(Minghui.org) Ketika Hanhan berusia enam tahun pada tahun 2020, ayahnya berselingkuh dan menceraikan ibunya. Ibunya kembali tinggal dengan orang tuanya dan Hanhan tinggal bersama ayah dan ibu tirinya.

Si Kecil Pembuat Masalah

Ibu tirinya bermuka dua. Ia selalu memperlakukan Hanhan dengan baik setiap kali ayahnya atau siapa pun ada di sekitarnya. Tetapi, ketika Hanhan hanya sendirian bersama dengan ibu tirinya, ia tidak hanya memperlakukan Hanhan dengan kejam tapi juga memukulinya. Ia mengancam jika Hanhan berani berbicara hal buruk tentang dirinya, ia akan membunuh Hanhan. Perlahan Hanhan belajar berbohong dan hatinya penuh kebencian.

Hanhan sangat merindukan ibunya. Suatu kali ia tidak bisa menahan tangisnya di telepon. Ibunya merasa sedih dan juga menangis. Tepat sebelum liburan musim dingin, ibunya pergi ke sekolah dan membawa Hanhan kembali untuk tinggal bersamanya, kemudian baru memberi tahu mantan suaminya.

Tetapi, ibu Hanhan tidak menyangka bahwa Hanhan mempunyai banyak kebiasaan buruk. Ia sering berbohong, mengumpat, dan bertengkar dengan orang lain. Ia lebih tinggi dari kebanyakan anak seusianya, yang membuatnya menjadi perundung. Ia sering membuat anak lain menangis dan dua orang sepupunya juga sering terluka olehnya.

Kakek dari pihak ibunya hampir tidak tahan dengannya dan mendesak ibunya untuk membawanya kembali ke ayahnya, “Anak yang tidak berpendidikan akan membawa banyak kesulitan untukmu, dan dia hanya akan menjadi beban besar bagimu! Tolong bawa dia kembali ke ayahnya.”

Ibu Hanhan bersedih hati. Ia tidak tahan melihat Hanhan menderita tinggal dengan ayah dan ibu tirinya, tetapi, ia tidak tahu bagaimana menghadapi si pembuat masalah kecil ini.

Rukun dengan Nenek

Tapi tidak semua orang berpikir Hanhan adalah pembuat masalah. Entah bagaimana ia rukun dengan nenek dari pihak ibunya dan sering mendengarkan nasihatnya. Neneknya adalah seorang praktisi Falun Dafa dan ia sering berbicara kepada keluarganya tentang prinsip Falun Dafa, Sejati-Baik-Sabar. Ibu Hanhan sangat mendukung latihan tersebut.

Suatu kali neneknya bertanya kepada ibunya, “Hanhan sekarang kelas satu SD. Bagaimana prestasi akademisnya? Apakah ia diharuskan memakai syal merah?”

“Ia adalah salah satu anak dengan performa terburuk di kelasnya. Seluruh anak kelas satu SD diharuskan memakai syal merah, dan tidak seorang pun bisa dikecualikan,” jawab ibunya.

Neneknya berkata kepada Hanhan, “Apakah gurumu memberi tahu bahwa syal merah adalah sudut bendera merah, yang dicelupkan dengan darah para martir?”

“Iya, itu adalah apa yang dikatakan guru pada kami,” jawab Hanhan.

“Tapi apa kamu tahu apa arti martir?”

Hanhan menggelengkan kepalanya.

“Martir adalah mereka yang tewas dalam perang. Itu artinya bendera merah/syal dicelup dengan darah orang mati. Apakah bagus memakainya? Dapatkah hal itu bermanfaat bagi kita?”

Hanhan langsung menjawab, “Tidak, tidak bagus sama sekali. Itu menjijikkan!”

Neneknya melanjutkan, “Partai Komunis sebenarnya adalah iblis, roh jahat. Ketika kamu mengambil sumpah, ia menaruh tanda di dahimu. Sumpah tersebut membuat orang memperjuangkan dengan nyawanya. Jika kamu mundur dari Pelopor Muda PKT, Dewa akan menghapus tanda itu darimu dan akan memberkatimu. Jika kamu dengan tulus melafalkan kata-kata keberuntungan ini: ‘Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik,’ kamu akan diberkati dan banyak hal akan berubah menjadi lebih baik.”

Hanhan sangat bahagia, “Nenek, saya ingin mundur dari Pelopor Muda. Saya tidak menginginkan tanda roh jahat. Falun Dafa baik! Sejati-Baik-Sabar baik!”

Perubahan Dramatis

Karena Hanhan tidak bisa mendaftar di sekolah di wilayah di mana kakek nenek dari pihak ibunya tinggal, ibunya harus membawanya kembali ke tempat ayah dan ibu tirinya tinggal. Tetapi, ibunya tidak bisa meninggalkannya sendirian dengan ayahnya. Jadi untuk merawat Hanhan, ibunya menyewa apartemen dekat sekolahnya dan menemukan pekerjaan baru di kota tersebut.

Selama liburan musim panas, ibunya membawa Hanhan kembali ke rumah kakek neneknya. Dengan mengherankan, semua orang mendapati Hanhan telah berubah banyak. Ia tidak lagi mempunyai tatapan galak di matanya. Tidak lagi mengumpat atau bertengkar dengan orang lain. Malah, ketika orang lain mengganggu atau mencaci maki dirinya, ia akan berlari pulang ke rumah sambil menangis, “Nenek, mereka mencaci maki saya tapi saya tidak membalas.” Neneknya selalu memuji dirinya, “Sungguh gadis yang baik!”

Kakeknya juga berkata, “Anak ini menjadi semakin menggemaskan.”

Ibunya berkata kepada kakek neneknya, “Apa kalian tahu ia sering membantu saya mencuci piring, mengepel lantai, dan membuang sampah. Nilai akademisnya telah berubah dari bawah ke tingkat atas di kelas. Gurunya sulit memercayainya, betapa ia telah berubah banyak. Mereka berpikir saya melakukan pekerjaan bagus mengajarinya, tetapi, saya hampir tidak melakukan apapun, karena ia mengatur dirinya sendiri. Saya bertanya-tanya apa yang membuatnya berubah menjadi orang yang berbeda?”

Neneknya berkata, “Saya berpikir saya tahu alasannya. Ini karena ia mundur dari Pelopor Muda dan tanda roh jahatnya telah dihapus. Ia percaya Falun Dafa baik dan diberkati.”

“Mungkin anda benar. Hanhan tidak pernah memakai syal merah sejak ia kembali ke sekolah. Gurunya menelepon saya dan bertanya mengapa ia tidak memakai syal merah dan saya berkata syalnya hilang. Kemudian gurunya tidak pernah menanyakan hal itu lagi. Dan Hanhan bahkan berkata kepada salah satu temannya apa arti syal merah dan mengapa memakainya tidak baik. Hasilnya, temannya berhenti memakainya juga.”

“Sungguh anak yang baik! Lihat seberapa baik ia melakukannya! Itu juga adalah berkat karena ia mendukung Dafa! Adalah Falun Dafa yang telah mengubahnya.” Kata Neneknya.

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Pengalaman Praktisi Muda