(Minghui.org)Salam kepada Shifu terhormat, salam rekan-rekan praktisi.

Saat diumumkan akan diadakan Fahui Minghui tahun ini, yang akan dilakukan dalam kurun empat minggu mendatang, pikiran pertama saya adalah ingin berkontribusi, meskipun tidak tahu bagaimana memulainya. Itu adalah bagian yang positif, namun saya juga memiliki beberapa pikiran negatif. Misalnya, munculnya hati ragu dan mengeluh; termasuk bagaimana nanti reaksi rekan-rekan satu team jika mereka tahu waktu untuk persiapan demikian singkat dan pikiran lainnya. Tetapi tiba-tiba teringat kata-kata Shifu berikut:

“Sekembalinya anda ke rumah, tulislah beberapa huruf, tidak terletak pada indah buruknya huruf, namun mengandung Gong!” (Ceramah 6, Zhuan Falun)

Kemudian timbul pikiran sekilas, saya sendiri duduklah dengan hati tenang dan sekarang mulailah menulis, jangan terikat pada hasilnya, kerjakan saja sebaik-baiknya, dan dengan tulus mencari ke dalam serta refleksikan.

Meningkatkan Pemahaman akan Proyek Minghui

Saya mulai berkultivasi Falun Dafa pada 2000, dan bergabung dengan proyek Minghui sekitar tahun 2003 sebagai penerjemah. Meskipun saat bergabung dengan proyek ini, tidak sepenuhnya jelas dengan misi sakral dari proyek Minghui, tetapi saya dengan senang hati mengerjakannya, juga tidak banyak memikirkannya mengapa mengerjakannya. Saya hanya merasakan bahwa menerjemahkan artikel-artikel Minghui telah memurnikan pikiran saya, memberikan saya ketenangan jiwa dan dalam prosesnya, saya mulai belajar mencari ke dalam.

Seiring berjalannya waktu, saya semakin memahami bahwa situs web Minghui membantu untuk mengklarifikasi fakta, menghentikan penganiayaan dan dalam proses tersebut kita tengah menyelamatkan lebih banyak orang, disamping situs web Minghui menjadi platform utama bagi rekan-rekan praktisi di daratan maupun di luar daratan untuk berbagi pengalaman kultivasi mereka, seperti yang Guru katakan, “Banding belajar banding kultivasi” (Berkultivasi Nyata, Hong Yin I). Informasi dalam artikel-artikelnya dapat mendorong rekan-rekan praktisi melewati ujian, menerobos gangguan dan menjadi lebih gigih maju.

Shifu berkata, 

“Terutama di saat pengikut Dafa berada di bawah situasi yang paling sulit, dan perlu mendengarkan suara, (Shifu bergerak) ada sebuah situs web Minghui seperti ini, anda sekalian pikirkan betapa luar biasanya hal ini? Harus menghargainya!” (Ceramah Fa di Washington DC Tahun 2018)

Tiba-tiba saya juga tercerahkan betapa terhormatnya saya bisa berada dalam proyek ini, sekecil apa pun kontribusi saya, ini adalah kesempatan Xiulian luar biasa belas kasih yang Shifu berikan bagi pengikut.

Karena tujuan yang ingin dicapai sangatlah besar dan mulia, melalui belajar Fa saya semakin memahami pentingnya mengultivasi diri ini dengan baik, agar dapat mengerjakan misi sakral penyelamatan makhluk hidup melalui Minghui.

Meningkatkan Diri Saat Memenuhi Tanggung Jawab Koordinasi

Dalam perjalanan bersama proyek Minghui, secara bertahap saya diberikan tanggung jawab yang lebih besar. Dari penerjemah menjadi editor, kemudian sejak 2010 menjadi jendela team lokal kami ke Minghui Internasional, sebelum akhirnya menjadi koordinator lokal, menggantikan rekan koordinator sebelumnya yang mengundurkan diri.

Di permukaan, ada banyak situasi yang mendorong saya secara alami mengambil tanggung jawab tersebut, seperti: tidak ada rekan lain yang mau, kekurangan sumber daya atau desakan rekan-rekan dalam team. Saat ingin diberikan tanggung jawab lebih besar, prosesnya juga tidak selalu lancar, kadang muncul hati enggan, bahkan menolak atau melempar tanggung jawab ke rekan lain. Namun setelah sekian waktu, tanggung jawab dikembalikan lagi ke hadapan saya. Hingga saya menyadari ini bukan karena saya lebih berkemampuan dibanding rekan-rekan lain, tetapi ini adalah janji prasejarah diri sendiri!

Kualitas kesadaran saya rendah sebelum berkultivasi Falun Dafa. Bahkan setelah Xiulian sekian lama - hati ego masih mendominasi, Shifu ingin membimbing pengikut bergegas melangkah maju, pengikut merasa nyaman berjalan di tempat.

Singkat kata, hati egois ini adalah rintangan besar yang saya hadapi dalam memenuhi tanggung jawab koordinasi dan merupakan hati manusia yang harus saya singkirkan. Hati egois adalah akar yang mendorong saya untuk mencari kenyamanan dari waktu ke waktu. Setelah bekerja dengan rajin selama beberapa waktu, muncul kembali hati yang berpuas diri, hati yang tidak ingin menderita, ingin lebih nyaman - melupakan bahwa waktu dan kesempatan yang tersisa untuk menyelamatkan makhluk hidup serta meningkatkan Xinxing tidaklah banyak.

Saat membaca Ceramah 9 Zhuan Falun, kata-kata Shifu kembali mengingatkan: 

“Dalam Xiulian anda sejak sekarang, harap anda dapat memperlakukan diri sebagai seorang praktisi Gong, sungguh-sungguh melanjutkan Xiulian. Saya harap praktisi baru maupun lama, semua dapat Xiulian di dalam Dafa, semua dapat sukses mencapai kesempurnaan! Harap anda pulang ke rumah menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk sungguh-sungguh berkultivasi.”

Saya menyadari agar jangan berpuas diri, jangan mengendur di tengah beragam godaan dalam masyarakat manusia biasa. Berasimilasi dengan Zhen-Shan-Ren dan kembali pulang bersama Shifu adalah harapan Shifu dan harapan kita sendiri.

Kita yang hadir dalam Fahui ini, berada di dalam proyek yang sama, Minghui. Menjalin takdir pertemuan kita, dan tengah memenuhi misi yang Shifu berikan dan percayakan kepada kita. Proyek bersama ini hanya akan berhasil, jika setiap praktisi yang terlibat di dalamnya, melakukan dengan baik porsinya masing-masing dan tidak mengendur. Kata-kata Shifu di atas mengingatkan bahwa saya belum secara maksimal memenuhi permintaan Shifu, masih menggenggam sebongkah besar hati ego ini.

Setelah mengenali dan mulai mengikis hati egois ini, saya temukan kapasitas hati seperti diperbesar dengan sendirinya, ini memiliki korelasi dengan seberapa banyak lapis demi lapis hati egois yang sudah saya lepaskan. Kapasitas hati ini penting untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, bagaimana bisa lebih toleran, dapat mendengarkan kritikan, usulan, dan pendapat yang berbeda dari anggota team maupun rekan-rekan di luar team.

Sesungguhnya saya menemukan, banyak usulan perbaikan datang dari anggota team - bukan dari saya sebagai koordinator, seperti belum lama ini kami lakukan perbaikan pada alur kerja team lokal kami. Dengan alur kerja baru tersebut, jumlah artikel harian dapat kami tingkatkan cukup signifikan. Sebagai koordinator, saya memperhatikan - hanya perlu mendorong suasana keterbukaan antaranggota dan mengakomodir usulan yang baik. Kadang, dari waktu ke waktu muncul hati yang mendominasi, saat belajar Fa atau melalui mulut rekan praktisi, saya diingatkan kembali ini bukanlah yang Shifu inginkan dan ini merupakan manifestasi dari ego yang kuat; sebagai koordinator harus memberikan kesempatan kepada anggota team agar dapat menempuh jalur mereka sendiri. Saya memahami koordinasi bukanlah memaksakan pemahaman dan kemauan pribadi. Rekan-rekan praktisi juga akan semakin memahami peran krusial Minghui, dan secara alami akan lebih berdedikasi.

Setelah mengerjakannya selama beberapa tahun, saya memperhatikan dan memahami, berbagai gagasan dan terobosan baik akan muncul, saat kami, sebagai kesatuan tubuh – saling bekerjasama dengan baik dan sungguh-sungguh mencurahkan hati untuk proyek ini.

Beberapa tahun terakhir, di bawah pengaturan Shifu yang belas kasih, saya melihat beberapa rekan praktisi muda juga telah bergabung dan berperan aktif di team lokal kami, mengambil banyak tanggung jawab, baik di team penerjemah, media sosial, editor dan lainnya. Sebelumnya juga ada rekan praktisi muda yang bergabung, namun sayang tidak bertahan lama. Saya merasa ini juga refleksi kekurangan saya, karena sebagai koordinator, kurang memperhatikan kebutuhan atau situasi mereka.

Menjawab pertanyaan pengikut terkait proyek Minghui, Shifu berkata, 

“Terutama pengikut Dafa muda, mereka paling dibutuhkan, namun mereka paling tidak mudah duduk diam, maka sangatlah sulit. Inilah Xiulian, apabila benar-benar memahaminya, maka kalian akan berebut masuk ke dalamnya,…” (Ceramah Fa di Washington DC Tahun 2018)

Saya berterima kasih pada mereka yang telah bergabung dan dapat bertahan, karena ini adalah apa yang Shifu inginkan, dan dalam proses ini saya menemukan kesenjangan diri saya di aspek kegigihan dibanding dengan rekan-rekan muda ini. Saya melihat tanpa sadar telah mengembangkan konsep “menua” dalam pikiran saya. Keterlibatan aktif dari rekan-rekan muda ini menginspirasi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan profesional saya! Saya juga perlu meluruskan diri sendiri – di dalam membantu Shifu meluruskan Fa dan menyelamatkan makhluk hidup, tidak ada konsep ‘menjadi tua.’

Demikian pula, team podcast Radio Minghui, yang sebagian besar adalah praktisi dari berbagai proyek lain - berkarya secara inisiatif dengan dorongan dari koordinator Radio Minghui. Pada titik ini, saya juga merasa sesungguhnya peran rekan-rekan inilah yang signifikan. Fenomena demikian mengingatkan saya agar lebih rendah hati, lapang dada, jangan terlalu memandang penting diri sendiri. Shifu telah mengatur rekan-rekan dengan talenta ini mengambil alih lebih banyak peran. Saya memahami salah satu peran koordinator adalah: secara konsisten mendorong partisipasi dalam belajar Fa dan sharing. Lingkungan bersama ini penting karena kami tersebar di berbagai kota dan jarang dapat saling bertemu. Ini juga merupakan lingkungan saling berbagi pengalaman Xiulian, dan koordinasi team secara keseluruhan. Bagi saya sebagai koordinator juga kesempatan untuk secara lebih baik mengenal anggota team, situasi mereka serta masalah yang mereka tengah hadapi.

Saya menemukan: terhadap anggota team yang saya pandang kurang bekerjasama atau tidak melakukan dengan baik, hati saya kurang berbelas kasih, bahkan mencuat pikiran agar membiarkan mereka ini pergi saja. Kata-kata rekan satu team pernah mengingatkan saya, bagaimanapun mereka adalah sumber daya Dafa, tidak boleh menyerah begitu saja. Sepanjang mereka masih ingin membantu proyek ini dan memiliki komitmen dalam taraf tertentu, saya harus lebih toleran lagi dan berupaya memberikan tugas yang lebih sesuai bagi mereka. Saat mencari ke dalam, saya temukan mentalitas menghakimi dan arogan.

Dorongan dari Guru

Shifu berkata saat mengajar perangkat kelima, “… hati merefleksikan belas kasih, ekspresi wajah tenang dan damai.” (Maha Metode Menuju Kesempurnaan)

Saat membacanya, saya segera menyadari, inilah kekurangan saya. Ketika belum lama ini berlatih Gong, saat bermeditasi mengingat kata-kata Shifu tersebut, saya merasakan arus hangat menyelubungi, ini adalah dorongan dari Shifu, energi yang telah Shifu tanamkan pada pengikut, namun tidak muncul karena terbalut hati manusia saya sendiri. Rekan-rekan yang saya pikir belum melakukan dengan baik, tetap telah berkontribusi bagi proyek ini, hanya saja mereka tidak berperan sebagai tulang punggung. Namun bukan berarti mereka tidak berkultivasi dengan baik di proyek lain. Setiap praktisi memenuhi peran yang berbeda-beda.

Kesimpulan

Saya perlu belajar Fa dengan baik, dan mengultivasi Xinxing di saat munculnya konflik, pikiran negatif, agar dapat mengoordinasi proyek ini dengan baik. Sementara jerih payah dan kontribusi nyata rekan-rekan adalah kunci sukses bagi proyek ini, serta interaksi kami sekaligus menjadi pengingat dan pendorong bagi diri saya agar tidak mengendur di masa transisi menuju Fa meluruskan dunia manusia.

Tingkat saya terbatas, mohon diluruskan jika ada yang tidak sesuai Fa.

Terima kasih pada Shifu terhormat atas bimbingannya yang cermat di sepanjang perjalanan, terima kasih rekan-rekan atas kerjasama anda semua.

(Dibacakan pada Konferensi Berbagi Pengalaman Team Minghui Multibahasa 2022)