(Minghui.org) Saya lahir pada tahun 1956, satu-satunya putri di keluarga saya. Sewaktu saya masih sangat kecil, ada kelaparan di China yang berlangsung selama tiga tahun. Kami sangat beruntung karena orang tua saya, keduanya adalah dokter. Tiga saudara saya dan saya selamat dari kelaparan, tapi kelaparan dan kerja keras berakibat buruk bagi ayah saya. Dia harus pensiun sebelum 40 tahun karena sakit.

Revolusi Kebudayaan

Pada tahun 1966, ketika saya berumur 11 tahun, Partai Komunis China (PKC) memulai Revolusi Kebudayaan. Ibu adalah seorang dokter di sebuah sekolah menengah di kota dan anggota PKC. Karenanya ia dicap sebagai "kapitalis" dan terus menghadapi penghinaan dan kritik publik. Suatu hari ia menolak untuk menerima pelecehan lagi dan meninggalkan kami.

Setelah itu, ayah saya dibawa pergi dari kami. Itu terjadi pagi-pagi di tengah musim dingin. Di luar bersalju dan abu-abu. Adik saya yang berumur sembilan tahun, nenek, dan saya sedang tidur ketika seseorang menggedor pintu. Ayah yang sedang beristirahat di ruangan lain, terbangun. Nenek berbisik kalau itu pastilah Pengawal Merah yang datang karena ibu. Dengan marah ayah saya pergi dengan pemimpin Pengawal Merah untuk menuntut keadilan. Kami tidak pernah mengira kalau dia tidak akan pernah kembali. Kami mendengar bahwa ia didiagnosis kanker perut dan meninggal beberapa bulan kemudian.

Ketika lebih besar, kakak laki-laki kedua saya memberitahu bahwa dia, juga adalah korban dari Revolusi Kebudayaan. Ketika Pengawal Merah tidak bisa menemukan ibu, mereka melampiaskan rasa frustasinya ke dia. Mereka memerintahkannya berlutut di tengah lapangan dan semua murid dan mahasiswa berlari mengelilinginya. Pengawal Merah juga memerintahkan mereka untuk menghinanya. Kakak kedua saya tinggal di sekolah sedangkan kami tinggal dengan ibu di daerah pedesaan. Sampai hari ini, kakak saya masih gemetaran penuh kemarahan ketika ia berbicara tentang hari-hari itu.

Masa Kecil yang Susah

Ada empat anak di keluarga kami. Anak laki-laki tertua 15 tahun dan termuda 10 tahun. Ibu saya harus menghidupi empat anak dan dua pasang orang tua dengan gajinya yang minimal. Susah untuk membayangkan kesulitan yang dia hadapi.

Orang-orang mengharapkan masa kecil yang polos dan bahagia, tapi saya dipenuhi dengan kesulitan, ketakutan, kebencian, dan kebingungan. PKC menciptakan berbagai tragedi seperti yang menimpa kami, sementara beberapa keluarga mengalami yang lebih buruk.

Ibu saya mengatakan saya memiliki kesehatan yang lemah sejak saya masih kecil, dan saya menderita stenosis mitral dan anemia. Saya dibesarkan dalam keluarga orang tua tunggal, dan Revolusi Kebudayaan memaksa semua orang berjuang untuk bertahan hidup. Saya menjadi semakin angkuh, keras kepala, dan penuh semangat. Tidak ada yang bisa menghentikan saya untuk memperjuangkan kepentingan dan melindungi diri sendiri. Saya mengumpulkan segudang penyakit saat mencapai umur 40. Saya mengidap peradangan usus luar, borok usus kecil, kolesistitis kronis, dan penyakit parah yang tidak terdeteksi. Selain itu, saya didiagnosa menderita rematik sistemik pada tahun 1994. Sementara itu, pernikahan saya memburuk. Ketika saya merasa putus asa, saya beruntung menemukan Falun Gong pada tahun 1996.

Menemukan Falun Gong


Pada September 1996, saya mengunjungi seorang rekan di tempat kerja yang tinggal di lantai bawah dan dia mengatakan kepada saya tentang Falun Gong. Dia mengatakan bahwa Falun Gong memiliki kekuatan penyembuhan yang ajaib dan memelihara moralitas seseorang. Saya tidak percaya qigong dapat mengobati setiap penyakit, karena saya telah mencoba hampir segalanya.

Sebelum saya mulai berlatih Falun Gong, saya minum obat seolah-olah itu adalah makanan. Saya minum obat Barat dan China setiap hari, namun mereka tidak meningkatkan kesehatan saya. Saya mempunyai kulit yang sakit-sakitan, kehilangan selera makan, dan mengalami kesulitan tidur di malam hari. Penyakit membuat saya jadi emosional, dan saya bertengkar terus menerus dengan suami. Saya juga sering memarahi anak saya, sehingga tidak ada kedamaian di rumah. Akhirnya suami dan anak saya memutuskan mereka tidak tahan lagi, dan suami saya ingin menceraikan saya. Saya merasa seolah-olah hidup saya berakhir, dan berada di ambang kehancuran. Saya didiagnosis menderita histeria dan harus mengambil cuti sakit. Saya tidak mampu bangun dari tempat tidur, bahkan ketika berhasil bangun, saya tidak mampu melakukan pekerjaan rumah tangga. Saya tidak bisa membungkuk untuk menyapu lantai dan tidak bisa jongkok untuk mencuci. Air dingin membuat nyeri sendi saya tambah parah. Saya tinggal di tempat tidur selama 20 bulan dan menangis setiap hari. Saya gemetaran ketika memikirkan kedalaman putusasa yang menenggelamkan saya hari-hari itu.

Saya akan mencoba apa saja untuk mengobati penyakit saya, termasuk banyak sekolah qigong. Saya melatih mereka siang dan malam, tapi tidak ada yang membantu, dan bahkan menjadi lebih buruk. Saya didiagnosis menderita peradangan kantong empedu kronis yang terparah dari masalah kesehatan lainnya. Saya begitu marah sampai melepas semua qigong sama sekali. Itulah sebabnya saya tidak percaya ketika rekan saya mengatakan bahwa Falun Gong mampu mengobati penyakit. Dia juga mengatakan Falun Gong bisa membantu meningkatkan moralitas dan watak seseorang. Saya ingin menghilangkan temperamen buruk saya, jadi saya membawa buku Zhuan Falun pulang.  

“Saya akhirnya menemukan kamu.”

Saya berbaring di atas tempat tidur ketika belajar Zhuan Falun (buku teks utama Falun Gong) untuk pertama kalinya, karena saya tidak tahu itu tidak sopan. Setelah setengah buku, saya bangun dari ranjang dan memegang buku dalam pelukan. Saya merasa seolah-olah saya telah menjadi tunawisma untuk waktu lama dan akhirnya menemukan ibu saya. Saya mulai menangis, sambil berteriak dalam hati, “Saya akhirnya menemukan kamu! Kenapa saya tidak menemukan buku ini lebih cepat?” Air mata kembali mengalir ketika saya teringat kembali hari itu. Itu adalah permulaan dimulainya perjalanan saya kembali ke jati diri yang sejati saya.

Penyakit hilang


Hari pertama saya mulai berlatih Falun Gong, saya mengalami kesulitan membungkuk atau berjongkok. Menjadi lebih mudah keesokan harinya, dan saya bisa bergerak dengan mudah hanya dalam beberapa hari. Semua penyakit saya menghilang dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Kami tinggal di lantai paling atas sebuah gedung di musim dingin 1996. Pipa-pipa sering membeku. Kami harus menambahkan air panas ke air keran ketika kami mencuci sayuran. Suatu hari saya berkata, "Sangat merepotkan untuk mendapatkan air panas dari bawah. Saya akan mencuci sayuran ini dengan air dingin saja." Suami saya heran, karena saya sudah tidak dapat menggunakan air dingin selama dua tahun. Dia berseru, "Kau mencuci sayuran dengan air dingin? Bahkan saya tidak tahan. Tidakkah tangan kamu membeku dan sakit?" Saya menunjukkan tangan saya kepadanya untuk meyakinkan dia bahwa tangan saya baik-baik saja. Ketika saya sakit dulu, tangan saya akan membengkak ketika menyentuh air dingin. Suami saya terkesan. "Falun Gong memang luar biasa," komentarnya.

Sebuah hidup baru

Saya menjadi penuh energi dan dapat berjalan cepat sejak saya mulai berlatih Falun Gong, dan saya bisa mengurus semua pekerjaan rumah tangga. Saya menjadi giat di tempat kerja, tapi tidak pernah merasa lelah setelah hari yang panjang di tempat kerja. Sekarang saya sehat dan pikiran saya juga tenang. Saya tersenyum sepanjang waktu dan bisa menikmati hidup lagi. Saya telah benar-benar berubah.

Berkat Falun Gong, saya benar-benar telah mengubah cara saya melihat dunia, dan tahu bagaimana harus memperlakukan diri sendiri. Baik moralitas maupun watak saya meningkat. Perubahan kesehatan dan temperamen saya juga mempengaruhi kehidupan keluarga saya. Ibu mertua dan suami saya telah bahagia lagi. Anak saya bisa tumbuh dalam keluarga yang bahagia, dan seluruh keluarga saya bahagia. Saya bermandikan kemuliaan Falun Gong setiap hari. Saya merasa hidup saya dipenuhi dengan makna dan semangat dan saya sangat gembira.

Semua orang yang mengenal saya berkomentar bahwa saya telah berubah. Saya tampak lebih muda dan lebih energik, dan kulit saya tampak membaik dan lebih baik. Saya berumur lebih dari 40, saya sering keliru dikira seorang gadis berumur 20-an. Saya tahu itu semua berkat latihan Falun Gong. Ia telah memberi saya kehidupan kedua, dan saya ingin berterima kasih kepada Guru dan Falun Gong.

Tantangan

Saya membeli skuter di bulan Maret 2004, dan membawanya untuk mengambil tes mengemudi di hari berikutnya. Saya baru belajar mengendarai skuter dan tidak akrab dengan kondisi jalan, sehingga menabrak tiang listrik. Saya terlempar, menghantam batu, dan membutuhkan lima jahitan di kepala. Dokter mendesak saya untuk CT scan dan X-ray, tapi saya memutuskan bahwa saya akan baik-baik saja karena ada Guru yang menjaga saya. Dokter khawatir saya mungkin mengalami geger otak dan meminta suami untuk mengawasi. Dia juga memberikan resep banyak obat. Suami tahu saya telah baik-baik saja selama bertahun-tahun karena telah berlatih Falun Gong, jadi dia meletakkan obat itu dan tidak meminta saya meminumnya. Namun ia meminta ibu mertua untuk bantu menjaga saya. Malam itu saya berbaring di ranjang karena kaki saya terluka, tapi saya sudah bisa bangun keesokan harinya dan latihan Falun Gong.

Ibu mertua sangat khawatir, dia terus mendesak saya untuk melakukan pemeriksaan medis. Pergelangan tangan kiri benar-benar sakit, tapi saya sangat tenang. Untuk menenangkan dirinya, saya setuju untuk melakukan X-ray tujuh hari kemudian. Dokter bertanya, "Apakah kamu memasang piringan plat?” “Tidak,” jawab saya. “Apakah kamu minum obat?” “Tidak.” Dokter tercengang. “Kamu tidak memasang piringan plat atau minum obat apapun, tapi tulang kamu telah sembuh dengan baik. Apa kamu tahu bahwa kamu mengalami patah tulang” Ada pepatah China yang mengatakan, “Dibutuhkan 100 hari untuk menyembuhkan patah tulang.” Namun saya mulai memasak setelah 12 hari kecelakaan. Bukankah itu sebuah keajaiban?

Setelah itu ibu mertua sangat terkesan dengan Falun Gong, dan dia terus memujinya. Saya kemudian memberikan dua "jimat" ("jimat" = Di China, para praktisi terkadang mengklarifikasi fakta dengan memberikan orang sesuatu yang kecil untuk digunakan atau disimpan, mengandung beberapa kata yang mengingatkan mereka akan kebaikan Falun Gong) Falun Gong dan mengajarkannya untuk mengulang, "Falun Gong baik." Dia mengingatnya dan sering mengucapkan kata-kata itu. Dia juga memberikan salah satunya kepada adiknya karena dia sakit.

Ibu mertua saya

Pada tanggal 3 Januari 2006, ibu mertua naik sepeda ke pasar ketika dia terpeleset dan jatuh. Salju telah turun beberapa hari sebelumnya dan tanah berubah menjadi es yang licin. Dia bangun dan merasa baik-baik saja, jadi dia kembali naik sepeda dan berangkat ke pasar. Malam itu dia memutuskan untuk berjalan-jalan setelah makan malam. Dia kembali jatuh sekali lagi ketika mencapai pintu masuk ke gang. Belakang kepalanya menghantam tanah keras, dan dia ketakutan. Dia teringat pernah mendengar seorang manager hotel yang belum berumur 40 jatuh dari tangga dan setelah beberapa saat meninggal.

Dia menjadi semakin takut, dan berbaring di tanah untuk beberapa waktu. Dia merasa bisa bergerak, jadi memutuskan untuk mencobanya. Ketika bangun, dia tidak menemukan apa-apa dibelakang kepalanya dan menggerak-gerakkan anggota tubuhnya dan merasakan semuanya baik-baik saja. Dia sangat gembira. Ketika saya pulang keesokan harinya, dia dengan gembira menceritakan mujizat yang dialaminya, dan bertanya apakah itu Falun Gong yang menyelamatkannya. Saya menjawab dengan penuh semangat, "Memang, pendiri Falun Gong telah menyelamatkan hidup Anda." Dia sekarang bahkan lebih percaya pada Falun Gong.

Ibu mertua saya menceritakan kisah lain. Adiknya (paman saya) memakai "jimat" Falun Gong sepanjang hari. Suatu hari ia pergi ke pasar yang lima mil jauhnya dengan sepeda. Jalannya sempit, dan mobil yang datang dari arah berlawanan menjatuhkannya ke dalam selokan di sisi jalan. Paman saya berumur hampir 70, tapi ia bahkan tidak menderita goresan sedikitpun. Setelah menegakkan sepeda, dia kembali menaikinya dan buru-buru ke pasar seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Saya pernah memperkenalkan Falun Gong kepada paman saat ia menjalani pemeriksaan fisik di rumah sakit pada tahun 2005, tetapi ia takut bahkan untuk mendengarkan karena PKC. Dia mendekati saya setelah kecelakaan ini dan meminta untuk belajar latihan Falun Gong. Dia juga mengajarkan adiknya untuk berlatih Falun Gong. Ibu mertua mengatakan kepada saya dua bulan kemudian, "Paman kamu sekarang bebas dari masalah perut setelah berlatih Falun Gong selama dua bulan. Berat badannya telah bertambah, dan kulitnya juga telah membaik."

Sejak Jiang Zemin dan PKC mulai menindas Falun Gong pada 20 Juli 1999, saya telah menghadapi cuci otak, penangkapan, dan penahanan seperti yang telah dialami praktisi lain, tapi saya tetap teguh akan keyakinan saya pada Guru dan Falun Gong. Sejak saya mulai berlatih, saudara ipar dan paman saya telah mempelajari Zhuan Falun dan mulai berlatih. Saya percaya akan ada semakin banyak orang yang mulai berlatih Falun Gong di masa depan.

Chinese version click here
English version click here