(Minghui.org) Puluhan masyarakat Yogyakarta mengikuti Workshop Pengenalan Falun Dafa di Hotel Heryon, Yogyakarta, Minggu (9/10/2011). Mereka tampak antusias mengikuti kelas pengenalan metode kultivasi atau pengolahan jiwa dan raga ini.

Acara diawali dengan pemutaran video penyebaran Falun Dafa di seluruh dunia, di mana saat ini Falun Dafa sudah menyebar di lebih dari 100 negara.

Kemudian, pembicara pertama menjelaskan secara singkat tentang Falun Dafa serta penyebaran Falun Dafa di China dan juga di dunia.


Seorang praktisi sedang memperkenalkan Falun Dafa di workshop






Para peserta melakukan latihan Falun Gong


"Falun Dafa diperkenalkan pada tahun 1992 di China. Hingga kini, Falun Dafa sudah tersebar di lebih dari 100 negara di dunia. Falun Dafa adalah metode untuk berkultivasi jiwa dan raga, yang merupakan bagian dari kebudayaan China tradisional," lanjutnya.

Pembicara kemudian menjelaskan, pengolahan raga dalam Falun Dafa dilakukan dengan melatih lima perangkat gerakan. Sedangkan pengolahan jiwa dilakukan dengan belajar 'Hukum serta Prinsip Alam Semesta' melalui buku Zhuan Falun.

Sejumlah praktisi Falun Dafa juga menceritakan pengalamannya dalam workshop pengenalan tersebut. Seorang praktisi laki-laki, 50 tahun menceritakan bahwa penyakit asma yang dideritanya sembuh setelah melatih tubuh dan jiwanya dengan metode Falun Dafa.

"Kondisi dan daya tahan tubuh saya juga membaik setelah berlatih Falun Dafa. Selain itu, istri saya juga sembuh dari penyakit jantung dan alergi dingin," tutur praktisi Falun Dafa asal Lampung tersebut.

Para peserta workshop pun sangat antusias mengikuti acara itu. Bahkan, sebagian dari mereka tidak habis pikir, kenapa metode yang sebagus ini bisa diajarkan secara gratis.

"Kalau tidak ada iuran, tidak ada pendaftaran keanggotaan, kalau ada kegiatan seperti ini dananya dari mana?" tanya seorang peserta Workshop.

Praktisi menjelaskan, semua kegiatan Falun Dafa bersifat gratis. Namun, ada banyak praktisi yang telah merasakan manfaat besar dari Falun Dafa kemudian berkeinginan berbagi informasi tentang Falun Dafa kepada anggota masyarakat lainnya.

"Contohnya saya, sebelum berlatih Falun Dafa, biasanya satu bulan biaya untuk berobat bisa 3 juta. Tapi setelah sekian tahun berlatih Falun Dafa, tubuh saya menjadi sehat dan tidak perlu berobat lagi. Bukan berarti secara paksa tidak boleh minum obat, tapi karena saya sudah sehat jadi tidak perlu minum obat," tuturnya.

Praktisi pun menceritakan, bahwa sebagian dari uang yang berhasil dihematnya kemudian digunakan untuk mencetak brosur. Brosur tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagi informasi tentang Falun Dafa kepada masyarakat.

Praktisi lainnya, yang juga seorang dokter mengatakan, hasil riset di tiga negara pada tahun 1998 menyatakan efektivitas penyembuhan Falun Dafa adalah 98 persen lebih. Dari 28 ribu praktisi yang diteliti, 98 persen sembuh total, 1,6 persen membaik dan hanya sekitar satu persen yang tidak ada perubahan.

Penyakit-penyakit yang tersembuhkan diantaranya jantung koroner, kanker dan penyakit kronis lainnya. Namun, menurutnya, Falun Dafa bukanlah metode untuk menyembuhkan penyakit. Melainkan, sebuah metode yang efektif untuk meningkatkan kondisi kesehatan jiwa dan raga. Ketika kondisi kesehatan jiwa dan raga membaik, maka penyakit yang diderita tubuh akan secara alamiah tersembuhkan.