(Minghui.org) Dua warga Kota Maoming, Provinsi Guangdong masih ditahan sejak penangkapan mereka beberapa minggu lalu karena keyakinan mereka pada Falun Gong, sebuah latihan jiwa dan raga yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Wang Ying, berusia sekitar 64 tahun, menemani Tao Yonghong, 63 tahun, mengunjungi ibu Tao, Ding Jiaxi, 90 tahun, pada tanggal 13 Desember 2023. Begitu mereka tiba, lebih dari sepuluh petugas dari Kantor Polisi Guandu menerobos masuk dan menggerebek rumah Ding, sebelum melanjutkan penggeledahan di rumah Tao dan Wang.

Polisi telah berjaga di luar rumah Ding, yang juga seorang praktisi Falun Gong, dan mengetahui bahwa putrinya, Tao, sering mengunjunginya. Wang dan Tao dibawa ke Kantor Polisi Guandu sebelum dipindahkan ke Pusat Penahanan Kota Maoming, di mana mereka tinggal.

Ini bukan pertama kalinya Wang dan Tao menjadi sasaran karena keyakinan mereka.

Wang adalah seorang ahli batu giok dan insinyur di Institut Geokimia Guangzhou, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. Dia menjalani dua tahun kerja paksa dan tiga tahun penjara karena berlatih Falun Gong. Tempatnya bekerja memecatnya pada bulan Mei 2011 setelah dia dibebaskan dari penjara. Mereka juga mengurangi masa kerja beliau menjadi nol dari rumus perhitungan pensiunnya, sehingga mengakibatkan hilangnya seluruh manfaat pensiunnya.

Tao adalah pensiunan Perusahaan Petrokimia Sinopec Maoming. Dia menjalani hukuman tiga tahun penjara karena keyakinannya (2011-2014) dan beberapa kali ditahan. Sekitar bulan Juni 2022, kantor jaminan sosial setempat memerintahkan Tao untuk membayar kembali lebih dari 102.000 yuan tunjangan pensiun (termasuk sekitar 50.000 yuan pembayaran yang dikeluarkan selama tiga tahun masa hukuman penjara dan lebih dari 52.000 yuan kenaikan tunjangan tahunan yang dia terima sejak pembebasannya dari penjara). Mereka mengancam akan menangguhkan dana pensiunnya di masa depan jika dia tidak mematuhinya. Tidak jelas apakah dia membayar uang sesuai perintah.

Selain itu, ketika Tao tidak berada dalam tahanan, dia dan ibunya terus-menerus menghadapi pelecehan dari pihak berwenang.

Penganiayaan Sebelumnya terhadap Wang: 2 Tahun Kerja Paksa, 3 Tahun Hukuman Penjara, Pemutusan Hubungan Kerja yang Tidak Adil, dan Kehilangan Tunjangan Pensiun

Pada bulan Agustus 1988, Wang mengidap penyakit ginjal, yang akhirnya berkembang menjadi uremia pada akhir tahun 1994. Ketika hidupnya tampak tanpa harapan, dia diperkenalkan pada Falun Gong di tahun berikutnya. Hanya dalam satu bulan, gejala uremianya hilang. Dia juga menjadi pekerja yang lebih teliti dan penilai batu giok yang berwibawa. Di tempat kerja, tes analisis spektroskopi laser Raman yang menjadi tanggung jawabnya selalu memberikan hasil yang akurat, dan dia memenangkan gelar pekerja tingkat lanjut di Jaringan Kolaborasi Instrumen Ilmiah Regional Guangzhou beberapa tahun berturut-turut.

Setelah penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai pada tahun 1999, Wang menjadi sasaran. Dia dijatuhi hukuman dua tahun kerja paksa di Kamp Kerja Wanita Kota Guangzhou pada bulan Juli 2000.

Petugas dari Departemen Kepolisian Distrik Tianhe menangkap Wang pada bulan April 2008 dan membawanya ke Pusat Penahanan Distrik Tianhe, di mana para penjaga memborgol dan membelenggunya dalam jangka panjang. Pengadilan Distrik Tianhe kemudian menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara dan dia menjalani hukuman di Penjara Wanita Provinsi Guangdong.

Pada tanggal 6 Mei 2011, tidak lama setelah Wang dibebaskan dari penjara, tempatnya bekerja memecatnya dan mengurangi masa kerjanya menjadi nol, sehingga dia tidak mendapatkan uang pensiun ketika dia mencapai usia pensiun tiga tahun kemudian.

Pada tanggal 22 Juli 2017, Wang menelepon tim inspeksi Komisi Inspeksi Disiplin pemerintah pusat untuk mengadukan pemutusan hubungan kerja yang tidak adil dan hilangnya dana pensiunnya, namun kemudian diganggu oleh Wu Min dari komite jalanan setempat. Dia harus meninggalkan Guangzhou (ibu kota Provinsi Guangdong) dan tinggal bersama anak-anaknya yang sudah dewasa di Kota Maoming. Sampai hari ini, Wang belum menerima satu sen pun dari tunjangan pensiunnya.

Penganiayaan di Masa Lalu terhadap Tao: Dipenjara selama 3 Tahun dan Beberapa kali Penahanan Jangka Pendek

Tao pernah menderita berbagai penyakit, termasuk masalah perut, migrain, hiperplasia serviks, rinitis, gusi berdarah, hiperplasia payudara, penyakit jantung, rematik, nyeri punggung bawah, wasir, trombositopenia, tekanan darah rendah, dan sering masuk angin. Dia kurus, lemah, dan kulitnya berbintik-bintik gelap.

Pada awal tahun 1998, salah satu kerabatnya mendesak Tao untuk mencoba Falun Gong. Dia setuju dan segera pulih dari gejalanya. Dia tidak pernah perlu minum obat apa pun sejak itu.

Dipenjara selama 3 Tahun dan Disiksa Secara Brutal

Tao ditangkap pada tanggal 9 Juni 2011 setelah dilaporkan karena menyebarkan materi informasi Falun Gong. Petugas penangkapan dari Kantor Polisi Zhensheng memasukkannya ke dalam tahanan kriminal di Pusat Penahanan Pertama Kota Maoming keesokan harinya dan surat perintah penangkapan resmi diterbitkan pada tanggal 14 Juli tahun itu.

Kejaksaan Distrik Maonan mendakwa Tao pada tanggal 29 September 2011 dan Pengadilan Distrik Maonan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara pada tanggal 10 November 2011. Hakim ketua Dai Wen, hakim Li Weiming dan Wu Yuemei, serta panitera Wu Xiaoting hadir pada saat persidangannya.

Permohonan banding Tao ditolak oleh Pengadilan Menengah Kota Maoming pada tanggal 16 Januari 2012 dan dia dipindahkan ke Penjara Wanita Provinsi Guangdong pada tanggal 10 Februari 2012.

Selama delapan bulan penahanannya di Pusat Penahanan Pertama Kota Maoming, Tao dianiaya karena menolak melakukan kerja paksa. Wakil direktur Zhong mengarahkan tiga narapidana untuk memukulinya di sudut tanpa kamera pengintai. Dia menderita luka dalam yang parah di tulang rusuknya dan setelah itu kesulitan berbaring di tempat tidur karena rasa sakit.

Para narapidana juga membenamkan kepalanya ke dalam ember berisi air dan menyiramkan air ke telinganya. Sebelum luka dalamnya sembuh, Zhong memerintahkan Tao untuk dibelenggu selama 14 hari. Dia kehilangan sekitar sepertiga berat badannya dalam waktu singkat. Sekitar dua bulan kemudian, telinga kirinya terinfeksi dan mengeluarkan nanah, menyebabkan kesulitan mendengar. Berat badannya terus menurun. Seorang narapidana berkomentar bahwa dia tampak seperti tengkorak.

Penyiksaan terhadap Tao berlanjut setelah dia dimasukkan ke Penjara Wanita Provinsi Guangdong. Lebih dari satu kali, dia dilarang tidur selama 24 jam berturut-turut. Dia pernah menjadi sangat lelah hingga pingsan dan kepalanya terbentur dinding. Baru setelah itu penjaga mengizinkannya tidur selama dua malam berikutnya. Meski begitu, narapidana yang ditugaskan untuk mengawasinya tetap memukulinya untuk membangunkannya dari waktu ke waktu saat dia tidur.

Pada siang hari, dia dipaksa menonton video anti-Falun Gong dan membersihkan selnya. Setelah makan siang, dia dipaksa mencuci piring yang digunakan lebih dari 700 narapidana. Pada malam hari dia dipaksa berdiri atau duduk di bangku kecil di sudut tanpa kamera pengintai. Enam penjaga dan lima narapidana bertubuh besar dan tinggi bergantian mengawasinya di malam hari. Para narapidana secara aktif menganiayanya untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman. Mereka membual bahwa mereka mempunyai segala macam tipu muslihat untuk “menanganinya” jika dia menolak melepaskan Falun Gong.

Seorang narapidana menginjak kaki Tao setiap beberapa menit. Dia juga memutar kakinya untuk membuat Tao semakin menderita.

Narapidana Li Yanli mencubit paha Tao setiap beberapa menit sekali, meninggalkan memar yang dalam.

Ketika Tao harus buang air besar, narapidana Li Qiong berjongkok untuk melihat apakah tinjanya keluar.

Narapidana Lai Bingmei menampar wajah Tao namun menyatakan bahwa dialah yang dipukul terlebih dahulu. Penjaga Min melihat apa yang terjadi dari kamera pengintai tapi dia datang untuk menegur Tao, “Anda berani memukul Lai? Saya ragu anda masih memiliki keberanian untuk melakukannya jika saya membawa tongkat listrik.”

Min juga memaksa Tao melakukan pelatihan militer sebagai hukuman. Dia dan beberapa narapidana mengikuti dan mencambuk jarinya dengan cambuk tipis. Tangannya menjadi merah dan bengkak karena pemukulan.

Tao tidak sakit, namun penjaga memerintahkan beberapa narapidana untuk menjepitnya ke lantai dan membuka mulutnya untuk mencekok paksa obat yang tidak diketahui jenisnya.

Tao hanya diberi waktu dua menit untuk mandi setiap kali. Dia baru saja melepas pakaiannya ketika bel absen berbunyi. Penjaga Min mengancam akan menyeretnya keluar dalam keadaan telanjang jika dia melihat Tao belum keluar dari kamar mandi.

Selama beberapa waktu, para penjaga memberi Tao sangat sedikit makanan dan tidak ada air untuk diminum. Mereka juga tidak mengizinkannya mandi atau menggunakan kamar kecil.

Dari bulan Juni sampai September setiap tahun, Tao ditahan di sebuah ruangan kecil tanpa AC atau kipas angin listrik. Karena dia tidak boleh menggunakan toilet, dia harus buang air di celana. Para penjaga tidak mengizinkannya berganti pakaian. Dia tidak diperbolehkan tidur sampai jam 3 pagi. Dia sangat lelah hingga tertidur dengan celana kotor. Para penjaga masih tidak mengizinkannya berganti pakaian keesokan paginya kecuali dia berkata, "Saya seorang penjahat dan sekarang saya meminta untuk mengganti celana saya."

Untuk memaksa Tao melepaskan Falun Gong, para penjaga menggunakan berbagai taktik untuk mencoba menghancurkannya secara fisik dan mental. Penyiksaan jangka panjang menyebabkan kakinya membengkak parah. Telinga kirinya selalu berdenging. Seluruh tubuhnya sakit. Dia menderita diare setiap dua hari sekali.

15 Hari Penahanan Kriminal pada tahun 2015

Sekitar pukul 10 pagi pada suatu hari di bulan Mei 2015, lebih dari dua lusin petugas, dipimpin oleh Zhou Wen dari Kantor Keamanan Domestik Distrik Maonan, masuk ke rumah ibu Tao – Ding –. Sekitar sepuluh petugas lainnya bergabung dengan kelompok pertama selama penggerebekan, termasuk kepala Departemen Kepolisian Distrik Maonan.

Mereka menyita sebuah laptop baru yang dibeli senilai lebih dari 2.000 yuan, uang tunai beberapa ratus yuan, gunting, setrika, pengering rambut dan barang berharga lainnya.

Polisi mencurigai Tao membagikan materi Falun Gong dan mereka menggerebek rumah ibunya karena mereka tahu dia sering tinggal di sana selama berhari-hari. Mereka memberinya 15 hari penahanan kriminal di Pusat Penahanan Pertama Kota Maoming.

Ditahan selama 23 Jam pada tahun 2016

Enam orang, termasuk direktur Xu Yue'e dan wakil direktur Liang Yamei dan Xu Yaqiu dari Komite Lingkungan Shita, serta direktur Deng Huizhen dan wakil direktur Wu Fuquan dan Zhou Hong dari Komite Lingkungan Qiaobei, muncul di rumah ibu Tao, Ding, pada pukul 16.30, pada 12 September 2016.

Mereka menyatakan bahwa mereka berada di sana untuk melihat apakah Ding telah memperbarui sertifikat warga lanjut usianya (yang memberikan manfaat bagi warga lanjut usia, seperti naik bus gratis). Salah satu dari mereka mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar. Tao, yang bersama ibunya, menghentikan wanita itu. Mereka kemudian pergi.

Tiga jam kemudian, Tao perlu melakukan beberapa urusan. Ketika dia keluar dari gedung apartemen ibunya, dia melihat sekitar dua puluh orang dari dua komite lingkungan di luar. Empat dari mereka mengerumuninya dan menanyakan beberapa pertanyaan acak untuk menghentikannya pergi. Sekitar dua puluh menit kemudian, dua petugas (dengan nomor lencana 224656 dan 050080) dari Kantor Polisi Guandu tiba. Kemudian seorang wanita dari Kantor Jalan Guandu datang dan meminta Tao pergi ke kantor polisi untuk menjawab beberapa pertanyaan. Dia berjanji padanya bahwa polisi akan membiarkannya pulang segera setelah semuanya selesai.

Tao mempercayai wanita itu dan masuk ke dalam mobil polisi. Tidak ada yang mengajukan pertanyaan dan dia ditahan di kantor polisi selama 23 jam, selama itu direktur Feng dan komite lingkungan lainnya mengawasinya. Baik mereka maupun polisi tidak pernah memberikan dasar hukum untuk apa menahan dia di sana.

15 Hari Penahanan Administratif pada tahun 2019

Suatu hari di bulan Oktober 2019, Tao pergi ke Stasiun Kereta Api Maoming dan kehilangan dompetnya. Seorang pekerja kereta api menemukan dompet itu dan melihat beberapa amulet Falun Gong di dalamnya. Ketika dia melihat Tao mencari dompetnya, dia menangkapnya dan membawanya ke Kantor Polisi Kereta Api.

Pada pukul 02.30 siang itu, rumah ibunya digerebek oleh Li Jie dari Kantor Keamanan Domestik Distrik Maonan, wakil kepala Pan dari Kantor Polisi Kereta Api, lebih dari selusin petugas dari Kantor Polisi Guandu, dan staf dari Komite Lingkungan Shita. Mereka menyita sejumlah uang tunai dan barang berharga.

Tao dijatuhi hukuman 15 hari penahanan administratif di Pusat Penahanan Kedua Kota Maoming.

Penahanan Administratif 15 Hari lagi pada tahun 2020

Tao ditangkap pada jam 3 sore. pada tanggal 24 Agustus 2020 dan diberikan penahanan administratif selama 15 hari di Penahanan Kedua Kota Maoming. Departemen Kepolisian Distrik Maonan, Kantor Polisi Guandu, dan Kantor Polisi Gaotie bertanggung jawab atas penangkapannya.

Pelecehan Tanpa Akhir terhadap Tao dan Ibunya

Ding tinggal sendirian, jadi anak bungsunya, Tao, sering mengunjunginya dan terkadang tinggal bersamanya selama beberapa hari. Mereka berdua menghadapi pelecehan tanpa henti dari pihak berwenang. Di bawah ini adalah episode pelecehan dalam beberapa tahun terakhir yang tidak mengakibatkan penangkapan Tao.

Banyak Episode Pelecehan di Bulan Oktober 2017

Sebelum Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-19, dari tanggal 16 hingga 23 Oktober 2017, Komite Lingkungan Shita datang untuk melecehkan Tao setidaknya sekali sehari, terkadang dua kali sehari. Dia tinggal bersama ibunya selama periode itu. Para pelaku pelecehan mengambil fotonya dengan ponsel mereka. Suatu ketika, Tao dan ibunya sedang makan siang, ketika dua orang dari Komite Lingkungan Shita datang mengganggu mereka.

Pada waktu lain, pada pukul 22.30, dua pria berpakaian preman datang. Yang satu menunggu di lantai tiga, dan yang lainnya mengetuk pintu. Ding sudah tertidur dan dia terbangun karena gedoran keras di pintu. Mereka mengatakan bahwa mereka berasal dari Kantor Polisi Guandu, dan mereka datang untuk memeriksanya.

Setidaknya ada 12 episode pelecehan lainnya pada bulan Oktober 2017. Mereka juga menelepon suami Tao ketika mereka tidak dapat menemukannya di rumah ibunya.

Masing-masing Satu Episode Pelecehan pada tahun 2018 dan 2019

Wakil direktur Xu Yaqiu dan Liang Yamei dari Komite Lingkungan Shita, memimpin dua staf untuk melecehkan Ding di rumah pada pukul 15.30 pada 11 Juni 2018. Mereka mengaku sedang melakukan pemeriksaan kesejahteraan. Tao memberi tahu mereka bahwa ibunya telah sehat selama dua puluh tahun berkat Falun Gong. Mereka pergi.

Xu dan Liang mengetuk pintu rumah Ding pada pukul 15.15 pada tanggal 15 Januari 2019. Mereka membawa dokumen dan memerintahkan dia dan Tao untuk menandatanganinya. Keduanya menolak untuk mematuhi.

Pelecehan Atas Nama Pemeriksaan dan Sensus Kesejahteraan Tahun 2020

Wakil direktur Liang dari Komite Lingkungan Shita dan seorang pria yang merupakan direktur Kantor Pemeliharaan Stabilitas setempat datang ke rumah Ding pada pukul 10.30 pada tanggal 29 Mei 2020, ketika Ding dan Tao sedang sarapan. Liang mengatakan mereka berada di sana untuk mengunjungi Ding dan pria tersebut mengatakan mereka datang untuk melihat apakah Ding telah memperbarui sertifikat warga lanjut usianya. Tao mengatakan bahwa ibunya dapat pergi ke kantor mereka untuk melakukan pembaharuan dan tidak membutuhkan mereka untuk mengganggu mereka di rumah. Mereka kemudian pergi.

Pada jam 9 malam. pada tanggal 24 Agustus 2020, wakil direktur Liang dan Xu dari Komite Lingkungan Shita datang ke rumah Ding untuk “melakukan sensus.” Setelah memeriksa buku registrasi rumah tangganya, mereka bertanya apakah dia masih berlatih Falun Gong. Mereka kemudian menanyakan nama putri sulung dan menantu laki-lakinya. Ding menolak menjawab, karena itu bukan bagian dari sensus. Mereka pergi.

Tetangga Mengutuk Pelecehan terhadap Ding pada tahun 2021

Pada tanggal 2 Maret 2021, wakil direktur Xu dari Komite Lingkungan Shita datang ke gedung apartemen Ding dan menanyakan tetangganya tentang dia. Tiga hari kemudian, Xu datang untuk mengganggu Ding, dengan alasan memeriksa status perpanjangan sertifikat warga seniornya.

Ding mengetahui dari dua tetangganya bahwa Xu sebenarnya telah berbicara dengan mereka di luar gedung apartemen sebelum pergi ke rumahnya. Xu bertanya kepada kedua tetangganya apakah mereka melihatnya berbelanja bahan makanan dan apakah putrinya, Tao, pernah mengunjunginya. Para tetangga menganggap pertanyaan Xu aneh dan menjawab bahwa wajar jika seorang anak perempuan mengunjungi ibunya. Mereka mengutuk dia karena melecehkan Ding.

Suatu malam di akhir bulan November 2021, dua kelompok orang dari Kantor Jalan Guandu, Komite Lingkungan Shita, dan Komite Lingkungan Qiaobei melecehkan Ding dan Tao di rumah masing-masing dengan menggunakan sensus sebagai alasan.

Sekitar satu bulan kemudian, Ding dan Tao memperhatikan orang-orang mengawasi mereka di luar rumah. Ada juga dua kamera resolusi tinggi yang dipasang di gerbang kompleks apartemen Ding.

Tiga Episode Pelecehan di tahun 2022

Sekitar jam 4 sore. pada tanggal 21 April 2022, seseorang melihat seorang petugas polisi dan seorang perempuan anggota komite lingkungan di depan pintu rumah Ding. Wanita itu mengetuk pintu dan pergi ketika tidak ada yang menjawab.

Sekitar jam 5 sore pada 16 Desember 2022, seorang pria paruh baya terlihat di luar gedung apartemen Ding. Dia berpura-pura melihat ponselnya.

Sekitar jam 10 pagi tanggal 18 Desember 2022, wakil direktur Liang dari Komite Lingkungan Shita mengetuk pintu rumah Ding dengan selembar kertas di tangannya. Tao, yang sedang bersama ibunya, membuka pintu. Pria yang menemani Liang mengatakan dia perlu menemui Ding.

Tao meminta untuk mengetahui identitasnya dan dia menjawab bahwa dia berasal dari Kantor Jalan Guandu, juga bermarga Liang. Direktur Liang ingin mengambil foto Tao tetapi Tao menghentikannya.

Liang mengatakan bahwa petinggi mengirim mereka ke sana. Tao memotretnya. Dia menjadi gugup dan menawarkan untuk mentraktir dia dan ibunya minum teh.

Pelecehan pada tahun 2023 Sebelum Penangkapan Terakhir Tao

Sekitar jam 10 pagi tanggal 17 Februari 2023, seorang pria jangkung mengetuk pintu rumah Ding. Dia berusia sekitar lima puluh tahun dan memakai kacamata. Dia mengambil foto pintu dan mengetuknya lama sebelum pergi. Di luar gedung apartemen, seorang wanita pendek berambut kuning terlihat mengawasi pintu masuk gedung apartemen Ding.

Setelah pria jangkung itu turun, dia memantau semua orang yang masuk atau keluar dari gedung apartemen Ding. Ada kamera di halaman yang merekam semua orang yang keluar dari gedung apartemen, dan kamera lain menghadap ke luar untuk merekam siapa pun yang memasuki gedung. Di seberang gerbang kompleks apartemen, ada seorang pria paruh baya berpakaian hijau muda sedang mengawasi pejalan kaki di halaman. Tao mencurigai mereka adalah personel dari Komite Lingkungan Shita dan Kantor Jalan Guandu yang mengawasi dia dan ibunya.

Pada awal Februari 2023, putra Tao menerima telepon dari polisi yang menanyakan di mana dia tinggal. Pada tanggal 13 Februari, suaminya menerima telepon lagi dari polisi, sekali lagi menanyakan keberadaan dia. Suaminya mengatakan dia tidak tahu dan meminta polisi untuk tidak mengganggunya.

Artikel Terkait:

广东茂名市陶永红、丁家喜频遭警察和街道居委骚扰

修大法身心健康 茂名陶永红屡遭中共迫害