(Minghui.org) David Matas, seorang pengacara HAM internasional terkemuka yang berperan dalam membawa para penjahat Nazi ke pengadilan, menghadiri Kongres Dunia Hukum Kedokteran dan Biotika yang ke-24, di Universitas Tel Aviv, Israel, pada September ini.

Kongres bertempat di Hotel Dan di Tel Aviv, selama 2-6 September 2018. Matas mempresentasikan sebuah poster, mengenai panen organ secara paksa di Tiongkok, dimana sasarannya adalah praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani.

Selama lebih dari satu dekade, Matas dan mantan Menteri Luar Negeri Kanada David Kilgour, melibatkan diri dalam penyelidikan tersebut. Keduanya mempublikasi temuan mereka yang menegaskan, bahwa kejahatan pengambilan organ telah terjadi dan sedang berlangsung di Tiongkok. Bersama wartawan investigasi Ethan Gutmann, mereka mengeluarkan secara berkala pembaruandari laporan penyelidikan asli.

Selama kunjungannya ke Israel, Matas juga bertemu dengan direktur Departemen Kesehatan dan sejumlah perwakilan dari bidang medis, maupun perwakilan dari organisasi HAM dan hukum. Ia juga menemui sejumlah pengajar di Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Ben-Gurion di Negev, dan memberi ceramah pada mahasiswa kedokteran.

Matas menyampaikan pesan-pesan sebagai berikut:

1. Pariwisata transplantasi ke Tiongkok harus dicegah di Israel, masalah ini telah atur pada 2008, ketika Undang-undang Transplantasi Israel (Undang-undang Transplantasi Organ) diberlakukan karena bukti yang secara mengejutkan [dari orang-orang yang menerima organ yang bermasalah di Tiongkok] telah dipublikasikan.

2. Rumah sakit dan universitas tidak boleh berpartisipasi dalam kejahatan, dengan bekerja sama dalam transplantasi bersama kolega mereka di Tiongkok, agar tidak memberi legitimasi terhadap kejahatan dan dikucilkan dari komunitas kedokteran--karena para dokter tersebut terlibat dalam panen organ secara paksa. Yang artinya dilarang menghadiri konferensi transplantasi di Tiongkok, tidak mengizinkan adanya operasi transplantasi dari Tiongkok untuk mempresentasikan penelitian mereka di konferensi luar negeri, dan tidak memperbolehkan mereka untuk berlatih di negara-negara di luar Tiongkok.

Kongres Biotika di Universitas Tel Aviv

Terkait masalah panen organ oleh rezim Tiongkok seperti yang tampak dalam poster Matas —sebagian besar korbannya adalah tahanan hati nurani, dimana praktisi Falun Gong yang paling banyak menjadi korban—telah menarik perhatian para peserta konferensi. Banyak dari mereka mengamati poster itu dalam waktu lama, sebagian lagi memfoto poster tersebut untuk dibaca nantinya.

Poster David Matas atas praktek tidak bermoral dari panen organ secara paksa di Tiongkok oleh rezim Komunis dipresentasikan pada Kongres Dunia Hukum Medis dan Biotika ke-24 di Universitas Tel Aviv

Sejumlah orang yang masih berada di sana, mengajukan berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang paling banyak diajukan seperti: Bukti macam apa yang diberikan untuk panen organ secara paksa di Tiongkok? Apakah masih berlangsung hingga hari ini?

Matas menjawab dengan menjelaskan, bahwa kesimpulan ini didasarkan pada banyaknya praktek transplantasi organ, bahwa bukti yang dikumpulkan dan dikompilasi berasal dari laporan yang dipublikasikan oleh pusat kedokteran di Tiongkok. Tidak ada penjelasan yang masuk akal untuk sumber organ yang digunakan atau seberapa seringnya praktek tranplantasi organ yang terjadi di Tiongkok. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan angka yang diberikan oleh pemerintah Tiongkok sendiri untuk kemungkinan adanya sumber organ lain seperti dari tahanan terpidana mati atau donor sukarela.

Menurut Matas, pengumpulan bukti dari kasus panen organ secara paksa masih terus berlanjut, karena ada kesenjangan pada jumlahnya. Pemerintah Tiongkok selalu mengubah versi sumber asal organ setiap tahunnya, dan menyangkal tuduhan terhadap keberadaan praktek panen organ dari manusia yang masih hidup dan sehat, yang kebanyakan berasal dari praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani—namun mereka tidak dapat menjelaskan kesenjangan data yang besar antara potensi sumber yang legal--- dengan jumlah data transplantasi yang terjadi sebenarnya. Matas juga menegaskan bahwa “[di Tiongkok] tidak ada mekanisme yang menjamin tidak terjadinya kekerasan, bahkan sampai saat ini.”

Seorang agen asuransi untuk klaim kedokteran dari negara Asia berkata bahwa dia sering melakukan perjalanan ke Tiongkok dan bertemu dengan ahli bedah transplantasi untuk mengumpulkan bukti dimana terjadinya kasus asuransi. Awalnya, dia tidak percaya bahwa Tiongkok memiliki praktek panen organ yang dikelola oleh negara itu sendiri, namun setelah diskusi panjang dengan Matas, keyakinannya tampak telah terguncang.

Seorang ahli hukum dari negara Asia lain dan sekaligus seorang diplomat, tertarik pada topik ini dan berbincang dengan Matas secara panjang lebar. Dia berkata bahwa dia akan memberitahu pemerintahannya tentang praktek panen organ serta penganiayaan Falun Gong di Tiongkok.

Dua wanita sedang membaca poster David Matas mengenai panen organ secara paksa

Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ben-Gurion, Negev

David Matas seakan tak kenal lelah dalam menyampaikan pesan mengenai panen organ secara paksa di Tiongkok, kepada komunitas medis internasional dan kepada para akademisi di bidang medis.

Ternyata banyak di Universitas Ben-Gurion, Negev yang sudah mengetahui masalah ini, ingin mempelajari lagi secara lebih mendalam, dan tak sabar ingin menyampaikan pesan ini kepada para pejabat senior di bidang keperawatan dan transplantasi di Kementerian Kesehatan.

Sekitar 30 mahasiswa kedokteran dari luar negeri termasuk Amerika, Kanada, dan Australia, beserta para pengajar senior menyaksikan film “Medical Genocide,” berdurasi 22 menit. Dilanjutkan dengan ceramah komprehensif dari Matas tentang penyelidikannya bersama David Kilgour dan Ethan Gutmann tentang kasus panen organ secara paksa yang dikelola oleh Tiongkok serta implikasinya terhadap negara lain.

Siswa kedokteran menonton film “Medical Genocide” dan mendengar langsung dari Pengacara HAM David Matas tentang panen organ secara paksa di Tiongkok, yang dikelola oleh rezim itu sendiri.