(Minghui.org) Meja Bundar Kebebasan Beragama Internasional baru-baru ini mengadakan rapat di gedung Departemen Luar Negeri AS tanggal 7 Desember 2023. Perwakilan himpunan Falun Dafa Washington, D.C. berpidato di rapat tersebut, dan menjelaskan bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) mencoba mengganggu pertunjukan Shen Yun di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Meja Bundar Kebebasan Beragama Internasional, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berlokasi di Washington, D.C., mengadakan rapat mingguan sebagai wadah bagi kelompok agama dan keyakinan dari seluruh dunia untuk berbagi informasi dan bertukar pikiran. Perwakilan dari berbagai lembaga pemerintah AS yang relevan turut berpartisipasi.

Karena hari Hak Asasi Manusia jatuh pada tanggal 10 Desember, Departemen Luar Negeri AS mengadakan rapat minggu ini di gedungnya sendiri untuk menyorot kebebasan beragama internasional. Rapat tersebut dihadiri oleh puluhan perwakilan organisasi berbagai agama dan keyakinan. Rashad Hussein, Duta Besar AS untuk Kebebasan Beragama Internasional, dan pegawai Kantor Departemen Negara untuk Kebebasan Beragama, perwakilan dari Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat juga menghadiri pertemuan tersebut dan mendengarkan perwakilan dari berbagai organisasi berbicara.

Departemen Luar Negeri AS

Rapat diadakan di Departemen Luar Negeri tanggal 7 Desember 2023

Seorang perwakilan dari praktisi Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) mengatakan, “Partai Komunis Tiongkok telah menganiaya Falun Gong secara brutal selama 24 tahun. Dipastikan lebih dari 5.000 praktisi telah meninggal karena penganiayaan di Tiongkok. Jumlah yang sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi. Praktisi dalam jumlah besar terbunuh karena pengambilan organ tubuh secara paksa oleh PKT. Penindasan transnasional PKT terhadap Falun Dafa juga merajalela. Kasus yang paling umum adalah campur tangan PKT terhadap pertunjukan Shen Yun di seluruh dunia.”

Perwakilan tersebut mengatakan bahwa Shen Yun didirikan di New York oleh para seniman yang berlatih Falun Dafa. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali dan mempromosikan budaya tradisional Tiongkok yang telah berusia 5.000 tahun melalui tarian dan musik klasik Tiongkok. Budaya tradisional Tiongkok telah menjadi target PKT yang ateis selama lebih dari 70 tahun. Shen Yun sekarang adalah perusahaan tarian klasik Tiongkok terkemuka di dunia, dan melakukan tur ke lebih dari 150 kota di lima benua setiap tahun, dan dipuji secara luas oleh para seniman dari semua kelompok etnis dan orang-orang dari seluruh dunia.

Perwakilan tersebut mengatakan, “Bagaimanapun juga, PKT menargetkan Shen Yun dan tidak berhenti mencoba mengganggu dan menghancurkannya. Menurut catatan di sebuah situs web, setidaknya 70 insiden sabotase telah terjadi di 25 negara, termasuk pembobolan dan pencurian komputer para pemain Shen Yun, penggembosan ban bus Shen Yun, serangan dunia maya terhadap situs web tiket Shen Yun, memobilisasi komentator daring untuk mengunggah komentar negatif tentang Shen Yun, dan lain-lain.

“Selain itu, di semua negara di mana pertunjukan Shen Yun diadakan, kedutaan besar dan konsulat Tiongkok, tanpa terkecuali, mengirimkan pesan ini kepada teater, pengiklan media, dan pemerintah: ‘Jika Anda mengizinkan pertunjukan Shen Yun, hubungan politik dan ekonomi Anda dengan Tiongkok akan rusak parah; teater dan perusahaan seni Anda tidak akan bisa lagi berbisnis dengan Tiongkok, dan orang-orang yang relevan tidak akan bisa mendapatkan visa masuk ke Tiongkok.’”

Perwakilan tersebut menjelaskan, “Sayangnya, dalam satu dekade terakhir ini, di beberapa negara, pertunjukan Shen Yun dibatalkan karena sabotase PKT, yang tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi Shen Yun, namun juga membuat banyak orang kehilangan kesempatan untuk menonton Shen Yun.”

Perwakilan tersebut juga secara khusus menyebutkan bahwa di Korea Selatan, kedutaan besar dan konsulat Tiongkok menciptakan kesulitan bagi presenter Shen Yun setempat untuk mendaftar ke teater.

Yang juga sangat memprihatinkan adalah PKT mengarahkan para pemimpin komunitas Tionghoa di luar negeri yang pro-Komunis untuk menyuap seorang pejabat pajak AS demi mencelakakan Shen Yun. Para agen ini dipantau dan diselidiki oleh FBI (Biro Investigasi Federal) dan akhirnya ditangkap pada bulan Mei tahun ini.

Perwakilan tersebut mengatakan, “Di seluruh dunia, PKT tidak hanya berusaha menyusup dan menyabotase bidang politik, ekonomi, teknologi, dan bidang-bidang lainnya, tetapi juga berusaha mengontrol pertunjukan apa yang boleh dan tidak boleh ditonton oleh orang-orang di negara lain di bidang seni. Hal ini menunjukkan sifatnya yang tidak tahu malu. Pemerintah yang demokratis dan orang-orang yang baik hati harus waspada.”

Di akhir kata, perwakilan tersebut berharap bahwa para hadirin memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan sifat jahat PKT, dan meminta Departemen Luar Negeri AS untuk memberikan lebih banyak dukungan dan perlindungan bagi pertunjukan Shen Yun Performing Arts di luar negeri.

Latar Belakang: Apa Itu Falun Dafa dan Mengapa PKT Menganiayanya?

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Guru Li Hongzhi di Changchun, Tiongkok, tahun 1992. Latihan spiritual ini kini dilatih di lebih dari 100 negara dan daerah di seluruh dunia. Jutaan orang yang mengikuti ajaran ini, yang didasarkan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar, dan telah mempelajari lima perangkat latihan, telah merasakan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.

Jiang Zemin, mantan ketua Partai Komunis Tiongkok (PKT), menganggap meningkatnya popularitas latihan spiritual ini sebagai ancaman bagi ideologi ateis PKT, dan tanggal 20 Juli 1999, dia mengeluarkan perintah untuk memberantas latihan ini.

Di bawah arahan pribadi Jiang, PKT mendirikan Kantor 610, lembaga keamanan di luar kerangka hukum dengan kekuasaan melampaui polisi dan sistem peradilan, yang fungsi satu-satunya adalah untuk menjalankan penganiayaan terhadap Falun Dafa.

Minghui.org telah mengonfirmasi kematian ribuan praktisi akibat penganiayaan selama lebih dari 24 tahun, meski sulit mendapat informasi dari Tiongkok, angka sesungguhnya diyakini jauh lebih tinggi. Praktisi yang tak terhitung jumlahnya telah dipenjarakan dan disiksa karena keyakinan mereka. Ada bukti kuat bahwa PKT menyetujui pengambilan organ paksa dari praktisi yang ditahan, praktisi tersebut dibunuh untuk memasok industri transplantasi organ Tiongkok.