(Minghui.org) Otoritas di Kota Fuzhou, Provinsi Fujian telah memasang lima kamera pengawas di luar rumah penduduk setempat, Zuo Fusheng untuk mengawasinya.

Satu kamera menghadap ke balkon rumahnya, yang kedua mengarah ke pintu depan, kamera ketiga mengawasi lorong hingga ke lift, dan dua kamera sisanya berlokasi di dekat tangga di kedua sisi gedung apartemennya.

Zuo, seorang veteran, menjadi target karena tidak melepaskan keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak 1999.

Pengawasan semakin diperketat setelah 20 Oktober 2021, dengan beberapa orang, terkadang hingga lima orang, duduk di luar rumahnya, mengawasinya sepanjang waktu.

Zuo menerima tamu berusia 70an di malam hari, 12 November. Ketika tamu itu meninggalkan rumah Zuo, ia dikelilingi oleh delapan petugas dengan seragam hitam saat berjalan ke lift. Satu orang dengan ban lengan berwarna merah meminta untuk memeriksa identitas dirinya dan kode kesehatan (sebuah kode pada aplikasi ponsel seseorang yang melacak lokasi mereka dan apakah mereka melakukan kontak dekat dengan orang-orang yang terinfeksi virus corona).

Zuo bergegas keluar setelah mendengar keributan dan meminta untuk melihat identitas petugas tersebut. “Ia adalah tamu saya, apa yang anda lakukan?” Tidak satu pun dari para petugas itu yang memberikan identitas mereka. Hanya setelah Zuo berulang kali meminta, satu orang mengidentifikasi dirinya sebagai Guo Kexu dari Kantor Polisi Chayuan.

Dalam dua dekade penganiayaan Falun Gong, Zuo menjalani dua kali masa tahanan di kamp kerja dengan total tiga tahun dan delapan bulan, juga enam tahun penjara, karena memegang teguh keyakinannya. Ia suatu kali digantung dengan pergelangan tangan terikat dan dipukuli selama enam jam di Penjara Fuqing, yang menyebabkan satu matanya menjadi buta. Istrinya juga menceraikannya agar tidak terlibat dengannya.

Adik perempuannya, Zuo Xiuyun, telah ditangkap enam kali karena berlatih Falun Gong. Ia masih ditahan setelah penangkapannya yang terakhir pada 19 Juni 2021. Empat dari penangkapan sebelumnya ia dihukuman penjara tiga tahun, enam tahun, tiga setengah tahun dan lima tahun.

Akibat dua bersaudara itu dipenjara, ibu mereka, Zhou Lianying, hidup dalam ketakutan dan tekanan karena penganiayaan terhadap anaknya. Ia meninggal pada 25 April 2015, kurang dari dua bulan sebelum Zuo dibebaskan dari masa tahanan penjaranya yang ketiga.

Laporan terkait dalam Bahasa Inggris:

Having Served Four Prison Terms for a Total of 17.5 Years, Fujian Woman Arrested Again for Her Faith

Fujian Man Taken Away Prior to Release from Prison—Whereabouts Unknown

Fujian Prison Obstructs Military Veteran from Seeking Pardon, Citing His Practice of Falun Gong

Fujian Province Men’s Prison Again Holding Brainwashing Classes to Persecute Practitioners

Mr. Zuo Fusheng and His Sister, Ms. Zuo Xiuyun, Imprisoned

Mr. Zuo Fusheng Placed on Trial, Fuzhou Court Officials Violate the Law

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Laporan Penganiayaan