(Minghui.org) Saya mulai berkultivasi Falun Dafa pada musim semi tahun 1998. Hal-hal yang terjadi di masa lalu membuat saya sekali lagi merasakan belas kasih Guru dan juga membuat banyak makhluk hidup menyaksikan sifat ajaib Dafa.
Wastafel rumah saya, yang terhubung langsung dengan sumber air, terbuat dari bahan keramik. Tindakan ceroboh lebih dari satu dekade lalu merusak salah satu sudut wastafel. Karena saya ditahan secara ilegal di penjara oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama total 15 tahun dan tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan kenaikan uang pensiun selama 15 tahun, penghasilan saya terbatas, jadi saya memutuskan untuk terus menggunakan wastafel yang rusak.
Keluarga saya memutuskan untuk mengganti wastafel dengan yang berbahan baja tahan karat pada musim panas tahun 2022. Kami meminta Tian, seorang tukang, untuk membantu kami memasang wastafel baru. Tian membantu kami membeli baskom baja tahan karat dan memasangnya pada rangka logam dengan alas kayu di atasnya. Akan tetapi, alas kayu tersebut lama-kelamaan berjamur karena basah, jadi kami meminta Tian untuk menggantinya dengan alas marmer.
Tian kemudian membawa lempengan marmer berukuran 70 x 50 sentimeter dan tebal dua sentimeter. Akan tetapi, saat memasang lempengan yang sudah dipotong, ia menemukan bahwa tepi kanan lempengan tersebut dipotong miring dan semakin parah di bagian tepinya. Ujung lainnya menjadi dua sentimeter lebih sempit dan rangka logam di bawah lempengan tersebut pun terlihat. Saat Tian menemukan masalah ini, ia meminta maaf dan berkata, "Oh tidak, lempengan itu dipotong miring!"
Saat itu, pikiran pertama yang muncul di benak saya adalah bahwa saya adalah seorang praktisi Falun Dafa, jadi saya harus mematuhi prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Setiap kali saya menghadapi masalah, pertama-tama saya harus memikirkan bagaimana hal itu akan memengaruhi orang lain. Dengan itu, saya pikir Tian sudah berusia lebih dari 70 tahun dan masih bekerja keras untuk mencari nafkah seperti itu. Ia harus membawa lempengan marmer yang begitu berat hingga lima lantai, yang merupakan tugas yang berat. Pada saat yang sama, saya juga mengerti bahwa kesalahan semacam ini tidak dapat diatasi dengan mudah. Oleh karena itu, saya menghiburnya dan berkata, “Tidak masalah. Ini sudah cukup baik!”
Keesokan harinya, ketika saya melihat lempengan marmer yang tidak sempurna ini, sedikit penyesalan terlintas di benak saya. Namun, sepanjang hari ketiga saya seolah-olah telah melupakan masalah ini. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pada hari keempat, ketika saya bangun untuk membersihkan diri sebelum latihan pagi, saya menemukan bahwa cacat pada lempengan marmer tersebut telah hilang. Rangka baja tidak lagi terlihat. Yang saya lihat adalah lempengan marmer persegi panjang dan sempurna di hadapan saya. Saya tercengang oleh perubahan yang menakjubkan ini. Tak lama kemudian, saya menjadi tenang dan mengerti bahwa Guru yang baik hati telah memperbaiki cacat pada lempengan tersebut. Oleh karena itu, saya terus berkata, “Terima kasih, Guru! Terima kasih, Guru!”
Beberapa hari kemudian, Tian datang lagi ke rumah saya untuk melakukan perbaikan lainnya. Melihat perubahan ajaib pada lempengan marmer tersebut, ia agak terkejut. Tian telah memahami fakta tentang Dafa, dan Guru yang baik hati sekali lagi membiarkan ia menyaksikan sifat ajaib Dafa.
Setelah kejadian ini, saya melihat ke dalam: Lempengan marmer tersebut terpotong miring. Ini jelas bukan suatu kecelakaan. Apakah ini mengingatkan saya bahwa saya telah menyimpang dari jalur kultivasi saya? Ketika saya melihat ke dalam, saya menemukan bahwa saya masih memiliki keterikatan yang berbeda. Yang lebih serius adalah keterikatan terhadap keluhan, kebencian, nafsu, keinginan, bersaing dengan orang lain, mencari kenyamanan dan menyukai pujian dari orang lain.
Ini membuat saya waspada. Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa yang telah berkultivasi selama 26 tahun. Guru benar-benar menyayangi kita, tetapi saya masih memiliki begitu banyak keterikatan. Bagaimana saya dapat mencapai standar seperti yang diminta oleh Fa? Jadi, bagaimana saya dapat kembali ke rumah surgawi sejati saya bersama dengan Guru? Memikirkan waktu yang hilang saat berada di penjara gelap PKT dan waktu yang terbuang sia-sia karena tidak berkultivasi dengan tekun setelah memperoleh kembali kebebasan, saya merasa sangat menyesal.
Saat saya menemukan keterikatan dan bertekad untuk melakukannya dengan baik, saya bingung harus mulai memperbaiki diri dari mana. Tiba-tiba dua puisi Guru muncul di benak saya, "Berkultivasi hati mematahkan nafsu menyingkirkan keterikatan," ("Siapa Berani Melepaskan Hati Manusia Biasa," Hong Yin I) dan "Padamkan semua pikiran yang berlebihan, Tidak sulit berkultivasi Buddha.." ("Tidak Tersisa," Hong Yin I).
Fa Guru menyadarkan saya, dan saya meneteskan air mata rasa syukur. Terima kasih, Guru, atas ajaran Anda. Ini meningkatkan kepercayaan diri saya dan saya memahami dengan jelas bahwa saya tidak punya alasan lagi untuk tidak melakukannya dengan baik di jalur kultivasi saya. Oleh karena itu, saya harus melakukan dengan baik apa yang diminta Guru dari kita, memenuhi sumpah saya dan tidak goyah dalam misi saya.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 2025 Minghui.org