(Minghui.org) Salam kepada Guru terhormat! Salam kepada rekan-rekan praktisi!
Saya berusia 60 tahun dan mulai berlatih Falun Dafa tahun 1998. Setelah penganiayaan dimulai tahun 1999, saya mulai mengendur karena kehilangan lingkungan kultivasi. Saya bersaing demi nama dan kepentingan serta tidak menjaga Xinxing. Kesehatan saya memburuk, tulang belakang sakit sehingga saya tidak bisa tidur, saya juga merasa depresi.
Namun Guru tidak meninggalkan saya. Seorang praktisi lama mengunjungi saya tahun 2006. Dia memberitahu saya tentang pelurusan Fa, dan saya terhubung kembali dengan Falun Dafa. Saya bertekad keras harus melakukan tiga hal dengan baik sejak saat itu.
Mengklarifikasi Fakta kepada Para Tahanan
Pada salah satu “tanggal sensitif” Partai Komunis Tiongkok (PKT), empat petugas polisi membobol masuk rumah saya. Ketua departemen keamanan nasional kabupaten bertanya apakah saya masih berlatih Falun Dafa. Saat saya berkata iya, dia memegang satu lengan saya. Petugas lain memegang lengan satunya lagi, sementara dua petugas lainnya pergi ke arah lemari dan mengambil foto Guru, gambar Falun, dan buku-buku serta materi Falun Dafa.
Saya berteriak, “Jangan sentuh barang-barang saya!” Mereka mengabaikan saya, memaksa saya masuk ke mobil mereka, dan membawa saya ke departemen kepolisian kabupaten setempat. Saya mengklarifikasi fakta kepada mereka dalam perjalanan ke sana. Mereka diam-diam mendengarkan, namun sopir mencoba menghentikan saya.
Di departemen kepolisian, mereka memotret barang-barang saya. Ketua keamanan nasional kabupaten bertanya di mana saya mendapatkan ceramah-ceramah Guru. Saya berkata, “Saya tidak bisa memberitahu Anda. Anda akan menganiaya mereka. Saya tidak bisa membiarkan kalian berbuat kejahatan.” Mereka berhenti bertanya.
Mereka memerintahkan saya untuk menandatangani pernyataan yang sudah dipersiapkan, namun saya menolak. Beberapa dari mereka memegangi lengan saya dan mencoba memaksa saya tanda tangan. Saya menolak untuk mengatakan telah berbuat kejahatan saat memberitahu orang-orang fakta dan berlatih Falun Dafa.
Mereka membawa saya ke pusat penahanan kota malam itu. Setibanya di sana, saya bertanya kepada petugas polisi, apakah menahan orang baik membuatnya merasa terganggu. Dia tidak berkata apapun, namun saya bisa melihat dia merasa tidak nyaman.
Saat saya masuk sel, kasur penuh dengan para tahanan. Tiga orang bertugas mengawasi. Salah satu di antaranya menyuruh saya mencari tempat untuk berbaring, namun tidak ada tempat. Saya berkata akan duduk saja. Dia berkata itu tidak boleh karena ada kamera yang mengawasi kami. Salah satu tahanan bergeser dan menyisakan sedikit tempat untuk saya. Saya tidur meringkuk. Kami berjejer layaknya sarden. Saya menangis dan bertanya-tanya mengapa saya berada di sana. Mengapa menjadi orang baik adalah hal yang buruk?
Ketua tahanan menyuruh saya bertugas mengawasi. Saya melihat tahanan di kasur. Sebagian mempunyai tato. Saat saya menyebutkan mereka, seorang tahanan berkata saya tidak seharusnya memandang orang dari permukaannya saja. Saya menyadari bahwa Guru telah menggunakannya untuk memberi saya petunjuk–bahwa saya tidak seharusnya memandang orang dengan konsep manusia biasa, saya tidak seharusnya membeda-bedakan mereka. Mereka semua datang demi Fa dan layak diselamatkan.
Petugas pemasyarakatan datang di siang hari. Dia memanggil nama dan bertanya satu per satu mengapa kami ditahan. Alasannya beragam: mengajukan petisi, berkelahi, kecanduan obat-obatan, dan prostitusi. Akhirnya, dia bertanya pada saya dan praktisi lain. Kami berkata bahwa kami berlatih Falun Dafa.
Kami berbincang-bincang setelah petugas pergi. Salah seorang tahanan bernama Ketua Gao berasal dari Changchun. Dia berkata bahwa Falun Dafa baik dan mengajarkan orang-orang untuk menjadi baik, lalu saat Jiang Zemin melihat banyak orang berlatih, dia melancarkan penganiayaan. Tahanan menjadi terdiam dan mendengarkan. Dia berkata keluarganya mempunyai sebuah restoran di kota. Suaminya terlibat dalam kejahatan terorganisir. Ketua Gao terlibat dalam segalanya dan kerap menjadi tahanan di pusat penahanan dan penjara. Dia mengenal para petugas, dan mereka sering mengajaknya merokok. Dia sangat terampil dan berbicara dengan tegas. Dia mengatakan hal-hal positif tentang Falun Dafa.
Seorang gadis bertato baru berusia 20 tahun. Saat dia bertanya tentang Falun Dafa, saya menjelaskan tentang latihan ini, bagaimana Falun Dafa dilatih di seluruh dunia, dan manfaat dari latihan ini. Saya menjelaskan fakta penganiayaan dan mengapa jutaan rakyat Tiongkok mundur dari PKT. Dia menerima apa yang saya katakan dan setuju untuk mundur dari PKT. Saya menyarankannya untuk sering-sering melafalkan “Falun Dafa Hao (Falun Dafa Baik), Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati, Baik, Sabar baik)” dan dia akan diberkati.
Saya sangat senang melihat praktisi lain di sel. Kami bersama-sama memancarkan pikiran lurus dan membantu Guru menyelamatkan lebih banyak orang.
Seorang gadis menderita rabun dekat, namun tidak diperbolehkan menggunakan kacamatanya. Karena dia hampir tidak bisa melihat, saya membantunya mengambil makanan dan mengantar ke kamar mandi, dia merasa sangat berterima kasih. Saya mengklarifikasi fakta padanya, dan dia menerima semua yang saya katakan.
Saat itu bulan Juli dan hawa sangat panas. Mereka membuka sel baru untuk tahanan baru yang mereka tangkap setiap hari. Petugas menyuruh Ketua Gao memilih beberapa orang dari kami untuk pindah ke sel baru bersamanya. Ketua Gao meminta saya ikut, namun saya tidak mau karena ada seorang praktisi bersama saya di sel lama.
Petugas datang keesokan harinya dan langsung memanggil nama saya serta beberapa tahanan lainnya. Saya tahu Ketua Gao mencalonkan saya. Sel baru itu sangat kotor. Petugas membawa dua ember berminyak. Saya membersihkan sel dan juga toilet. Guru meminta kita untuk memikirkan orang lain serta menganggap penderitaan sebagai kebahagiaan. Ketua Gao memiliki penilaian yang bagus dan memilih orang-orang yang terampil. Kami membersihkan sel baru secara menyeluruh. Tahanan baru kemudian dibawa masuk.
Ketua Gao meminta saya tidur di sampingnya di malam hari. Saya tidak perlu bertugas, namun sebagai seorang praktisi, saya harus menjadi orang baik. Para tahanan yang lemah hampir tidak bisa berdiri selama dua jam, jadi saya rasa harus membantu mereka. Ada 19 orang di dalam sel, dan saya ingin menyelamatkan mereka semua. Saya terus memancarkan pikiran lurus untuk membersihkan unsur-unsur buruk di dimensi lain, di empat kamera, di para petugas, dan di semua tahanan pusat penahanan.
Saat para tahanan melafalkan peraturan pusat penahanan di pagi hari, saya melafalkan kata kunci pemancaran pikiran lurus.
Kami selesai membersihkan sel dan mempunyai waktu luang, jadi saya memberitahu tahanan fakta tentang Dafa dan penganiayaan. Xiao Qian (nama samaran), yang adalah pecandu narkoba, senang tidur di samping saya dan mendengarkan saya mengklarifikasi fakta. Dia bahkan tidak tahu cara mencuci kaos kaki, jadi saya membantunya. Dia berkata ibunya yang mengerjakan semua di rumah. Dia akhirnya belajar cara mencuci pakaiannya.
Dia duduk di sana memainkan ponsel selama berjam-jam dan tidak bergerak. Punggungnya terluka sehingga tidak bisa berdiri tegak. Saat dibebaskan, saya menelepon ibunya dan memberitahunya tentang situasi putrinya. Ibunya menangis dan berkata bahwa dia merasa telah mengecewakan putrinya karena tidak membuatnya melakukan pekerjaan rumah apapun.
Dua tahanan pelacur sering mengatakan hal-hal buruk. Saya mencoba berbicara tentang Dafa beberapa kali kepada mereka, namun mereka tidak mau mendengarkan. Suatu hari, salah satu dari mereka berdebat dengan Ketua Gao, dan Gao melaporkannya kepada petugas. Petugas datang di pagi hari saat kami sedang duduk. Saya meminta kepada Ketua Gao agar masalahnya tidak diperbesar dan mencoba menyelesaikannya dengan tenang. Dia mengangguk.
Seorang tahanan bertanya apa yang saya katakan pada Ketua Gao setelah petugas pergi. Saya berkata agar masalahnya diselesaikan dengan tenang dan tidak membesar-besarkan hal sepele. Dia memberitahu dua tahanan pelacur lainnya. Mereka berterima kasih dan selanjutnya mendengarkan saat saya mengklarifikasi fakta kepada mereka.
Ketua Gao sangat pandai berbicara dan selalu menceritakan kisah kepada kami. Terkadang dia meminta saya berbicara pada tahanan tentang Dafa. Saya tahu Guru menggunakannya untuk meminta saya menyelamatkan lebih banyak orang. Saya tidak berani mengendur dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengklarifikasi fakta kepada para tahanan.
Wen, seorang pelacur lainnya, menikah dua kali dan memiliki tiga anak laki-laki. Dia berkata ibu mertua pertamanya berlatih Falun Dafa dan sangat baik kepadanya. Dia bahkan membaca buku Zhuan Falun. Wen berkata telah ditangkap di hari pertama bekerja sebagai pelacur. Saya memberitahunya bahwa dia ditakdirkan untuk berlatih Falun Dafa dan mungkin Dewa dan Buddha tidak ingin dia melakukan hal semacam itu. Saya memintanya mencari pekerjaan yang layak setelah dibebaskan dan merawat putra-putranya. Dia setuju.
Dokter pusat penahanan datang ke sel setiap siang. Para tahanan berbaris untuk mendapatkan obat, diperiksa tekanan darahnya, dan meminta saran dokter. Saya hanya duduk di ranjang dengan posisi sila ganda. Saya bertanya-tanya berapa banyak orang yang akan berlatih Falun Dafa bila PKT tidak melancarkan penganiayaan. Mungkin masyarakat tidak akan menjadi sebegitu bobrok. Mereka mengagumi saya karena mempunyai kesehatan yang bagus. Saya tahu mereka datang untuk mendengarkan fakta, jadi saya memberitahu mereka untuk mengingat “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati, Baik, Sabar baik),” dan mereka akan diberkati.
Saya dibebaskan setelah 15 hari dalam pusat penahanan. Saya mengingat nama 17 tahanan yang setuju mundur dari PKT serta organisasi afiliasinya. Putra saya datang dari luar kota tempat dia bekerja untuk bertemu saya, dan seorang kerabat menjemput kami. Saya dan putra saya hanya menatap ke luar jendela dan tidak banyak berbicara.
Kerabat dan tetangga saya semua menanti saya. Mereka memasak banyak makanan memenuhi meja. Mereka memarahi saya saat kami makan, dan suami saya menangis. Suami tidak pernah melarang saya berlatih Falun Dafa, namun dia takut saya akan dipukuli polisi. Dia ketakutan saat saya dibawa pergi dan polisi bersikap kasar pada saya. Berat badan suami menurun saat saya berada di pusat penahanan. Dia berkata akan menceraikan saya bila saya terus berlatih Falun Dafa. Putra saya tidak mengatakan apapun, namun ekspresinya mengungkapkan segalanya. Tepat seperti yang Guru katakan, “Ratusan derita sekaligus menimpa” (“Derita Pikiran dan Hatinya.” Hong Yin I)
Malam itu putra saya dan istrinya meminta suami memohon agar saya tidak berlatih Falun Dafa. Saya tahu mereka takut akan terkena dampaknya. Saya berkata, “Berlatih Falun Dafa tidaklah salah. Guru Li mengajarkan kami untuk menjadi orang baik, ini tidak salah. Kalian tahu betapa buruknya kesehatan ibu dulu. Ibu sudah berlatih Falun Dafa selama 20 tahun dan tidak perlu berobat ke dokter. Ibu sangat sehat. Ibu adalah tulang punggung keluarga, kalian tahu itu. Ibu bertekad untuk terus berlatih Falun Dafa. Tidak ada seorang pun yang bisa mengubahnya. Bila kalian takut, kita bisa memutus hubungan kita.”
Putra saya berkata, “Apapun situasinya, ibu akan selalu menjadi ibu saya. Saya tahu tidak ada seorang pun yang bisa mengubah pikiran ibu setelah ibu membuat keputusan. Namun ibu harus berhati-hati.”
Meningkatkan Xinxing
Saat cucu perempuan lahir, putra saya meminta saya datang merawat menantu dan mengingatkan di telepon agar saya sedikit berbicara karena sekarang banyak pasangan muda bercerai atau menjadi depresi. Saya merasa percaya diri, bahwa sebagai seorang praktisi, saya akan akur dengan istrinya.
Saya pergi mengunjungi menantu di pusat perawatan pasca persalinan. Menantu bersikap dingin pada saya dan tidak banyak berbicara. Saat dia pulang ke rumah, saya mengerjakan semua pekerjaan rumah. Saya tidak banyak bicara, namun banyak bekerja. Dia masih bersikap dingin terhadap saya. Namun dia hangat dan riang berbicara dengan ibunya. Saya merasa getir.
Di hari dia kembali mulai bekerja, saya melihat kamera pengawas menyala: biasanya dibiarkan mati. Saya menjadi sangat marah. Hanya saya dan bayi itu di rumah. Mengapa mereka ingin mengawasi saya? Saya hendak menantang mereka. Namun saat itu jam 6 pagi dan waktunya saya memancarkan pikiran lurus, setelah itu saya merasa tenang.
Adalah rutinitas saya untuk melafalkan Fa beberapa saat setelah memancarkan pikiran lurus jam 6 pagi. Saya menyadari bahwa Guru telah memberi saya petunjuk. Bila saya bertanya mengapa mereka menyalakan kamera pengawas, mereka akan memberi saya banyak alasan, namun hanya akan berujung pada rasa kesal di antara kami. Terima kasih Guru, karena telah menjaga saya sepanjang waktu. Saya bertanya pada diri sendiri mengapa saya merasa tidak nyaman dengan kamera tersebut. Apakah itu karena saya ceroboh dalam melakukan sesuatu dan tidak menganggap diri sebagai bagian dari keluarga? Guru meminta kita menjadi orang baik di mana pun kita berada. Saat saya melakukan segalanya dengan cermat, saya merasa jauh lebih baik.
Melepaskan Keterikatan Lagi
Hawanya dingin di akhir musim gugur, dan pemanas ruangan belum dinyalakan. Putra saya dan istrinya masing-masing membeli pakaian katun lengan panjang yang didesain dengan sangat bagus. Saya meminta agar putra saya membelikan ayahnya dan saya satu. Dia setuju.
Pakaian itu tiba dengan cepat, namun keduanya adalah pakaian wanita. Menantu berkata pakaian itu murah, dan dia masih menunggu pakaian untuk suami saya. Pakaian itu tampak murah dan bukan katun. Bukan ini yang saya inginkan. Hati saya terluka. Mengapa dia memperlakukan saya seperti ini? Saya melakukan banyak pekerjaan untuknya dan tidak meminta sepeser uang pun. Saya memakan makanan sisa sementara dia memakan makanan enak. Saya adalah warga negara kelas kedua di rumah mereka.
Saya merasa dipersalahkan sampai-sampai tidak bisa berhenti menangis. Saya bertanya-tanya mengapa ibunya tidak mengajarkan putrinya untuk memperlakukan saya dengan baik.
Saya mencari ke dalam. Dia tidak akan mendengarkan bila saya memberitahunya tentang Dafa utamanya karena penganiayaan, ateisme, dan Yinyuan Guanxi kami. Tapi tak peduli bagaimana hubungan kami dalam sejarah, saya berlatih Falun Dafa dan harus melakukan apa yang Guru ajarkan.
Mengapa hati saya tergerak saat melihat apa yang mereka kenakan dan makan? Bukankah ini adalah manifestasi dari iri hati dan keserakahan? Perasaan tersebut bukan milik saya, dan saya tidak menginginkannya, jadi saya memancarkan pikiran lurus untuk melenyapkannnya.
Saya menyadari dari Fa bahwa segala yang ada di dunia ini adalah sampah. Mengapa saya melihat sesuatu buruk dan hal lain baik serta bersaing demi hal itu? Saat saya mengubah konsep, saya merasa jauh lebih baik.
Menghapus Aplikasi WeChat
Saya sangat serius dalam hal keamanan ponsel. Saya tidak membawanya saat pergi belajar Fa maupun mengunjungi praktisi lain. Guru berkata bahwa ponsel adalah alat penyadap. Saat praktisi lain datang berkunjung, saya meletakkan ponsel saya di ruang lain.
Putra saya membelikan saya ponsel pintar baru dan mengunduh aplikasi WeChat serta beberapa program lain seperti video memasak, yang sering saya tonton. Namun menonton hal tersebut menghabiskan waktu saya. Cucu saya gemar menonton video pendek. Bila saya tidak membiarkannya menonton, dia akan menangis dan berteriak. Saya menggunakan WeChat untuk menghubungi saudari saya yang kondisi kesehatannya buruk.
Saya sering membaca artikel praktisi tentang menghapus WeChat di situs web Minghui. Saya juga ingin melakukannya, namun takut putra saya serta istrinya tidak bisa memahaminya. Saya juga ingin bisa menghubungi saudari saya, jadi saya tidak menghapus aplikasi itu. Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel lain di situs web Minghui tentang praktisi di sebuah kota yang berkomunikasi melalui aplikasi WeChat. Lebih dari 40 orang di antara mereka ditangkap. Saya menyadari bahwa kultivasi adalah serius dan saya seharusnya melepaskan konsep manusia biasa karena akhir dari pelurusan Fa sudah dekat. Saya menghapus aplikasi WeChat, menghapus hal-hal yang tidak berguna, dan mematikan Wi-Fi.
Sulit untuk melepas, namun saat melakukannya, saya merasa ringan. Pelurusan Fa hampir mencapai garis akhir. Mari dengarkan Guru, lakukan tiga hal dengan baik, dan mengikuti Guru kembali ke rumah sejati kita.
(Artikel terpilih untuk Konferensi Fa Tiongkok ke-22 di Minghui.org)
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org