Para pesepeda “Ride 2 Freedom” sedang menenangkan pikiran sebelum konferensi pers di Philadelphia di National Historical Park pada tanggal 12 Juli 2015

(Minghui.org) Terinspirasi dan bersemangat adalah perasaan saya setiap kali melihat artikel media atau video tentang Ride 2 Freedom. Para pesepeda ini, berusia 11 hingga 25 tahun, adalah praktisi muda Falun Gong yang membangkitkan perhatian terhadap penganiayaan Falun Gong di Tiongkok dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh orang dewasa.

Beberapa dari kami adalah praktisi dewasa yang memiliki pengalaman media berusaha untuk menulis keterangan pers bagi para pesepeda, tetapi pada akhirnya, mereka bisa menulis keterangan pers yang lebih baik karena kemurnian hati, fokus, dan keteguhan mereka.

Jadi, daripada menggambarkan Ride 2 Freedom dengan kata-kata saya sendiri, saya akan mengutip keterangan pers mereka:

Ride 2 Freedom adalah sebuah tim dengan puluhan pemuda-pemudi mewakili 15 negara, antara lain: Prancis, Jerman, India, Iran, dan Tiongkok. Perjalanan sejauh 3.000 mil dimulai dari Los Angeles dan berakhir di Washington D.C. Para pesepeda ini tidak memiliki pengalaman profesional dalam bersepeda, namun mereka menaiki bukit dan menerjang gurun. Mereka membangkitkan perhatian terhadap penganiayaan Falun Gong yang sudah berlangsung selama 16 tahun, sebuah latihan spiritual di Tiongkok. Misi utama Ride 2 Freedom adalah menyelamatkan lima anak yatim piatu dan membawa mereka ke negara yang bebas: anak-anak menyelamatkan anak-anak.

Anak-anak yang tak terhitung jumlahnya telah menjadi yatim piatu, terpisah dari orangtua mereka, atau bahkan disikapi secara brutal oleh Partai Komunis Tiongkok terutama karena keluarga mereka berlatih Falun Gong.

Selama perjalanan mereka di 19 kota di seluruh Amerika Serikat, para pesepeda ini dipublikasikan oleh TV, radio, media cetak, dan berbagai media di Internet. Mereka juga mendapatkan dukungan dari para anggota dewan dan tokoh-tokoh terkemuka lainnya termasuk pemimpin Hak Sipil Rev. Jessie Jackson.

Konferensi Pers

Para pesepeda tiba di Philadelphia menjelang siang hari (12 Juli) untuk mengadakan konferensi pers di Independence National Historical park, rumah bagi Liberty Bell dan Independence Hall — tempat di mana Konstitusi Amerika Serikat ditandatangani. Sebelum konferensi pers dimulai, saya menyadari kemampuan mereka untuk berbaur dengan masyarakat berdasarkan basis individual adalah yang terbaik yang pernah saya lihat. Hampir semua orang yang mereka dekati untuk diajak berbicara tentang menghentikan penganiayaan dan mereka mendengarkan.

Duta Global Kristine Feng berbicara dengan para pengunjung National Historical Park tentang penganiayaan Falun Gong di Tiongkok

Selama konferensi berlangsung, pesepeda Nikita Kraiouchkine, 17 tahun, warga pinggiran Philadelphia, menerima sejumlah surat penghargaan atas nama tim Ride 2 Freedom, antara lain dari Senator AS Patrikc J. Toomey, Walikota Philadelphia Michael A. Nutter, dan Anggota Dewan Kota Philadelphia Dennis M. O’Brien, Mark F. Sequilla, dan Darrell L. Clarke.

Nikita (kanan) menerima surat penghargaan mewakili tim. Surat-surat penghargaan ini diserahkan oleh Pemimpin Tim Senior Keith Ware.

Dari para pesepeda yang berbicara, kita juga mempelajari bahwa sejumlah anggota tim berasal dari Tiongkok yang pernah mengalami penganiayaan. Sebagai contoh, Jimmy Ma, 15 tahun, bersama ibunya datang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi saat dia masih berusia 9 tahun. Saat dia berusia 3 tahun, ibunya dipenjara.

Flora Yan, 15 tahun, datang ke Amerika Serikat pada tahun 2013. Neneknya dipenjara selama tiga tahun dan mendapat perlakukan secara brutal saat ditahan.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai kisah pribadi dari para pesepeda, silakan saksikan video yang dibuat oleh Yayasan Life Story Library. Videonya berdurasi sembilan menit, namun saya meneteskan air mata di penghujung videonya: https://vimeo.com/132638435

Tur Terus Berlanjut

Para pesepeda meninggalkan Philadelphia dan melakukan perjalanan menuju Washington D.C, di sana mereka berharap bisa bertemu dengan Presiden Obama. Para pesepeda juga memiliki tujuan mendatangi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa anggota tim bisa pergi ke Tiongkok (bersama orang dewasa) untuk membawa kembali lima anak yatim piatu yang telah dipilih.

Berikut adalah kutipan dari surat Pemimpin Tim Annie Chen kepada Presiden Obama:

Presiden Obama, Anda adalah pemimpin negara paling kuat di dunia, sebuah negara yang dibangun berdasarkan prinsip kebebasan berkeyakinan.

Kita meminta bantuan Anda untuk membawa Jiang Zemin (inisiator penganiayaan) ke pengadilan, memberikan dukungan kepada para pemimpin duta global dari beberapa negara, dan menyelamatkan nyawa dari lima anak yatim piatu.

Ride 2 Freedom akan menyelenggarakan konser di Lincoln Memorial di Washington D.C pada hari Jumat, 17 Juli dari jam 18.00 hingga 20.00, kemudian diikuti acara nyala lilin selama satu jam.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website resmi Ride 2 Freedom di ride2freedom.us.

Artikel Terkait:

Young Cyclists Ride Across the Country to Rescue Orphans

English version click here