damai praktisi dalam mengungkap kejahatan Partai Komunis Tiongkok, serta menghentikan penganiayaan.

Aksi damai di depan Konjen Tiongkok di Surabaya

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Kegiatan Komunitas Lainnya (di Indonesia)