(Minghui.org) Menurut pengumuman resmi dari Rumah Sakit Universitas Qingdao di Provinsi Shandong pada tanggal 26 Februari, direktur Pusat Transplantasi Organ Zang Yunjin tiba-tiba meninggal pagi itu pada usia 57 tahun.

Sejumlah sumber menyebutkan Zang bunuh diri dengan melompat dari sebuah gedung. Seorang netizen menulis, “Dia melompat dari lantai 16 di Rumah Sakit Qingdao. Itu bukan rahasia.” Yang lain menambahkan, “Mungkin ada skandal tak terucapkan di baliknya.”

Zang bukanlah ahli transplantasi organ pertama di Tiongkok yang melakukan bunuh diri dalam beberapa tahun terakhir.

Li Baochun, ahli transplantasi organ dari Second Military Medical University di Shanghai, melompat dari lantai 12 pada bulan Mei 2007 dan meninggal.

Li Leishi, pelopor transplantasi ginjal dari Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat Nanjing di Provinsi Jiangsu, melompat keluar dari rumahnya di lantai 14 pada tahun 2010 dan meninggal. Dia berusia 84 tahun.

Zhang Shilin, wakil direktur Departemen Urologi di Rumah Sakit Tumor Shanghai, melompat keluar dari kantornya di lantai 8 pada tanggal 24 Maret 2014. Dia membentur tangki oksigen rumah sakit dan meninggal.

Sejak kejahatan pengambilan organ secara paksa terungkap pada tahun 2006, sejumlah besar rumah sakit dilaporkan terlibat dalam kekejaman tersebut. Termasuk fasilitas yang digunakan Zang untuk bekerja.

Terlatih dalam Transplantasi Organ

Zang Yunjin (臧运金) lahir pada tahun 1964, dan bekerja di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Pertama Provinsi Shandong (juga dikenal sebagai Rumah Sakit Qianfoshan) selama 15 tahun. Pada bulan Februari 1999, dia pergi ke University of Pittsburgh Medical Center (UPMC) dan belajar di Thomas E. Starzl Transplantation Institute, dia belajar transplantasi organ dari John J. Fung, yang saat itu menjabat sebagai Presiden International Liver Transplantation Society (ILTS).

Pada bulan September 2001, Zang bergabung dengan Divisi Bedah Transplantasi Rumah Sakit Pusat Pertama Tianjin, sebuah fasilitas yang didirikan pada tahun 1998 dan kemudian berganti nama menjadi Pusat Transplantasi Organ Oriental pada tahun 2003. Di bawah arahan pendiri fasilitas tersebut, Shen Zhongyang, Zang dapat melakukan transplantasi hati secara mandiri dalam waktu singkat. Dia juga berhasil membantu lebih dari 100 transplantasi hati di Hebei, Henan, Shandong dan provinsi lain.

Bulan Januari 2005, Zang bergabung dengan Rumah Sakit Umum Polisi Bersenjata di Beijing sebagai wakil direktur Institut Transplantasi Hati. Saat itu, dia adalah direktur Divisi Transplantasi Hati Rumah Sakit Qianfoshan. Juga kepala ahli bedah pada Departemen Transplantasi di Rumah Sakit Pusat Pertama Tianjin, profesor Universitas Kedokteran Tianjin, dan direktur Pusat Transplantasi Hati di Rumah Sakit You'an di Beijing.

Pada tahun 2014, Zang bergabung dengan Rumah Sakit Universitas Qingdao dan meluncurkan pusat transplantasi organ. Waktu itu, dia adalah seorang Ph.D. penasihat dan wakil presiden Kelompok Medis Universitas Qingdao.

Sumber Organ yang Tidak Dapat Dijelaskan

Pada tahun 2015, ada sekitar 1,5 juta transplantasi organ di Tiongkok dan sumber organnya masih menjadi misteri.

Setelah kejahatan pengambilan organ secara paksa terungkap pada tahun 2006, banyak investigasi independen telah mengkonfirmasi keberadaannya. Pengacara hak asasi manusia David Matas dan mantan anggota parlemen Kanada David Kilgour menerbitkan karya mereka dalam sebuah buku pada tahun 2009 berjudul Bloody Harvest untuk mengungkapkan “bentuk baru kejahatan di planet kita” dengan berbagai jenis bukti. “Ratusan ribu praktisi Falun Gong ditangkap dan diminta untuk mengaku bersalah. Jika tidak, mereka disiksa. Jika mereka tetap tidak mengaku bersalah, mereka lenyap,” tulis penulis.

Setelah PKT mulai menindas Falun Gong pada tahun 1999, sejumlah besar praktisi ditangkap dan ditahan secara ilegal. Sementara itu, jumlah transplantasi organ meningkat tajam dan sumbernya tidak diketahui. Selain itu, rumah sakit mana pun yang dikunjungi Zang, jumlah transplantasi hatinya akan menjadi yang tertinggi di wilayah tersebut.

Misalnya, antara bulan Januari 2004 dan Agustus 2008, Zang mendapatkan sekitar 1.600 hati di Rumah Sakit Pusat Pertama Tianjin. Termasuk 1.591 laki-laki dan 9 perempuan dengan usia rata-rata 34,5 tahun.

Meskipun pejabat PKT telah menutup-nutupi informasi tentang kejahatan tersebut, ada laporan tentang hal itu yang dipublikasikan di Minghui.org. He Lifang, seorang penduduk di Kota Qingdao, Provinsi Shandong, meninggal dalam tahanan pada tanggal 2 Juli 2019, dua bulan setelah penangkapan terakhirnya karena menolak melepaskan keyakinannya pada Falun Gong.

Keluarga He melihat sayatan dijahit di dadanya dan sayatan terbuka di punggungnya. Polisi pertama kali mengklaim bahwa sayatan tersebut adalah hasil otopsi sebelum mengubah cerita mereka untuk mengatakan bahwa pemeriksa medis akan segera datang. Tetapi tidak ada petugas koroner (petugas yang bertugas memeriksa mayat) yang muncul.

Orang-orang terkasih He mencurigai bahwa organnya mungkin telah diambil saat dia masih hidup atau tidak lama setelah kematiannya, dan itulah alasan sebenarnya dari sayatan tersebut. Mereka juga mencurigai penganiayaan psikiatri karena dia kehilangan suaranya dan menjadi tidak responsif hanya dalam waktu 17 hari setelah penahanannya.

Diperkirakan sekitar 200 petugas polisi dan lebih dari 20 van polisi diberangkatkan antara tanggal 30 Juni, hari ketika He dikirim dari Pusat Penahanan Pudong di Distrik Jimo ke Rumah Sakit Ketiga Chengyang, dan tanggal 3 Juli 2019, sehari setelah kematiannya. Berasal dari Kepolisian Distrik Jimo dan kantor polisi bawahannya, para petugas ini membawa banyak borgol dan berpatroli di rumah sakit dan sekitarnya. Mereka siap menangkap siapa saja yang datang ke rumah sakit untuk menunjukkan dukungannya kepada He. Seorang petugas bermarga Yao dari Komite Lingkungan Beian secara khusus memperingatkan praktisi Falun Gong untuk menjauh dari kasus ini.

Rumah Sakit Universitas Qingdao adalah rumah sakit 3A, fasilitas medis tingkat atas di Tiongkok. Pusat Transplantasi Organnya memiliki sekitar 27 tempat tidur, dengan sebagian besar transplantasi hati. Hampir semua tempat tidur terisi dan ada operasi hampir setiap hari atau setiap dua hari sekali. Waktu tunggu biasanya satu minggu dan biaya setiap operasi sekitar satu juta yuan (atau $ 154.000).

Pengumuman resmi rumah sakit mengatakan Zang telah melakukan lebih dari 2.600 transplantasi hati. Karena keterlibatannya dalam pengambilan organ, dia telah dikejar oleh World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG).

Seluruh artikel, grafik, dan konten yang dipublikasikan Minghui.org dilindungi oleh Hak Cipta. Publikasi/cetak ulang yang bersifat non-komersial diizinkan tetapi harus mencantumkan judul artikel, link sumber artikel dan dibuat jelas bahwa itu berasal dari website Minghui.org

Kategori: Kejahatan Mendapat Ganjaran Buruk