(Minghui.org) Ketika editorial ‘Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis’ baru saja dipublikasikan, seorang praktisi Falun Dafa bekerjasama dengan sebuah percetakan yang pemiliknya telah memahami fakta kebenaran dan mencetak buku itu hingga satu truk penuh. Praktisi berencana mengambil buku-buku tersebut pada tengah malam.

Rencana ini sangat rahasia karena Partai Komunis Tiongkok (PKT) tengah secara brutal menganiaya para praktisi Dafa dan mengawasi kegiatan mereka secara ketat. Namun, PKT masih mendapat kabar angin dari rencana tersebut dan menempatkan beberapa titik pemeriksaan di setiap simpang jalan utama.

Dengan cepat dan hati-hati, praktisi memuat Sembilan Komentar ke atas truk, ditutupi dengan terpal, dan mengikatnya dengan tambang. Dia mengendarai sepanjang rute yang telah direncanakan semula dan mencoba sebisanya mengambil jalan kecil untuk menghindari pemeriksaan kendaraan. Tetapi kali ini, PKT tampaknya menempatkan lebih banyak pos pemeriksaan. Truk tiba di sebuah pos pemeriksaan sekitar jam 2 pagi. Setelah praktisi membuat beberapa upaya untuk negosiasi dan gagal, petugas polisi memaksa untuk membuka terpal untuk memeriksa muatannya. Situasinya sangat mencekam saat itu. Melihat tidak ada jalan untuk menghindari pemeriksaan, praktisi meneguhkan hati dan memutuskan untuk berserah kepada Guru. Dia tiba-tiba mengangkat ujung dari terpal dan berkata dengan pelan dan bermartabat, “Sembilan Komentar.”

Di luar dugaan, petugas polisi bergetar mendengar kata-kata “Sembilan Komentar.” Dia bahkan tidak melihatnya. Dia melambaikan tangan dan dengan tergesa berkata: “Pergi! Cepat!” Truk penuh dengan buku Sembilan Komentar dengan aman ditransportasikan dan dibagikan ke orang-orang.

Praktisi sangat berterima kasih atas perlindungan Guru, yang memungkinkannya menghindari bahaya ditangkap. Sementara itu, dia juga berterima kasih kepada petugas yang mengizinkannya untuk melintasi pos pemeriksaan. Tidaklah mudah bagi petugas untuk membuat keputusan demikian di tengah situasi penganiayaan yang intens, dan perbuatan heroiknya telah memungkin buku-buku tersebut menjangkau tujuannya dengan aman dan lancar, serta telah membantu banyak orang memahami watak hakiki PKT. Dapat dikatakan polisi ini secara tidak langsung telah membantu para praktisi mengklarifikasi fakta.

Tidak seorang pun tahu siapa polisi tersebut, tetapi sejarah akan menyebutnya pahlawan sejati!