(Minghui.org) Saya awalnya menghindari dan mengabaikan pegawai lingkungan, namun kami sering bertemu karena kami adalah tetangga. Saya rasa pribadi saya yang dingin hanya akan membuatnya semakin tidak memahami praktisi–Saya harus sabar dan baik agar dia bisa semakin terbebas dari kebohongan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Saya mulai menyapanya saat melihatnya dan mengingatkannya untuk berkendara dengan aman. Meski dia masih membawa polisi ke rumah saya, dia tidak lagi memfitnah Dafa di depan ibu saya. Mungkin pandangannya tentang Dafa telah berubah.

– Kutipan dari artikel

* * * * * *

Salam kepada Guru yang belas kasih! Salam kepada rekan praktisi!

Saya lahir di tahun 1980-an dan saya adalah anak tunggal. Falun Dafa mengajarkan saya arti hidup, dan prinsip Fa membimbing saya menempuh jalur kultivasi dan meningkatkan karakter. Saya ingin membagikan pengalaman kultivasi saya selama Konferensi Fa Tiongkok ke-22 di Minghui.org. Saya bersyukur atas Guru dan rekan praktisi!

Saya diindoktrinasi oleh ideologi PKT sejak masa kecil, dan timbul kepribadian yang suka bersaing. Saya bertengkar dengan keluarga, rekan kerja, dan bahkan orang asing saat ada hal yang tidak berjalan sesuai kemauan saya.

Saya ingat suatu hari saya berkendara di sisi kiri jalan di jalan raya dua arah, dan kendaraan di belakang saya ingin menyalip dan terus membunyikan klakson. Saya merasa itu sangat tidak sopan dan nafsu bersaing saya langsung muncul. Saya menginjak pedal gas untuk mencegah pengemudi itu menyalip saya. Kami berkendara beriringan dalam waktu singkat. Saya melambat saat kami mendekati belokan, dan mobil saya terus bergoyang saat kecepatan menurun.

Saya tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Saya menginjak rem, memegang setir mobil dengan kencang, dan berusaha mendapat kendali. Mobil menjadi stabil sekitar satu meter dari pembagi jalan, dan saya bisa berkendara dengan kecepatan normal.

Saya ketakutan dan jantung berdegup kencang. Saya masih merasa merinding saat memikirkannya. Saya mempunyai amulet Falun Dafa di mobil saya yang bertuliskan “Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik), Zhen-Shan-Ren (Sejati, Baik, Sabar) adalah baik.” Saya bersyukur Guru melindungi saya!

Saya mencari ke dalam setelah insiden itu dan menyadari bahwa saya harus melenyapkan keterikatan saya akan nafsu bersaing, kebencian, dan pengaruh PKT!

Mengultivasi Rasa Maaf, Toleransi, dan Pemahaman

Saya mengajar di sekolah dasar dan guru-guru di tingkat kami perlu membantu guru lain menilai ujian di akhir semester.

Koordinator pergi untuk menanyakan tentang pengaturan penilaian, dan saya menunggunya memberitahu saya di mana kami akan menilai ujian. Saya menunggu di kantor selama tiga jam namun tidak mendapat kabar darinya. Dia akhirnya kembali di akhir jam kerja dan berkata sudah menilai ujiannya.

Saat saya bertanya mengapa dia tidak memberitahu saya perihal lokasinya, dia menjawab, “Saya pikir Anda tahu.” Saya merasa benci dan tanpa mengucapkan sepatah kata, saya mengambil tas lalu pergi. Dalam perjalanan pulang, saya khawatir direktur mungkin akan menegur saya karena tidak melakukan pekerjaan saya. Namun direktur tidak menanyakan tentang hal itu dan saya merasa lega.

Setelah itu saya mengabaikan koordinator dan berpikir, “Dia adalah orang yang bertanggung jawab, jadi bagaimana bisa dia memperlakukan saya seperti itu? Dia telah menginjak-injak saya dan berusaha mengambil hati atasan. Sungguh tak tahu malu!” Saya berpura-pura tidak mendengar saat dia berbicara dengan saya, dan membatasi waktu saya di kantor untuk menghindarinya.

Di penghujung hari, saya mulai merasa tidak nyaman. Saya merasa bersalah dan tahu bahwa keterikatan nafsu bersaing telah muncul. Hanya ada beberapa tempat untuk menilai ujian dan saya seharusnya mencari ke dalam. Saya malas dan ingin orang lain yang melakukan pekerjaan.

Keesokan harinya saya mengubah sikap saya dan berbaikan dengan koordinator. Saya melakukan apa yang dia minta.

Satu semester telah berlalu, dan saat waktunya menilai ujian tiba di akhir semester, koordinator berada di rumah sakit untuk pertemuan lanjutan. Saya mendapat lokasi penilaian dan mengirimkan pesan perihal tempatnya dan memberitahunya agar tidak khawatir, dia berterima kasih pada saya karena telah melakukannya.

Mengatur Kelas yang Bandel

Sebelum liburan musim dingin berakhir, direktur tingkat kelas meminta saya menjadi guru pembantu di kelas lain. Kelas saya adalah kelompok murid yang paling disiplin dan bebas dari masalah. Murid-murid di kelas yang baru ditugaskan pada saya anak-anak yang bandel dan sering berkelahi satu sama lain.

Dua murid di kelas yang ditugaskan pada saya berkelahi di bawah pengawasan dua guru saat mereka duduk di kelas satu. Tangan salah satu murid patah. Orang tua menyalahkan sekolah karena tidak sanggup mengawasi dan menolak menerima tanggung jawab. Administrasi sekolah dan guru menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk menyelesaikan masalah ini. Karena insiden ini, kelas itu tidak bisa menerima penghargaan “Kelas Aman”.

Saya kesal dan bertanya-tanya mengapa saya ditugaskan di kelas yang bandel? Ayah saya pulang ke rumah saat saya hendak menolak tugas tersebut. Saat saya mengeluh, ayah memarahi saya. Ayah berkata saya tidak menaruh hati pada pekerjaan, dan menyarankan agar saya mencobanya. Saya merasa ayah benar dan memutuskan sudah saatnya melepas keterikatan akan kepuasan dan kenyamanan. Rekan kerja saya bekerja keras, jadi bagaimana bisa saya berharap itu akan mudah?

Saya bekerja keras mengatur kelas. Saat guru kelas itu melakukan rapat di istirahat siang, saya diminta untuk mengawasi kelas dan memutarkan film yang mempromosikan ideologi PKT “kebohongan, kebencian, dan perselisihan.” Saya tidak ingin berada di sisi kejahatan, oleh karenanya saya menolak memutar film ini.

Saya melihat “Ganjing World,” situs web yang dikembangkan oleh praktisi Dafa, dan menemukan film yang mendidik. Murid-murid menyukainya dan menonton dengan penuh perhatian.

Rakyat Tiongkok sangat dalam terpengaruh oleh propaganda PKT, jadi saya senang membaca artikel di situs web Minghui tentang bagaimana cara mendidik anak-anak muda. Kisah-kisah itu menginspirasi kebijaksanaan dan kebaikan dalam diri saya. Saya menghindari penggunaan nada perintah, dan saya menjelaskan sesuatu dan mengurangi kritik saat mengajar murid.

Murid-murid di kelas bandel berangsur-angsur menjadi lebih tertib dan lebih pengertian. Mereka membuat kemajuan dan memperoleh penghargaan “Kelas Aman” semester ini. Mereka sangat gembira.

Melihat kemajuan mereka membuat saya puas. Saya bersyukur tidak menolak kesempatan menjadi guru pembantu di kelas tersebut. Falun Dafa yang telah mengubah saya dan membantu saya memperbaiki lingkungan tempat kerja saya. Terima kasih Guru!

Menyingkirkan Keterikatan Saya akan Mentalitas Bersaing

Saya dan suami sudah menikah selama hampir lima tahun. Seiring berlalunya waktu, saya mulai mengalami konflik dengan mertua saya.

Saat saya dan suami menikah, ayah saya menghabiskan empat juta yuan untuk membeli dan merenovasi sebuah rumah di kota. Mertua saya tidak berkontribusi apapun, jadi saya merasa mereka seharusnya bersyukur dan memperlakukan saya dengan baik.

Namun semuanya berubah. Ibu mertua terus memuji putri bungsunya, dan sering melontarkan komentar sarkasme tentang saya. Ibu mertua mengeluh saya bekerja terlalu keras dan jarang makan bersamanya. Jarak di antara kami mulai terasa.

Hal yang paling tak termaafkan terjadi di akhir tahun 2021. Sebelum kami menikah, mertua menjanjikan saya rumah yang hanya akan menjadi milik saya dan suami. Namun dalam waktu kurang dari satu tahun setelah pernikahan kami, mertua memberi tiga kamar menghadap selatan kepada kakak ipar. Keluarganya mengubah arah pintu, menutup taman, dan menyewakannya.

Karena karantina wilayah saat COVID, saya terjebak di kota selama satu bulan. Pada saat saya kembali ke rumah mertua, kakak ipar sudah selesai merenovasi rumah. Tidak ada yang memberitahu saya tentang hal itu selama saya pergi, kebencian dan amarah saya langsung memuncak. Saya berdebat dengan suami, menuduh keluarganya melakukan penipuan, dan celah dalam terbentuk di antara mertua dan saya.

Karena saya adalah seorang praktisi, saya tahu tidak sepantasnya berdebat dengan mertua terlepas dari apa yang terjadi. Jadi saya diam di kamar, pergi ke rumah orang tua saya, atau tinggal di kota saat saya merasa kesal untuk menghindari hubungan dan mengurangi perdebatan dengan mertua. Namun setiap kali saya kembali ke rumah mertua dan melihat kamar yang menghadap selatan, hati saya terasa sakit dan penuh dengan rasa dendam.

Saya menyadari bahwa rasa dendam ini berasal dari iri hati. Saya tidak bisa melihat kakak ipar menjalani hidup yang lebih baik daripada saya. Sikap saya tidak seperti seorang praktisi. Mungkin saya berhutang pada mertua di kehidupan yang lampau dan harus membayar mereka kembali di kehidupan kali ini. Ini menenangkan gemuruh di hati saya.

Ibu mertua jatuh sakit di musim panas ini dan dirawat di rumah sakit. Saya membuatkan ubi jalar dan jagung kukus lalu membawakannya pada ibu mertua. Adik ipar yang juga ada di ruangan itu terkejut serta tersentuh melihat saya. Saya menyapanya dengan hangat dan kami berbicara tentang kondisi ibu mertua.

Awalnya kami berdua agak canggung, namun adik ipar lebih santai dan dia merasakan ketulusan serta niat baik saya. Kami menuruni tangga bersama saat jam kunjungan berakhir dan saling mengingatkan agar pulang ke rumah dengan aman. Pembatas di antara kami lenyap.

Suami dan ipar-ipar saya harus bekerja keesokan hari, jadi tidak ada yang bisa mengunjungi ibu mertua. Saya membawakannya dua kue bulan yang baru saja dipanggang dari toko kue dan ibu mertua merasa senang. Saat jam kunjungan berakhir, dia meminta perawat membantunya untuk mengantar saya.

Belas kasih muncul saat saya menyadari ibu mertua membutuhkan bantuan untuk berjalan. Saya merasa telah berkultivasi dengan buruk, dan bahkan tidak bisa menyadarkan kerabat saya. Saya merasa malu di depan Guru!

Saya menyadari bahwa kami adalah satu keluarga, dan seharusnya tidak ada yang tertinggal. Kami harus saling memahami dan mempertahankan keharmonisan keluarga untuk memperbaiki kondisi kerja dan kondisi hidup kami.

Dulu saya tidak tahan menghabiskan satu hari di rumah mertua karena ucapan dan tindakan ibu mertua. Hati saya dipenuhi dengan dendam, dan saya selalu menemukan cara untuk pergi.

Saat saya tinggal di rumahnya selama beberapa hari, kini saya menolak pikiran dendam saya dan belajar Fa lebih banyak untuk menenangkan hati. Ayah mertua senang mendengarkan radio. Tergantung dengan apa yang dia dengarkan, saya memberitahunya tentang perbuatan jahat yang dilakukan PKT. Ayah mertua setuju dengan saya dan berkata, “Partai Komunis adalah yang terburuk!”

Saya Tidak Lagi Membenci Pihak Berwenang yang Mengganggu Kami

Ibu saya juga adalah seorang praktisi. Petugas dari Kantor 610 telah mengganggunya sejak PKT melancarkan penganiayaan terhadap Falun Dafa pada Juli 1999. Ayah saya memukuli ibu saat petugas datang mengganggunya, membuat rumah kami terasa seperti neraka. Saya membenci petugas karena tidak bisa membedakan benar dan salah dalam menjalankan perintah PKT.

Setelah membaca Fa Guru dan artikel berbagi pengalaman praktisi, saya menjadi paham bahwa mereka juga telah tertipu oleh kebohongan PKT, ini membuat mereka melakukan perbuatan buruk. Pekerja lingkungan desa tinggal di seberang rumah saya. Dia membawa petugas polisi ke rumah saya berulang kali, mengganggu ibu saya, dan meminta nomor ponsel saya. Namun ibu menolak.

Saya awalnya menghindari dan mengabaikan pegawai lingkungan, namun kami sering bertemu karena kami adalah tetangga. Saya rasa pribadi saya yang dingin hanya akan membuatnya semakin tidak memahami praktisi, jadi saya harus sabar dan baik agar dia bisa semakin terbebas dari kebohongan Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Saya mulai menyapanya saat melihatnya dan mengingatkannya untuk berkendara dengan aman. Meski dia masih membawa polisi ke rumah saya, dia tidak lagi memfitnah Dafa di depan ibu saya. Mungkin pandangannya tentang Dafa telah berubah.

Saya dan praktisi harus memancarkan pikiran lurus lebih sering untuk menyingkirkan elemen buruk yang memanipulasi pihak berwenang setempat. Kami harus mengklarifikasi fakta kepada petugas untuk menyadarkan mereka dan mengurangi penganiayaan.

Saya masih memiliki keterikatan dendam yang mendalam, mentalitas bersaing, dan terpengaruh oleh PKT. Ini adalah penghalang saya dalam membuat hubungan baik dengan orang lain dan halangan dalam membuktikan kebenaran Fa. Saya berencana belajar Fa dengan rajin, meningkatkan diri, menyingkirkan dendam dan rasa egois, mengultivasi belas kasih, serta memenuhi sumpah janji prasejarah saya!

Tingkat kultivasi saya terbatas. Mohon tunjukan bila ada hal yang saya ucapkan tidak sesuai dengan Fa.

Terima kasih Guru yang belas kasih dan luar biasa! Terima kasih rekan praktisi yang tanpa pamrih!

(Artikel terpilih untuk Konferensi Fa Tiongkok ke-22 di Minghui.org)