(Minghui.org) Tahun ini menandai peringatan 30 tahun sejak Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa, pertama kali diterbitkan di Tiongkok. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa dan telah memberi manfaat bagi praktisi di lebih dari 100 negara.
Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis oleh praktisi Tiongkok pada tahun 1998, Zhuan Falun diterjemahkan ulang oleh praktisi Eropa pada tahun 2007 untuk menyempurnakan beberapa kata-katanya. Zhuan Falun membimbing praktisi berbahasa Prancis di seluruh dunia dalam kehidupan sehari-hari mereka untuk menjadi orang baik dan bahkan lebih baik lagi.
Beberapa praktisi ingin berbagi cerita dan mengatakan mereka sangat berterima kasih kepada Guru Li Hongzhi, pencipta Falun Dafa.
Buku yang Berharga
Frédérique dari Prancis mulai berlatih Falun Dafa pada bulan Januari 2018. Ibunya mulai berlatih 20 tahun sebelumnya dan menyarankannya untuk berlatih. Namun, Frédérique tidak mempelajarinya hingga tahun 2018. “Saat itu saya berada dalam situasi yang sulit, baik secara fisik, psikologis, maupun dalam keluarga saya,” kenangnya. “Setelah membaca Ceramah 1 [Zhuan Falun], saya tahu saya telah menemukan apa yang selama ini saya cari.”
Frederique (pertama dari kanan) mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 2018.
Saat ia membaca Zhuan Falun, Frédérique segera menyadari bahwa ini bukanlah buku biasa karena, setiap kali ia membacanya, ia memperoleh pemahaman baru tentang kultivasi. “Misalnya, kemarin saya membaca sebuah bagian di mana Guru berbicara tentang seorang wanita yang tertabrak mobil dan terseret sebelum mobil berhenti. Wanita itu tidak mengeluh atau mengatakan sesuatu yang negatif. Sebagai hasilnya, ia bangkit tanpa cedera sama sekali. “Saya tiba-tiba menyadari bahwa, ketika kita menghadapi situasi sulit, baik secara fisik maupun psikologis, jika kita dapat mengatasinya sebagai seorang praktisi Falun Dafa, segala sesuatunya akan beres dengan sendirinya. Kita seharusnya tidak menganggap diri kita sebagai manusia biasa,” katanya.
Frédérique mengatakan bahwa dia telah membaca bagian itu berkali-kali tetapi tidak memahaminya hingga saat itu. Untuk membantu dirinya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran dalam Zhuan Falun, dia menghafalkan pengantar buku tersebut – “Lunyu”. Dia membaca teks tersebut dalam bahasa Prancis dan Inggris untuk membantunya memahami maknanya dengan cara yang berbeda.
Setelah berlatih selama hampir tujuh tahun, Frédérique mengatakan bahwa kini ia menjadi pribadi yang berbeda. “Kesehatan saya meningkat drastis, dan saya menjadi lebih periang. Rekan kerja saya mengatakan bahwa saya menjadi lebih tenang,” katanya. “Saya sangat berterima kasih kepada Guru! Saya telah membaca ratusan buku, tetapi saya tidak pernah menemukan apa yang saya cari. Zhuan Falun berbeda dari setiap buku yang pernah saya baca dan saya tidak akan bosan membacanya.”
Tidak Lagi Egois
Christopher (nama samaran) dari Eropa pertama kali berlatih pada tahun 2005. Ia telah membaca Zhuan Falun berkali-kali, pertama dalam bahasa Prancis dan kemudian dalam bahasa Inggris. Di waktu luangnya, ia juga mendengarkan ceramah audio Guru Li.
Pertama kali membaca Zhuan Falun, Christopher mengatakan bahwa ia mengalami banyak perubahan. “Saya berhenti minum alkohol. Zhuan Falun menjawab banyak pertanyaan saya tentang kehidupan dan eksistensi materi, semuanya menjadi jelas,” tuturnya. “Saya sekarang tidak terlalu egois. Saya menjadi tertarik pada masalah kemanusiaan dan apa yang sedang terjadi di dunia. Ini adalah hal-hal yang sebelumnya tidak pernah saya pedulikan atau pahami.”
Hal ini memberinya kedamaian batin. “Saya mampu menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang, melihat lebih jauh dari sekadar emosi, dan memahami alasan mengapa orang melakukan atau mengatakan hal tertentu,” lanjut Christopher. “Membaca Zhuan Falun berulang kali memungkinkan saya memahami ajaran Dafa dengan lebih baik, dan membantu saya menyingkirkan keterikatan sekaligus menemukan kedamaian batin meskipun ada kekacauan di sekitar saya.”
Christopher kini tengah mencoba menghafal beberapa paragraf dalam Zhuan Falun agar ia dapat lebih memahami prinsip Sejati-Baik-Sabar.
Pemahaman Lebih Dalam tentang Kehidupan
Félix dari Kanada mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 2012. Ia mempelajari latihan ini melalui praktisi di keluarganya. Karena penasaran dengan manfaat yang mereka ceritakan, ia memutuskan untuk membaca Zhuan Falun.
“Zhuan Falun adalah buku yang sakral dan berharga. Buku ini sangat kaya dan mendalam, seperti prinsip-prinsip Falun Dafa yang diajarkannya,” kata Félix. Buku tersebut membuatnya terpesona dan membuat prinsip-prinsip luhur Sejati-Baik-Sabar dapat dipahami dan dipraktikkan. Baginya, buku tersebut membuka “jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini saya cari.”
Felix (pertama dari kanan) berasal dari Kanada.
“Saya menjadi lebih bersimpati kepada orang-orang di sekitar saya,” kata Félix. “Saya juga mulai menjalani perjalanan spiritual dengan tujuan menjadi pribadi yang lebih baik.”
“Saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru Li, karena telah menunjukkan Dafa dan membimbing saya dalam perjalanan kultivasi saya. Saya telah diberi tujuan dan saya memiliki makna yang lebih dalam dalam hidup saya, dan saya akan selalu bersyukur,” imbuh Félix. Ia juga merekomendasikan orang lain untuk membaca Zhuan Falun, “Anda akan memperoleh manfaat dan begitu pula orang-orang di sekitar Anda.”
Buku Luar Biasa
Tumbuh besar bersama ibu yang berlatih Falun Dafa, Myriam tidak asing dengan prinsip Sejati-Baik-Sabar. “Saya ingat ibu mempelajari Zhuan Falun dan berbagi pemahamannya,” kata Myriam. “Ini membantu saya untuk lebih memahami apa yang saya alami, dan saya mencoba menerapkan prinsip-prinsip ini dengan cara saya sendiri.”
Myriam memegang spanduk selama acara Falun Dafa.
Meskipun ia sesekali bergabung dengan ibunya untuk memperkenalkan Falun Dafa dan mengungkap penganiayaan di Tiongkok, Myriam tidak secara resmi berlatih hingga tahun 2003, enam tahun setelah ibunya pertama kali berlatih. Seorang teman memberinya buku Zhuan Falun berbahasa Spanyol sebagai hadiah saat ia bepergian ke Kosta Rika.
Myriam mengatakan saat pertama kali membaca Zhuan Falun, “Saya tidak sepenuhnya memahami apa yang diajarkan Guru Li kepada saya. Versi Zhuan Falun yang saya baca memuat banyak istilah bahasa Mandarin, sebagai orang Barat yang berbahasa Prancis, saya tidak dapat benar-benar memahaminya.”
Ia segera menyadari bahwa ia tidak bisa meletakkan buku itu. “Zhuan Falun menunjukkan kepada saya ajaran luar biasa yang sangat berbeda dari pemikiran Barat yang saya anut,” jelas Myriam. “Betapa pun sibuknya saya, saya tetap mempelajari Zhuan Falun dan ajaran Falun Dafa lainnya. Guru Li mengingatkan kita untuk melakukannya.”
Dua puluh dua tahun telah berlalu, dan Myriam telah membaca buku tersebut dalam semua bahasa Barat yang dikenalnya: Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, dan Portugis. Untuk lebih memahami makna asli teks tersebut, ia mulai belajar membaca buku tersebut dalam bahasa Mandarin. “Saya benar-benar merasakan belas kasih Guru yang tersirat di balik kalimat-kalimatnya, dan itu sangat menarik,” katanya.
“Zhuan Falun adalah buku luar biasa yang harus dibaca dari awal hingga akhir. Buku ini melampaui buku-buku lain yang saya ketahui,” kata Myriam. “Saya sangat merekomendasikannya kepada semua orang, agar tidak melewatkan kesempatan yang telah lama ditunggu untuk membaca Zhuan Falun.”
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 2025 Minghui.org