(Minghui.org) Saya menderita asma ketika saya masih muda dan mulai berlatih Falun Dafa dalam upaya menyembuhkannya. Tetapi ketika asma saya hilang tidak lama setelah saya berlatih, saya kembali berperilaku seperti orang biasa.

Saya tidak benar-benar percaya pada Guru Li Hongzhi (Pencipta Falun Dafa) dan Dafa. Setiap kali saya mengalami gejala asma lagi, saya minum obat. Saya tidak berkultivasi dengan rajin karena keterikatan yang kuat pada bisnis saya. Namun, Guru masih tidak menyerah pada saya.

Saya ingin berbagi bagaimana saya akhirnya bisa melenyapkan gejala karma penyakit dengan belas kasih Guru.

Dengan bantuan rekan praktisi, saya mulai berkultivasi dengan lebih rajin selama beberapa tahun terakhir. Saya memiliki pikiran lurus yang lebih kuat dan mengalami keagungan Dafa.

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan latihan dengan dua praktisi lainnya. Asma saya tiba-tiba kambuh, dan saya kesulitan bernapas dan pusing.

Praktisi lain dengan tenang menyuruh saya duduk dan meminta bantuan Guru sambil memperkuat pikiran lurus saya. Mereka terus melakukan latihan di depan saya. Ajaibnya, gejala asma hilang dalam 30 menit. Saya terkejut. Seperti yang Guru katakan:

“Pikiran lurus para pengikut kuat

Guru memiliki kemampuan mengatasi keadaan langit”

(“Budi Jasa Guru dan Pengikut,” Hong Yin II)

Guru juga berkata,

“Sebenarnya memang demikian, ada baiknya anda pulang ke rumah mencoba. Ketika benar-benar berada di tengah musibah atau sedang melewati cobaan, anda boleh mencoba, saat sulit bersabar anda cobalah bersabar. Saat terlihat tidak ada harapan, dikatakan sulit untuk dilakukan, maka anda boleh coba lakukan, lihat akhirnya sanggup atau tidak. Bila anda benar-benar berhasil, anda menemukan memang benar pepatah mengatakan: “Setelah melewati bayangan gelap pohon willow, akan ditemukan kecerahan bunga dan sebuah desa lain.” (Ceramah 9, Zhuan Falun)

Saya belum benar-benar mengultivasi diri sendiri selama bertahun-tahun, jadi ini adalah pertama kalinya saya menyaksikan kekuatan pikiran lurus, keajaiban Dafa, dan belas kasih Guru. Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan rasa terima kasih saya. Mulai sekarang, saya akan berkultivasi lebih rajin dan melakukan dengan baik tiga hal yang harus kita lakukan. Saya akan menjadi layak atas penyelamatan Guru.

Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberi tahu praktisi yang tidak benar-benar berkultivasi: “Cepatlah sadar. Guru tidak menyerah pada kita, tidak peduli seberapa jauh kita telah jatuh dalam kultivasi atau jika kita telah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kita lakukan. Anugerah penyelamatan Guru tidak terbatas. Bergegaslah menyusul. Pelurusan Fa belum berakhir. Manfaatkan kesempatan terakhir ini untuk pulang bersama Guru."

Terima kasih Guru! Terima kasih rekan-rekan praktisi.