Sembuh dari Kelumpuhan dan Kanker Payudara Ditengah Penganiayaan

(Minghui.org) 1. Lumpuh karena menderita nekrosis (mati rasa) pada bagian atas tulang paha; sembuh dalam lima hari
Ma Zhongbo (wanita) tinggal di Desa Minhe, Kotapraja Ashihe, Provinsi Heilongjiang. Pada tahun 1998, saat berumur 27 tahun, dia mengalami cedera kaki. Setelah berkonsultasi dengan para ahli dari Rumah Sakit Heilongjiang, Universitas Kedokteran Harbin dan Institut Penelitian Nekrosis Tulang Paha Harbin Utara, dinyatakan menderita penyakit nekrosis parah pada kedua tulang paha bagian atas. Dia pergi ke beberapa rumah sakit untuk berobat, tapi sia-sia. Dia bahkan menghabiskan uang ribuan yuan untuk pengobatan. Menjelang akhir tahun 1998, kakinya sangat sakit dan lumpuh. Karena sangat sakit, dia hanya dapat merangkak dan tidak dapat mengurus kehidupannya sehari-hari. Saat itu keluarganya sangat miskin. Dia menjual rumahnya dan membawa putrinya ke rumah orang tuanya.

Menghadapi keretakan keluarga dan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dia sangat depresi. Dia bermaksud menemui anggota keluarga dan kerabatnya untuk terakhir kali saat tahun baru Imlek 1999 dan kemudian melakukan bunuh diri agar dapat lepas dari siksaan rasa sakit. Kerabatnya ingin mencoba membantunya. Mereka memberikan buku Zhuan Falun kepadanya dan memberi tahu agar dia membacanya dengan seksama, dan berkata bahwa Falun Gong sungguh ajaib dalam menyembuhkan penyakit dan menjaga kebugaran tubuh.

Dia selesai membaca Zhuan Falun dalam dua setengah hari pada bulan Januari 1999. Dia dengan gembira berkata bahwa ini adalah sebuah buku yang sangat berharga, dan dia benar-benar tersentuh oleh apa yang tertulis didalam buku tersebut. Dia memahami mengapa dia menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan ini walaupun dia masih sangat muda. Lebih dari itu, dia memahami hal-hal lain yang sebelumnya tidak diketahui. Hari ketiga setelah membaca buku, dia ingin pergi ke tempat latihan Falun Gong. Selama tiga hari pertama dia merasakan fisik dan mentalnya berubah. Pada pagi hari kelima, dia merasa benar-benar sehat. Dia meminta seseorang untuk membawakan sepatunya. Dia memakainya dan meninggalkan tempat tidurnya. Dia berseru dengan keras, “Saya telah sembuh! Kaki saya tidak sakit lagi! Saya sekarang dapat berjalan!” Orang-orang disekitarnya merasa takjub. Saudarinya berkomentar mengenai parahnya penyakit, namun dia telah sembuh sangat cepat. Melihat perubahan yang dahsyat, para kerabatnya ikut berkultivasi.

Saat suaminya menemukan bahwa istrinya benar-benar telah sembuh dan bersemangat untuk hidup lagi, dia membawa istrinya pulang. Dia belajar Fa dan melakukan latihan juga. Pada saat yang bersamaan, dia mengikuti permintaan Guru untuk menjadi orang yang baik sesuai dengan prinsip “Sejati-Baik-Sabar.” Sebagai tambahan, dia sangat ketat mematut diri, memaafkan suaminya, merubah sikapnya terhadap orang-orang yang lebih tua dan melenyapkan sifat buruk dalam bermain Mah-Jong dan berjudi. Seluruh keluarganya sangat berbahagia.

2. Seorang dokter menyemangati dia untuk berbicara mengenai Falun Gong
Namun saat-saat bahagia tidak berlangsung lama. Pada tanggal 20 Juli tahun 1999, rejim Jiang dan Partai Komunis China (PKC) mulai menganiaya Falun Gong. Meskipun dia tidak lama berlatih Falun Gong, dia tahu bahwa siaran TV itu adalah bohong. Pikiran yang rasional membuat dia menyimpulkan bahwa semua propaganda TV adalah bohong, penipuan dan jebakan.

Pada bulan April tahun 2000 dia pergi ke Institut Penelitian Nekrosis Tulang Paha Harbin Utara untuk mengambil hasil CT-scan-nya. Ketika dokter yang mengetahui tentang penyakitnya melihat dia berjalan, dia sangat terkejut. Berdasarkan pengalaman klinis selama bertahun-tahun dia berkata, “Kamu bukan sembuh karena obat. Beritahu saya, orang mana yang telah menulis resep untuk menyembuhkan penyakit kamu?” Ma Zhongbo menjawab, “Saya tidak menggunakan resep orang sama sekali. Saya sembuh karena berlatih Falun Gong!” Mengetahui catatan medisnya yang lengkap dan siksaan rasa sakit yang dideritanya, dan sekarang melihat dia sehat, benar-benar mengejutkan dokter ini. Dia berkata, “Karena ini benar-benar suatu keajaiban, mengapa kamu tidak berbicara atas nama Falun Gong, karena acara TV mengatakan bahwa Falun Gong berbohong dan tidak dapat menyembuhkan penyakit?” Setelah mendengar hal ini, dia merasa malu karena tidak berbicara untuk Falun Gong lebih awal.

3. Hati Nuraninya mengatakan bahwa dia harus berbicara untuk Falun Gong
Dalam perjalanan pulang dari Harbin, Ma Zhongbo memikirkan lagi dan kemudian merasa dia harus berbicara untuk Falun Gong dan Guru.

Dia mengambil hasil CT-Scan dan diagnosisnya dan pergi ke Kantor Permohonan setempat. Dia menjelaskan fakta kebenaran bahwa Falun Gong telah menyelamatkan jiwa dan hubungan keluarganya. Namun petugas Kantor Permohonan setempat membawanya ke Kantor 610. Setelah petugas di sana mendengar ceritanya, mereka membawanya ke kantor polisi. Polisi tidak dapat memberikan alasan atas propaganda fitnahan tersebut, tetapi membawanya pulang ke rumah dan memperingatkan dia agar tidak memohon untuk Falun Gong.

Dia memutuskan untuk pergi ke Beijing untuk memohon bagi Falun Gong. Mengetahui keputusannya, ayahnya berkata, “Kamu harus pergi, jika tidak ada  yang pergi. Dafa telah menyelamatkan kehidupan dan keluargamu.”

Pada bulan Juni tahun 2000 dia pergi ke Beijing untuk memohon bagi Falun Gong. Dia ditangkap dan dibawa ke Pusat Penahanan Nomor 2 di Kota Acheng dimana dia secara tidak sah ditahan selama dua bulan. Dia melakukan protes dengan mogok makan selama penahanan dan meminta pembebasan tanpa syarat. Pada hari kesembilan aksi mogok makan, dia secara kasar dipaksa makan. Salah satu petugas memasukkan pipa ke dalam lubang hidungnya tujuh kali. Karena siksaan itu, perutnya berdarah, polisi membebaskannya setelah memeras uang 500 yuan dari keluarganya.

Pada bulan Oktober 2000, dia pergi ke Beijing lagi untuk memohon bagi Falun Gong. Petugas polisi di Biro Keamanan Zhongnanhai (komplek rejim Komunis) menyetrumnya dengan tongkat listrik, namun dia menentang keinginan mereka untuk meninggalkan Falun Gong. Malahan dia berteriak, “Falun Dafa Hao (baik)!” Dia sekali lagi dibawa kembali ke Kota Acheng dan kemudian dijatuhi hukuman selama satu tahun di kamp kerja paksa.

4. Disiksa sampai hampir meninggal di Kamp Kerja Paksa Wanjia, yang terkenal karena kekejamannya

Petugas di Kamp Kerja Paksa Wanjia berusaha untuk memaksanya memfitnah Dafa dan Guru. Untuk “mereformasi” dirinya, mereka mengirimnya ke divisi pria beberapa kali. Petugas dan tahanan secara kejam menyiksa mental dan fisiknya. Mereka memaksanya duduk di kursi besi selama tiga hari dan mencegahnya tidur selama beberapa hari. Empat penjaga pria dan seorang penjaga wanita menyeretnya di lantai saat memukul dan menendangnya. Punggung dan kakinya berdarah.

Dia ditahan di divisi pria selama sembilan hari. Selama itu, mereka memborgol pergelangan tangannya pada dudukan atas ranjang. Mereka melepaskan setelah dia tidak sadarkan diri. Saat dia sadar, mereka meneruskan penyiksaan terhadapnya. Sebagai tambahan, dia dipaksa berjongkok selama dua malam dan satu hari. Mereka juga memaksanya duduk di tempat duduk yang keras selama beberapa hari sekali. Daging di pantatnya membusuk dan keluar nanah dan darah. Kaki kanannya mulai membusuk dan bengkak sehingga dia benar-benar tidak dapat memakai sepatu. Dia tidak dapat berjalan selama lebih dari 20 hari dan menderita demam tinggi.

Payudaranya berubah merah dan bengkak akibat siksaan. Tubuhnya dipenuhi kudis. Kesakitan yang hebat membuatnya tidak dapat tidur. Walaupun demikian, para penjaga memaksanya kerja selama siang hari. Suatu hari, segumpal darah dan nanah menetes dari payudara kirinya. Dia hampir tidak mempunyai jaringan kulit pada payudara kirinya. Pihak berwenang kamp kerja paksa menyadari betapa serius kondisinya dan mengirimnya ke rumah sakit Kota Harbin, dimana dia dinyatakan menderita kanker payudara. Kamp Kerja Paksa Wanjia tidak mau bertanggung jawab, jadi mereka memberi tahu keluarganya untuk membawanya pulang.

5. Kanker payudara lenyap setelah melakukan latihan selama beberapa hari; dan setiap orang tersentuh oleh keajaiban ini

Saat itu, dia sangat kurus dan benar-benar lemas. Tubuhnya dipenuhi kudis dan nanah yang keluar dari payudaranya. Semua kerabat dan penduduk desa yang datang melihatnya meramalkan bahwa dia tidak akan hidup. Suaminya juga sama pendapatnya. Suaminya tidak mengacuhkan dan tidak menyukainya.

Saat Zhongbo memikirkan siksaan yang diderita dan situasi yang harus dihadapinya di rumah, dia menyadari betapa sulitnya untuk menjadi orang baik. Kadang-kadang dia ingin bunuh diri untuk terlepas dari penderitaan ini. Bagaimanapun, saat dia mendengar komentar kasar seperti, “Seorang praktisi Falun Gong juga menderita penyakit kanker payudara, dia tidak ingin hidup lagi, dan Falun Gong tidak dapat menyembuhkannya,” dan tetangganya bahkan berkata, “Bukankah kamu berkata Falun Gong menyembuhkan penyakit nekrosismu? Jika Falun Gong dapat menyembuhkan kanker payudaramu, seluruh desa akan percaya pada Falun Gong,” dia memutuskan untuk tetap hidup bagaimanapun sulitnya, kalau tidak, orang-orang yang tidak memahami kebenaran akan lebih percaya pada kebohongan pelaku kejahatan, dan rejim Tiongkok akan menggunakan kasusnya sebagai suatu kejadian untuk memfitnah Falun Gong.

Seorang praktisi menjemputnya untuk belajar Fa dan berlatih bersama di rumah praktisi itu. Dia bertanya padanya apakah dia ingin berlatih. Tubuhnya menggigil dan payudaranya yang bengkak mengeluarkan nanah. Dia mempunyai pembengkakan di ketiak dan lengannya. Dia berpikir, “Ya, mari berlatih.” Setelah dia berlatih sebanyak empat perangkat latihan, dia merasa nyaman dan bertenaga, dan bengkak di payudara, lengan dan ketiak lenyap!

Suami praktisi itu memperhatikan perubahan ini. Dia memberikan dua acungan jempol dan berkata, “Jika saya tidak melihatnya sendiri, saya tidak akan percaya, walau siapapun yang mengatakannya. Saya sebenarnya takut kamu akan meninggal di rumah saya.” Dia benar-benar sembuh setelah 20 hari berlatih dan belajar Fa. Payudaranya berangsur-angsur membentuk jaringan baru. Kecuali goresan luka besar, bentuk dan ukuran payudara barunya ini sama dengan yang sebelumnya.

Dia memutuskan untuk pulang pada hari dimana bapak mertuanya merayakan ulang tahun yang ke-66, dan rumah dipenuhi oleh teman-teman dan kerabat. Mereka berpikir dia telah meinggal karena tidak seorangpun mendengar kabarnya dan mereka kagum saat melihatnya, sehat dan cerah. Bapak mertuanya berkata, “Kamu sembuh lagi! Falun Gong benar-benar menakjubkan!” Tetangganya menambahkan, “Saya benar-benar percaya pada Falun Gong. Latihan Falun Gong dengan cepat menyembuhkan penyakit yang tidak dapat diobati ini. Falun Gong benar-benar baik!” Orang yang tahu mengenai keajaiban yang terjadi padanya tidak lagi percaya pada fitnahan siaran TV dan bahkan mendorong orang lain untuk berhenti menonton. Mereka berkata rejim Komunis berbicara bohong dan menganiaya orang baik.

6. Orang yang sebelumnya mengidap kanker payudara ini merawat bayi
Ma Zhongbo secara tidak terduga hamil saat dia berumur 36 tahun dan melahirkan anak perempuan pada bulan Maret 2007. Keesokan harinya, dia mempunyai ASI yang cukup untuk menyusui anaknya, bahkan dengan payudara kiri yang sebelumnya mengidap kanker. Jika Ma Zhongbo tidak berlatih Falun Gong, dia tidak dapat melahirkan dan menyusui anak perempuannya, dan mungkin sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Jelas sekali bahwa penganiayaan orang baik telah mengakibatkan bencana dan menurunkan moral masyarakat. Tidak terbantahkan bahwa langit akan memusnahkan PKC sesuai dengan prinsip, “Kebaikan akan mendapat berkah  dan kejahatan akan mendapat balasan.”

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2007/7/21/159220.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/8/6/88358.html