(Minghui.org) Sawah berundak-undak di kedua lereng bukit terjal dengan latar belakang deretan pohon kelapa yang melambai-lambai di kejauhan merupakan pemandangan unik di daerah Ceking. Ceking terletak di wilayah kecamatan Tegallalang – Gianyar, Bali, tepat berada di jalur lalu-lintas wisata dan niaga yang ramai. Tak seorang wisatawan pun yang melintas untuk mengabaikan Ceking tanpa turun dari kendaraannya. Mereka mengabadikan pemandangan indah Ceking dengan menggunakan kamera mereka. Ada juga yang tertarik untuk melihat-lihat kerajinan yang dipajang di toko-toko seni di sekitarnya. Tidak sedikit yang terperangkap dalam kerumunan pedagang acung yang menawarkan berbagai cendera mata.


Sepasang wisatawan dari Rusia dikerumuni oleh pedagang acung


Pada hari Kamis, 10 Desember 2009, praktisi Falun Dafa daerah Tegallalang membuka arena klarifikasi sekaligus menyelenggarakan latihan perdana di tempat tersebut. Bertempat di depan art shop milik seorang praktisi, latihan dimulai pada pukul 16.00 wit dan diikuti oleh 22 orang praktisi. Selain dari Tegallalang, peserta latihan juga berasal dari tempat yang cukup jauh seperti dari Desa Bilukan, dan Kota Gianyar.

Sekitar awal tahun 2009, praktisi Falun Dafa se-Bali pernah menyelenggarakan acara Jalan Sehat di Tegallalang. Kegiatan tersebut menempuh jarak sekitar 5 km dengan start dari Ceking dan berakhir di Banjar Penusuan. Sama dengan Jalan Sehat waktu itu, pembukaan tempat latihan di Ceking ini juga bertujuan untuk mengenalkan Falun Dafa di daerah yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Menurut Nyoman Urip (50 tahun), dengan berlatih di tempat terbuka ini, praktisi sekaligus bisa memperkenalkan Falun Dafa kepada masyarakat sekitarnya.


Praktisi Falun Dafa sedang berlatih Gong


Pada latihan perdana ini terdapat dua orang yang baru pertama kali ikut berlatih. Mereka masing-masing dibimbing oleh seorang praktisi untuk mempelajari gerakan latihan. Salah satu dari mereka bernama ibu Jero Padma (38 tahun), karyawati swasta dari Banjar Sapat. Wanita ini mengatakan ikut berlatih Falun Dafa untuk berolah raga dan ingin memperoleh ketenangan. Ia mengaku menderita sakit maag. Setelah latihan dia berkata kepada koresponden KebijakanJernih.net, “Terasa enak di badan setelah berlatih.”


Praktisi Falun Dafa sedang bermeditasi


Latihan Falun Dafa di Ceking diadakan setiap hari Kamis. Ini melengkapi jadwal latihan Falun Dafa yang telah ada sebelumnya di daerah Tegallalang dan Ubud. Informasi selengkapnya adalah sebagai berikut: Senin di Bilukan, Selasa di Banjar Penusuan, Rabu di Pupuan dan Tebongkang, Kamis di Ceking, Jumat di Pura Gunung Kawi-Sebatu, Sabtu di Kota Ubud.


Orang-orang memperhatikan praktisi dari kejauhan


Latihan perdana Falun Dafa di Ceking menjadi pusat perhatian setiap orang yang melewati jalan tersebut. Para wisatawan melemparkan pandangan ke arah praktisi yang sedang berlatih dari kendaraan mereka yang sedang meluncur. Para karyawan toko di sekitarnya menyaksikan praktisi Falun Dafa berlatih untuk pertama kalinya. Akankah mereka ikut berlatih di kemudian hari? Semua ditentukan oleh takdir pertemuan mereka masing-masing!