(Minghui.org) Kita semua membentuk berbagai konsep di dunia, tidak hanya dalam kehidupan ini, tetapi juga selama banyak kali kehidupan yang kita miliki. Kita telah diatur oleh konsep ini kehidupan demi kehidupan. Akibatnya, orang melakukan banyak dosa tanpa menyadarinya, dan mereka bahkan berpikir bahwa yang mereka tekankan adalah kebenaran dan dengan paksa berusaha mengubah orang lain sesuai dengannya. Jika gagal melakukannya, mereka akan marah dan juga mengembangkan kebencian, menyakiti orang lain dan diri mereka sendiri secara bersamaan. Bukankah kita menyakiti diri kita sendiri dengan karma yang kita ciptakan mengikuti konsep kita sendiri?

Dalam dua puluh tahun terakhir saya berkultivasi Falun Dafa, saya sering berbagi pemahaman saya tentang Fa dengan rekan-rekan praktisi. Melalui bertukar pemahaman ini, saya pikir banyak dari mereka benar-benar meningkat dalam pemahaman mereka dan mengatasi berbagai kesengsaraan. Namun, seiring berjalannya waktu, saya menemukan bahwa banyak yang mengembangkan kesan tidak baik terhadap saya: beberapa mengatakan bahwa saya telah menyimpang, beberapa mengatakan bahwa saya telah berusaha menguraikan Fa, beberapa mengatakan bahwa saya sangat ambisius, beberapa bahkan mengatakan bahwa saya adalah iblis yang merusak Fa. Beberapa orang yang tidak saya kenal juga menyebarkan desas-desus negatif tentang saya. Yang lebih mengecewakan adalah bahwa beberapa dari mereka, telah lama belajar Fa bersama saya saat mereka mengalami kesengsaraan, berbalik melawan saya dan juga menjelek-jelekkan saya.

Saya tidak mengerti apa yang saya lakukan salah. Saya berbicara tentang pengalaman pribadi saya, bertukar pemahaman saya tentang Fa. Saya pikir saya mengikuti ajaran Guru,

“Kita semua bagaimanapun adalah bersama-sama belajar Fa, seusai membaca saling berdiskusi, bertukar pendapat. “Saya tiba-tiba menyadari dalam perkataan Guru ini mengandung maksud yang demikian, perbuatan saya dalam hal ini masih kurang memenuhi syarat.” Kita membaca di rumah mungkin terdapat kekurangan semacam ini dalam aspek bersangkutan, kekurangan ini selanjutnya diperbaiki. Yaitu kita saling berdiskusi, ini memang perlu." (Ceramah Fa pada Konferensi Para Pembimbing di Changchun)

Baru-baru ini, melalui belajar Fa, saya akhirnya mengerti: Fa memiliki standar yang berbeda di tingkat yang berbeda, dan saya tidak dapat menilai rekan praktisi dengan standar saya; selama telah memenuhi standar persyaratan di tingkat mereka, saya tidak bisa mengatakan bahwa orang-orang salah. Saat berbagi pemahaman yang berbeda, seseorang tidak dapat memaksakan pemahamannya sendiri kepada orang lain. Ketika saya berbicara dengan yang lain, saya berbicara tanpa henti, tanpa mengetahui bahwa saya angkuh dan sombong. Ini membuat orang lain tidak nyaman. Mereka bahkan mengeluarkan saya dari lingkungan. Sekarang saya menyadari bahwa itu karena saya telah menyakiti orang lain tanpa menyadarinya.

Begitu saya menyadari kesalahan saya, saya mengubah pola pikir dan cara saya berhubungan dengan praktisi lain. Saya menemukan bahwa semua kesalahpahaman selama lebih dari sepuluh tahun hilang seolah-olah tidak pernah terjadi. Kami telah bekerja sama dengan sangat baik sejak saat itu.

Saya juga mengalami masalah serupa di lingkungan rumah. Suatu ketika, suami saya menjadi biang keladi dan dia membawa sekelompok orang ke tempat kami setiap hari dan memberi mereka makanan dan minuman gratis. Saya merasa jijik dan bertengkar dengannya sepanjang waktu dan akibatnya, konflik kami meningkat sampai-sampai suami saya hendak memukuli saya.

Saya pikir saya tidak bisa terus berkelahi dengannya seperti ini; Saya harus mencari ke dalam untuk mencari tahu kesalahan apa yang saya lakukan. Saya memeriksa diri dengan susah payah. Akhirnya, saya tiba-tiba teringat kata-kata Guru: "...Mendapat Fa adalah Dewa..." ("Menyelamatkan Makhluk Hidup Secara Luas," Hong Yin)

Ya, saya harus menempatkan diri pada posisi Dewa dan berpikir seperti Dewa: manusia dibebani dengan karma sedangkan Dewa dan Buddha adalah belas kasih, Guru berkata,

“Menurut pandangan Sang Maha Sadar, menjadi manusia bukan merupakan tujuan, kehidupan manusia bukan untuk menjadi manusia, tetapi supaya anda dapat pulang kembali. Manusia mengalami banyak penderitaan, dia beranggapan bahwa makin banyak penderitaan yang dialami akan makin baik, mempercepat pembayaran utang, beginilah cara berpikirnya." (Ceramah 4, Zhuan Falun)

Ada berbagai cara untuk melenyapkan karma dan tiba-tiba saya terpikir bahwa dimanfaatkan juga merupakan cara yang baik untuk membayar karma. Menyadari hal ini, hati saya jauh lebih cerah dan tidak merasa sangat buruk. Saya berubah pikiran dan berhenti terobsesi untuk mengubah suami saya.

Beberapa jam kemudian, suami saya pulang dan berkata bahwa dia telah keluar dari geng. Dia telah meninggalkan mereka. Perubahan hatinya tidak dicapai dengan cara manusia saya untuk mengubahnya secara paksa; mencari ke dalam untuk mengubah konsep saya dan mengultivasi diri sendiri adalah solusinya. Setelah pikiran saya seimbang, lingkungan luar secara alami diselaraskan. Jika saya terus bersikeras pada konsep saya sendiri dan marah tentang semuanya, bukankah itu akan memperparah konflik keluarga? Bukankah itu akan berkembang menjadi bentuk penganiayaan?

Guru berkata,

“Saya dulu pernah mengatakan, sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi di saat ini dalam masyarakat manusia biasa, semua adalah disebabkan oleh sifat hati pengikut Dafa.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Philadelphia, Amerika Serikat Tahun 2002,” Ceramah di Berbagai Tempat 2)

Apakah keterikatan ini dihasilkan oleh konsep manusia kita? Mungkinkah konflik semakin meningkat dan hal-hal memburuk menyebabkan kita terluka karena kita gagal menyelaraskan diri dengan karakteristik alam semesta dan mencari ke dalam?

Di atas adalah pengalaman kultivasi saya dan saya akan menghargai koreksi rekan-rekan praktisi jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan Fa.