(Minghui.org) [Catatan Editor] Pada Agustus 2002, Li Wenming berpartisipasi dalam acara interupsi sinyal TV untuk menyiarkan program tentang Falun Gong di provinsi Qinghai dan Gansu. Dia dijatuhi hukuman sewenang-wenang 20 tahun penjara oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan dikirim ke Penjara Lanzhou pada 2003. Li akhirnya dibebaskan pada Agustus 2021. Ini adalah kisah pribadinya tentang penganiayaan yang dialaminya.

***

Penulis berkata, “Sebelum saya dianiaya, saya sulit percaya bahwa sekelompok orang yang mengikuti nilai-nilai universal Sejati-Baik-Sabar, kelompok yang hanya ingin menjadi baik dan bermanfaat bagi negara dan masyarakat, akan ditindas dan dianiaya secara brutal. Namun hal ini masih terjadi di Tiongkok. Saya ditangkap oleh PKT sebanyak empat kali, dan ditahan selama 21 tahun enam bulan. Saya mengalami penyiksaan dan penghinaan yang tidak manusiawi. Ketika saya mengingat pengalaman tragis dan traumatis yang saya alami, setiap saat saya tidak dapat menahan tangis. Saya sebenarnya bahkan tidak menitikkan air mata di hadapan kejahatan.”

(Lanjutan dari Bagian 1)

Disiksa selama 20 Tahun karena Menginterupsi Sinyal TV untuk Mengklarifikasi Fakta

Setelah saya berhasil melarikan diri, saya menghubungi praktisi lain. Kami membuat CD dan materi klarifikasi fakta lainnya, untuk membantu Guru, pencipta Falun Dafa, dalam menyelamatkan orang.

Pada 17 dan 18 Agustus 2002, saya membantu menginterupsi sinyal video untuk menyiarkan fakta kebenaran tentang penganiayaan terhadap Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong). Kami bekerja berpasangan dan menyiarkan video di tujuh lokasi di Provinsi Qinghai dan Gansu, termasuk Kota Xining dan Kabupaten Minhe di Provinsi Qinghai, Distrik Honggu Kota Lanzhou, Distrik Baiyin Kota Baiyin, Distrik Qinzhou Kota Tianshui, Distrik Xifeng Kota Qingyang dan Kabupaten Qingcheng Kota Qingyang di Provinsi Gansu.

Di Distrik Xifeng, Kota Qingyang, karena lokasinya yang relatif tersembunyi, polisi gagal menemukan dari mana kami menyiarkan, dan video kami diputar berulang-ulang. Sebagai pembalasan, mereka memerintahkan aliran listrik di daerah tersebut diputus selama tiga hari.

Kami mulai mengudara pada pukul 7 malam, yang merupakan waktu tontonan utama dan malam menjelang “Kongres Nasional ke-16” Partai Komunis Tiongkok (PKT). Komite Sentral Partai dan Kementerian Keamanan Publik merasa khawatir, dan “para ahli” dikirim untuk membantu mencari dan menangkap kami. Lebih dari 200 polisi dikerahkan di wilayah Guangwumen saja. Saya ditangkap lagi pada 30 Agustus 2002. Setelah polisi Wei Dong dan yang lainnya meninju dan menendang saya, mereka mendorong saya ke dalam mobil dan membawa saya ke Yantan. Mereka memborgol pergelangan tangan ke belakang dan menarik saya dengan borgol ke lantai tujuh di mana Departemen Kepolisian Kota Lanzhou berada.

Memaksa Pengakuan Melalui Penyiksaan

He Bo, Wei Dong dan polisi lainnya mengunci saya di “bangku harimau,” memasukkan tangan dan kaki saya ke dalam sekrup bangku harimau, memasang helm di kepala, dan mengikat tubuh bagian atas saya ke sandaran bangku harimau dengan ikat pinggang sehingga seluruh tubuh saya tidak bisa bergerak. Mereka terus mengencangkan sekrup di pergelangan tangan saya. Setiap empat atau lima menit, sekrup dikencangkan kembali, dan dikencangkan sepanjang malam. Saya gemetar berteriak sangat kesakitan. Saya mengompol dan hampir mengalami syok.

Saat fajar, mereka mengirim saya ke Pusat Penahanan Xiguoyuan. Saya segera dipindahkan dari sana ke Pusat Penahanan No. 2 Kota Lanzhou. Saya kemudian diinterogasi berulang kali. Setiap malam saya dikurung di bangku harimau.

Suatu kali setelah mereka mengunci saya di bangku harimau dan mengencangkan sekrupnya, mereka duduk di dekat saya, makan dan bermain kartu. Seorang polisi datang dan mengambil tongkat kayu. Berpura-pura bersikap keras, dia menusuk sekrup dengan tongkat. Sambil berteriak dia menusuknya ke arah yang berlawanan, mengendurkan sekrupnya, dan bahkan mencoba mematahkan sekrupnya. Setelah beberapa saat, dia melihat sekrupnya kendor, jadi dia bangkit dan pergi.

Setelah sekian lama, He Bo melihat saya tidak bergerak, jadi dia memeriksa dan melihat sekrupnya kendor. Dia mengutuk sambil mengencangkannya dan berkata, “Kami punya tikus di sini.”

Saya mengetahui bahwa banyak polisi di Departemen Kepolisian Kota Lanzhou tidak mau mematuhi perintah PKT untuk menganiaya praktisi. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada polisi yang telah membuka sekrup untuk saya. Dia mengambil risiko, dan dia pasti akan mendapat balasan baik di masa depan.

He Bo dengan cepat mengencangkan sekrupnya, dan tubuh saya gemetar dan gigi bergemeletuk. Saya hampir pingsan. Setelah itu, pergelangan tangan saya mati rasa selama lebih dari setahun.

Diborgol dan Mengenakan Belenggu Seberat 9 kg Selama Kurungan Pertama

Pada September 2003, setelah saya ditahan selama satu tahun, saya dibawa ke Penjara Lanzhou. Saya tidak bekerja sama dalam penggeledahan mereka dan menghentikan mereka memukuli dan memarahi praktisi lain. Saya dan Liu Zhirong (yang kemudian dianiaya hingga meninggal di Penjara Tianshui) ditempatkan di sel isolasi.

Ruang kurungan hanya berukuran tiga meter persegi. Bagian luar ruangan adalah halaman tertutup seluas dua meter persegi. Ada hamparan batu bata dan batu yang tidak rata. Tidak ada pemanas. Setiap ruangan berisi tiga atau empat orang. Satu atau dua orang tidur di tempat tidur, dan satu orang tidur di samping atau depan tempat tidur. Orang-orang yang dikurung tidak diperbolehkan memiliki tempat tidur. Tidak ada sumpit atau sendok dan seseorang harus makan dengan tangannya.

Ketika mereka menggeledah pakaian saya, penjaga Zhao Zhiyong dengan sengaja merobek jaket saya karena dia ingin melihat apakah saya mempunyai sesuatu yang berhubungan dengan Falun Dafa.

Mereka memasang belenggu seberat 29 kg pada Liu Zhirong. Borgol dan belenggu dirangkai dengan kawat besi. Saya dibelenggu dengan belenggu kaki baru yang beratnya lebih dari 9 kg. Borgol dan belenggu juga dirangkai dengan kawat. Karena belenggunya masih baru, durinya belum terkelupas dan menusuk daging di pergelangan kaki saya. Rasa sakitnya sungguh tak tertahankan. Saya melilitkan belenggu di sekitar kaki celana dari setelan “tahanan” yang mereka paksa untuk kami kenakan, sehingga duri tersebut tidak mengenai kulit saya. Kaki celananya akhirnya terkoyak-koyak. Saya dikurung secara ilegal selama sebulan.

Kurungan Kedua

Saya dikurung untuk kedua kalinya setahun kemudian, pada Desember 2004. Bagian Manajemen Penjara sedang menilai “kode etik.” Saya tidak bekerja sama dengan mereka. Mereka menemukan artikel Guru Li disembunyikan di pakaian saya, jadi saya dibelenggu seberat 29 kg, yang dirangkai dengan borgol.

Saat itu turun salju, tapi saya hanya mengenakan celana, sepatu kets, dan jaket lengan panjang. Sel kurungan tidak ada pemanas. Pada pukul 6 pagi setiap pagi, mereka membiarkan saya keluar di halaman. Saya hampir tidak bisa bergerak karena belenggu yang berat, jadi saya duduk. Pada pukul 9 malam. Saya dikirim kembali ke sel kurungan. Setiap hari suhunya minus tujuh atau delapan derajat Celcius, dan suhu terendah mencapai minus sebelas atau dua belas derajat. Angin dingin membuat saya kedinginan, dan menggigil.

Seorang narapidana di sel kurungan sering menjentik mata saya. Karena tangan dan kaki saya dibelenggu, saya tidak dapat menghindarinya. Ketika saya kembali ke sel pada pukul 9 malam, saya masih dibelenggu dan harus berbaring di sisi tempat tidur. Karena belenggu berat yang dihubungkan dengan borgol, tubuh saya meringkuk. Saya hampir tidak bisa membalikkan badan di malam hari.

Dua tahanan datang dan memegang lengan saya dan saya meraih belenggu itu dengan kedua tangan. Mereka membawa saya ke ruang interogasi. Shi Tianyou, wakil sipir penjara yang bertanggung jawab atas penjaga penjara, bertanya kepada penjaga di sel kurungan tentang situasi saya beberapa kali. Mereka mencoba membuat saya tunduk dengan cara ini, tetapi Shi Tianyou sangat marah karena saya tidak menyerah pada penyiksaan. Mereka takut saya akan mati kedinginan, jadi mereka melepaskan saya setelah satu bulan dikurung. Saat belenggu dilepas, saya tidak bisa berjalan.

Kurungan Ketiga

Saya dikurung untuk ketiga kalinya pada September 2005, ketika Penjara Lanzhou menuntut agar semua praktisi Falun Gong dipaksa “berubah” (berhenti berlatih). Mereka memborgol saya, namun saya menolak. Ding Hui dan penjaga lainnya menekan dan memborgol saya. Kepala saya terbentur radiator dan mengeluarkan banyak darah. Saya harus mendapatkan sembilan jahitan untuk menghentikan pendarahan.

Bantuan Orang Baik di Dalam dan Luar Tiongkok

Selama 18 tahun saya ditahan sewenang-wenang di Penjara Lanzhou, selalu ada orang baik yang membantu saya. Mereka berbagi makanan dan kebutuhan sehari-hari dengan saya. Beberapa tidak takut terhadap PKT. Setelah kepala saya dihantam, salah satu dari mereka terang-terangan menuduh penjaga bersikap kasar dan biadab. Bahkan ketika kejahatan paling kejam menindas para praktisi dan penjaga penjara menetapkan bahwa tidak seorang pun boleh berbicara dengan saya, beberapa orang baik diam-diam memberi saya makanan. Orang-orang baik seperti itu berada di Divisi Penjara Ketiga dan ke-10.

Saya berdebat dengan instruktur di Divisi 10. Banyak tahanan yang menonton, tapi tak seorang pun melakukan apa pun terhadap saya. Beberapa penjaga yang baik hati membawakan saya ubi panggang atau yogurt dari rumah mereka. Perbuatan baik mereka menyemangati saya. Beberapa penjaga bertanya apa rencana saya setelah dibebaskan dari penjara.

Saya juga menerima dorongan dari praktisi dari Hong Kong, Makau, Taiwan, dan dalam negeri Tiongkok. Mereka mengirimi saya surat, termasuk kartu pos, surat, dan kiriman uang. Meskipun saya tidak pernah melihat satupun dari mereka karena blokade, saya mendengar saya dikirimi surat. Pada saat yang sama, mereka juga menghalangi kejahatan sehingga saya tidak dianiaya begitu kejam.

Beberapa praktisi yang dipenjara membantu dan menyemangati saya dengan berbagai cara. Saya mampu bertahan sampai hari ini di tengah penindasan yang jahat dan gila-gilaan, dan dalam periode penderitaan dan penganiayaan yang begitu lama, terima kasih atas berkah dan perlindungan Guru, keagungan serta kebajikan Dafa, dan dorongan dari rekan-rekan praktisi, bantuan dari orang-orang baik di dunia, dan keteguhan saya pada Guru dan Dafa.

Berulang kali Dikurung di Sel Isolasi

Selama delapan belas tahun di Penjara Lanzhou, untuk mencegah saya berhubungan dengan praktisi lain, saya biasanya dipisahkan dari mereka. Saya dikurung sendirian di divisi penjara. Pada 2006, lebih banyak praktisi dipindahkan dari Divisi Penjara Ketiga, dan para penjaga memindahkan saya ke Divisi Penjara Kesepuluh, di mana mereka mulai menganiaya saya lagi.

Dikurung di Sel Isolasi Selama Tiga Bulan

Dai Xueyi adalah seorang instruktur politik terkenal di Divisi 10. Pada 1 Mei 2008, dia memasukkan saya ke sel isolasi. Empat orang menggantung saya di rangka tempat tidur yang tinggi selama dua minggu. Saya tidak diperbolehkan tidur. Seluruh tubuh saya bengkak, kaki, tungkai, dan pergelangan tangan saya berwarna hitam dan ungu. Saya kehilangan kesadaran, urin saya berwarna merah, dan saya berada dalam kondisi setengah koma.

Di lain waktu, seorang narapidana memukul perut saya dengan tinjunya, menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan dan keringat mengalir di dahi saya. Saya menghabiskan tiga bulan yang panjang dan sulit di sel isolasi.

Gao Zhendong, kapten Divisi 10, juga menganiaya banyak praktisi. Cao Xi pernah digantung di kawat, dan jari kakinya hampir tidak menyentuh tanah.

Penyisiksaan Jin Jilin

Pertama kali Jin Jilin dibawa ke Penjara Lanzhou, dia dianiaya secara brutal oleh Zhang Haijun, mantan wakil instruktur politik, di Divisi Penjara Kesembilan. Dia memerintahkan seorang tahanan untuk menuangkan air mendidih ke atas Jin Jilin. Saat kulitnya melepuh, napi menusuknya dengan peniti dan menaburkannya dengan garam. Mereka tidak mengizinkan Jin Jilin tidur.

Penganiayaan yang terus menerus menyebabkan Jin Jilin menderita sakit yang tak tertahankan, dan dia akhirnya memotong arterinya dengan pecahan tangki bagian dalam termos. (Catatan Editor: Ini adalah tindakan ekstrem di bawah penganiayaan kejam yang dilakukan oleh PKT, tidak dibenarkan oleh prinsip Falun Dafa, Sejati-Baik-Sabar, dan dilarang oleh prinsip Falun Dafa). Dia hampir mati.

Setelah dia dikirim ke Penjara Lanzhou untuk kedua kalinya, Jin Jilin dianiaya oleh Wei Zhoujiang, kapten Divisi Penjara Ketujuh. Ketika saya dibebaskan dari penjara pada 2021, Jin Jilin masih dianiaya di sel isolasi.

Menganiaya Wang Youjiang Hingga Meninggal di Penjara

Wang Youjiang dianiaya secara brutal oleh Zhang Haijun, mantan kapten brigade dan Wang Guochen, mantan instruktur, di Divisi Penjara Kelima. Akibatnya, Wang Youjiang terserang stroke, lumpuh sebagian (hemiplegia) dan meninggal.

Gigi Sun Zhaohai Copot

Sun Zhaohai, dari Kota Jiamusi, Provinsi Heilongjiang, dianiaya oleh Wang Guochen, mantan kapten brigade dan Kong Fanping, mantan instruktur, di Divisi Penjara Pertama. Mereka memasukkan Sun Zhaohai ke dalam sel kecil, dan mengikatnya ke “ranjang kematian”. Mereka mencabut gigi Sun Zhaohai, namun gagal mematahkan keyakinan teguhnya pada Dafa. Setelah melakukan mogok makan selama enam bulan, dan setelah hampir satu tahun penganiayaan di sel isolasi, Sun Zhaohai menolak melepaskan Falun Dafa, jadi dia dibebaskan dari sel isolasi.

Divisi Penjara Kedua menahan seorang praktisi dari Distrik Pingchuan, Kota Baiyin, yang berusia 70 tahun. Ketika saya meninggalkan Penjara Lanzhou, dia dikurung di sel isolasi dan tidak diperbolehkan tidur selama lebih dari empat bulan. Saya berharap organisasi dan praktisi terkait di Tiongkok dan luar negeri akan memperhatikan hal ini.

Dikurung di Sel Isolasi dan Disiksa dengan Tudung Hitam dan Bangku Harimau

Para penjaga kadang-kadang melakukan tindakan yang menindas praktisi. Di penghujung hari kerja paksa, penjaga memanggil keluar dan meminta saya berjalan di sepanjang garis. Saya berdiri diam.

Wakil instruktur Zhang Yuquan datang dan memasukkan saya ke sel isolasi lagi. Dia dan Wang Zizhuo, kepala divisi penjara, memborgol saya ke rangka tempat tidur di ranjang atas dan tidak mengizinkan saya tidur. Mereka mengenakan tudung hitam di kepala saya sebelum saya berangkat kerja. Ketika saya tiba di bengkel, saya dikurung di “bangku harimau”. Empat narapidana diperintahkan untuk mengawasi saya.

Setelah saya digantung berjam-jam, saya pingsan dan tidak sadarkan diri, dan tubuh saya juga mengalami edema (bengkak). Dalam keadaan setengah koma, saya mengingat ajaran Guru:

“Sang Maha Sadar tidak takut pada penderitaan
Tekadnya bagaikan dilebur dari intan
Tiada keterikatan pada hidup dan mati
Dengan lapang hati menelusuri jalan pelurusan Fa.”(Pikiran Lurus dan Perbuatan Lurus, Hongyin II)

Saya telah melewati lebih dari sepuluh tahun kehidupan penjara yang sulit yang menimpa saya. Saya harus mampu menanggung sisa hukuman satu tahun. Di bawah pengaruh pemikiran yang teguh ini, dengan berkah Guru dan perlindungan Dafa, saya akhirnya keluar dari penganiayaan yang kejam.

Selama pandemi COVID, para penjaga kekurangan tenaga untuk mengawasi saya, jadi mereka menurunkan saya dari rangka tempat tidur.

“Proyek Citra Diri” di Penjara Lanzhou

Setelah Zhang Yongwei dipindahkan dari Penjara Tianshui ke Penjara Lanzhou sebagai sipir, dia menghabiskan semua uang makanan yang dialokasikan kepada narapidana Penjara Lanzhou untuk “meningkatkan kualitas makanan” kepada apa yang disebut sebagai “pendidikan ulang melalui aktivis buruh” dan apa yang disebut “tahanan katagori satu.” Dia kemudian membual tentang “prestasinya” di surat kabar dan televisi untuk meningkatkan citra pribadinya, sementara sebagian besar tahanan tidak melihat daging dalam makanan mereka. Mereka diberi sedikit daging pada beberapa hari libur.

Kuota Produksi Kerja Paksa Terus Meningkat

Para tahanan melakukan “kerja paksa” tanpa bayaran dan kuota terus meningkat. Begitu Zhang Yongwei tiba di Penjara Lanzhou, dia melipatgandakan tugas yang diberikan ke setiap divisi penjara. Tahun berikutnya, jumlahnya meningkat 60 persen lagi. Angka ini meningkat setiap tahunnya sekitar 50 persen.

Kami mulai bekerja pada pukul 06.30 dan selesai pada pukul 18.30. Ada istirahat makan siang setengah jam di siang hari. Kadang-kadang kami harus bekerja sampai jam 8:30 atau 9:00 malam. Jika kami gagal menyelesaikan tugas, kami akan disetrum, dipukuli dengan tongkat karet, diborgol dan disuruh memeluk tiang dingin di musim dingin, dan dijemur di bawah sinar matahari di musim panas.

Kurangnya Kebutuhan Dasar

Penjara Lanzhou tidak menyediakan pakaian dalam, selimut, kasur atau kebutuhan sehari-hari lainnya. Mereka yang membawa barang-barang tersebut ketika memasuki penjara tidak diperbolehkan memakai atau menggunakannya. Supermarket penjara biasanya menjual radio, benang, pakaian, celana bergaris, pakaian katun, sepatu katun, sepatu kets, dan barang-barang lainnya, namun kemudian semuanya menjadi “selundupan” dan disita.

Pemanasnya sangat buruk, dan gedung penjara memiliki ventilasi di semua sisi, sehingga tidak hangat. Pemanas dimatikan pada pukul 11 malam. dan dinyalakan kembali pada pukul 6 pagi. Saya menggunakan dua selimut tetapi masih terbangun berkali-kali karena kedinginan.

Tahanan yang Meninggal “Diresusitasi”

Ketika seorang narapidana sakit, dia tidak dirawat tepat waktu. Pada 2020 saja, lebih dari 20 narapidana di Penjara Lanzhou meninggal karena sakit akibat kurangnya perawatan. Dalam waktu kurang dari dua tahun dari tahun 2019 hingga 2020, di Divisi Penjara ke-10, tiga narapidana meninggal, dua orang meninggal di penjara, dan satu orang meninggal kurang dari seminggu setelah dikirim ke Penjara Xinqiao (“Rumah Sakit Kangtai”). Wang Xingyun menderita batu saluran empedu tetapi tidak diobati. Hingga kematiannya, dia bekerja dengan brigade tersebut, dengan dua orang yang menopangnya sambil berjalan. Dia meninggal setelah kembali ke sel setelah bekerja di malam hari.

Xi Xingwu menderita kanker perut tetapi tidak diobati sampai sel kankernya menyebar. Dia dikirim ke Rumah Sakit “Kangtai”, di mana dia meninggal dalam waktu kurang dari seminggu. Ran Hongju menderita penyakit jantung dan tidak mendapat pengobatan selama berhari-hari. Ketika dia sekarat, dia dirawat dan dikirim ke Rumah Sakit “Kangtai” untuk mempersiapkan “perawatan”, namun dia meninggal sebelum dia dapat meninggalkan gerbang penjara. (Catatan: mereka bukanlah praktisi.)

Penjara Lanzhou menipu dunia. Setelah seorang narapidana meninggal, tubuhnya dipasangi infus dan oksigen agar terlihat seperti dia meninggal setelah seseorang mencoba resusitasi.

Epilog

Selama 21 setengah tahun saya ditahan sewenang-wenang, saya dipecat dari pekerjaan oleh unit tempat kerja saya. Rumah saya di Linjiazhuang dibongkar, dan bahkan perabotannya pun diambil. Karena tetangga menginginkan rumah saya, dia menggunakan kesempatan saat saya dipenjara dan memutus aliran air dan listrik. Sekarang saya tinggal di apartemen sewaan. Karena tekanan yang sangat kuat, istri saya terpaksa menceraikan saya. Keluarga yang awalnya bahagia kini hancur. Saya seharusnya menerima tunjangan pengangguran selama 22 bulan, namun Biro Jaminan Sosial Lanzhou mempersulit pengajuannya.

Semua ini terjadi karena saya percaya pada Falun Dafa dan prinsip-prinsipnya, Sejati-Baik-Sabar, dan karena saya mengklarifikasi fakta kebenaran tentang penganiayaan Falun Dafa kepada dunia.

Saya ingin memberi tahu Zhang Yongwei, Zhang Haijun, Wang Guochen, Kong Fanping, Wang Zizhuo dan lainnya di Penjara Lanzhou—Anda sangat diperdaya oleh rezim jahat Tiongkok. Saya harap anda segera sadar, berhenti melakukan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip langit dan hati nurani, serta berhenti bekerja untuk Partai jahat. Demi anda dan keluarga, hentikan penganiayaan dan tebus dosa-dosa anda, sehingga anda bisa diselamatkan dan memiliki masa depan.

(Tamat)