(Minghui.org) Ketika para kultivator mengalami kesengsaraan besar, siapa yang dapat menjamin bahwa mereka berhasil menerobosnya? Berikut adalah dua cerita tentang praktisi Falun Dafa yang mengalami kesengsaraan penyakit yang serupa, tetapi masing-masing mendapatkan hasil yang berbeda.

Praktisi Wong mengalami gejala diabetes. Dia memberi tahu saya diagnosis yang diperoleh, dan seberapa parah penderitaannya. Akhirnya, dia berkata, "Tidak seorang pun yang sembuh dari diabetes."

Guru berkata,

"Pikiran lurus para pengikut kuat
Guru memiliki kemampuan mengatasi keadaan langit.”
(“Budi Jasa Guru dan Pengikut, ”Hong Yin, II)

Dia tidak dapat memahami Fa Guru dengan benar, dan melihat ilusi penderitaan penyakit sebagai penyakit yang nyata. Dia berpikir selama menolak pergi ke rumah sakit, dia telah berkultivasi. Namun, pemikiran manusianya tidak bisa menolak hukum alam. Akhirnya, saat sakit parah, putranya membawanya ke rumah sakit. Wong sekarang "berkultivasi" sendirian di rumah, terbaring mengandalkan suntikan insulin untuk bertahan hidup.

Guru berkata,

“Mengapa berjumpa dengan semua masalah tersebut? Semua disebabkan oleh utang karma anda sendiri, kami telah membantu anda melenyapkan dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya. Hanya menyisakan bagian yang begitu sedikit dibagi dalam berbagai tingkat, guna meningkatkan Xinxing anda, dalam bentuk sejumlah penderitaan untuk menempa hati manusia dan untuk menyingkirkan berbagai keterikatan hati. Kesemuanya ini adalah kesulitan milik anda sendiri, yang telah kami pergunakan untuk meningkatkan Xinxing anda, telah dibuat agar anda dapat melewatinya. Asalkan anda meningkatkan Xinxing, tentu dapat melewati, yang dikhawatirkan ialah anda sendiri tidak ingin melewati, asalkan ingin melewati tentu dapat lewat.” (Ceramah 4, Zhuan Falun)

Guru Mengatur Segalanya

Guru telah mengatur segalanya dengan baik agar kita berhasil dalam kultivasi. Sebagai praktisi Falun Dafa sejati, kita dilindungi oleh Guru setiap saat. Saat mengalami kesengsaraan, mungkin ada ketakutan tetapi tidak pernah ada bahaya. Selama kita menjaga pikiran lurus, dijamin akan berhasil.

Praktisi Hao juga pernah menderita diabetes. Kondisinya sangat parah hingga jari kakinya membusuk. Keluarga dan teman-temannya membujuk dia menjalani operasi agar penyakitnya tidak semakin parah.

Hao sangat rendah hati dan dapat menerima nasihat rekan praktisi tentang kekurangannya dalam berkultivasi. Bahkan ketika dia kesakitan, dia terus belajar Fa, memancarkan pikiran lurus dan mengklarifikasi fakta kebenaran tentang Falun Dafa. Dia yakin itu adalah ujian baginya. Dia percaya bahwa selama dia memiliki keyakinan pada Guru dan Fa serta melenyapkan keterikatan, dia bisa melewati ujian. Dia mencari ke dalam, dan menemukan kebencian dalam dirinya, dan bahwa dia selalu menganggap dirinya benar. Setelah mengoreksi dirinya, gejala diabetes menghilang.

Setiap kali Hao menoleh ke belakang dan berbicara tentang pengalamannya mengatasi kesengsaraan karma penyakit, dia berseru, “Tanpa percaya pada Guru dan Fa, saya tidak mungkin melewati kesengsaraan ini. Tanpa memahami prinsip Fa, saya tidak mungkin melewati ujian. Tanpa sungguh-sungguh berkultivasi, saya tidak mungkin melewati ujian."

Benar sekali! Guru berkata,"... kultivasi tergantung pada diri sendiri, sedangkan evolusi Gong tergantung pada Shifu." (Ceramah 2, Zhuan Falun)

Tanpa pikiran lurus, Guru tidak dapat mengubah jalan hidup kita. Tanpa kultivasi yang tulus, tidak akan berhasil, karena keberhasilan selalu menjadi milik kultivator sejati.

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Perjalanan Kultivasi