(Minghui.org) Salam kepada Guru! Salam kepada rekan praktisi!

Saat mengenang perjalanan kultivasi, saya bersyukur kepada Guru (pendiri Falun Dafa) karena telah memberi saya jiwa dan raga yang sehat. Dengan mengikuti Fa (ajaran) saya bisa mengatasi berbagai macam situasi.

Mulai Berlatih

Saya menderita berbagai macam penyakit, dan di tahun 1997, seorang kerabat menyarankan agar saya berlatih Falun Dafa. Penyakit saya lenyap setelah mulai berlatih, dan setiap hari saya menjalani hidup yang bahagia dan produktif. Saya bersyukur kepada Guru dan Dafa.

Untuk membantu lebih banyak orang mengetahui betapa luar biasanya Falun Dafa, saya bergabung bersama praktisi lain untuk memperkenalkan latihan ini ke masyarakat umum. Semakin banyak orang datang ke tempat latihan setempat, dan koordinator menyarankan agar kami mendirikan tempat latihan baru. Kami mendirikan tempat latihan di dekat kantor polisi dan saya membawa alat pemutar musik. Setiap pagi, saya datang sebelum jam 4 pagi dan kami melakukan latihan, baik dalam kondisi hujan maupun cerah.

Petugas polisi sering mengawasi kami dan terkadang mereka juga meniru gerakan latihan. Kami pergi ke kantor polisi dan menjelaskan apa itu Falun Dafa dan direktur menerima buku Zhuan Falun (buku utama ajaran Falun Dafa). Salah satu petugas berkata, “Praktisi seperti kalian berbeda dengan latihan sistem Qigong lain yang melempar barang dan membunyikan speaker keras-keras. Kalian bahkan membersihkan area sekitar. Saat musik dimulai, semua orang berdiri dalam barisan yang rapi.

Kami juga mempunyai tempat latihan bersama di rumah saya dan sebanyak 20 praktisi datang. Setiap hari Minggu, kami bergabung dalam kegiatan kota untuk membantu lebih banyak orang mengetahui tentang Falun Dafa. Kami sibuk namun bahagia setiap hari.

Jiang Zemin, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), memulai penganiayaan terhadap Falun Dafa pada Juli 1999. Fitnah telah menipu banyak orang, dan bagi kami selaku praktisi itu seakan-akan langit runtuh. Karena telah berlatih Falun Dafa dan menyaksikan dampak positifnya, saya bergabung bersama praktisi lain untuk memohon secara damai bagi Dafa di pemerintah provinsi dan di Beijing. Bukannya mendengarkan, petugas justru menangkap kami. Kami ditahan, dipenjarakan, dan disiksa.

Saya berangsur-angsur memahami watak jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT). Melalui upaya konsisten praktisi, masyarakat umum, baik di dalam maupun di luar Tiongkok, mengetahui bahwa Falun Dafa baik.

Mempelajari Keterampilan Komputer

Saat saya mendengar bahwa seorang praktisi setempat terampil menggunakan komputer tapi tidak memiliki komputer dan membutuhkan tempat tinggal, saya membeli sebuah komputer dan mengundangnya tinggal di apartemen yang saya miliki. Polisi menangkapnya dan menyita segalanya. Saya meminta agar polisi mengembalikan perlengkapan saya, namun mereka menolak.

Setelah saya pergi ke Beijing untuk ketiga kalinya dan membentangkan spanduk, saya ditangkap dan ditahan di pusat penahanan selama lebih dari 90 hari. Saya menderita mental dan fisik. Saat tiba di rumah, saya mendapati kondisi kultivasi praktisi setempat sedang tidak bagus. Kebanyakan praktisi yang pergi ke Beijing ditangkap dan ditahan. Agar kami bisa tetap berkomunikasi, saya memutuskan untuk mempelajari keterampilan komputer.

Hanya beberapa praktisi saja yang tahu tentang komputer. Saya mendaftar kelas komputer tapi kesulitan memahaminya. Saya hanya sekolah hingga kelas 2 SD dan bahkan lupa pinyin. Saya rasa mungkin saya sebaiknya berhenti, karena terlalu sulit. Saya lalu menyadari bahwa hanya sedikit praktisi yang tahu tentang komputer, jadi saya perlu mengikuti arus pelurusan Fa.

Saat saya menyebutkan hal ini ke praktisi lain, dia berkata, “Tidaklah sulit. Anda tidak perlu menghadiri kelas komputer. Anda bisa mempelajari keterampilan yang Anda butuhkan dan berlatih seiring Anda menggunakannya.” Saya setuju. Dia membeli komputer untuk saya dan memasangnya. Dia dengan sabar mengajari saya dan saya memperhatikan detailnya. Saya belajar prosedur mendasar hari itu. Tak lama kemudian saya bisa menerobos blokade internet PKT dan membaca artikel Minghui. Saya menunjukkan cara mengakses Minghui.org kepada praktisi lain.

Saya mengunjungi situs web Minghui setiap hari. Saat saya melihat foto Guru Li yang diterbitkan pada Januari 2000, saya terharu hingga meneteskan air mata. Guru banyak berkorban untuk menyelamatkan kita. Di dalam hati saya berkata, “Guru, saya akan mendengarkan Guru dan menempuh jalur kultivasi dengan baik.”

Mengunjungi Minghui.org adalah saat paling bahagia bagi saya. Praktisi bisa membagikan pemahaman dan meningkat bersama. Saya juga mengingatkan komputer saya agar melakukan pekerjaan dengan baik agar saya bisa membantu Guru dalam pelurusan Fa. Saya sering melafalkan frasa Falun Dafa Hao (Falun Dafa baik) dan Zhen-Shan-Ren Hao (Sejati, Baik, Sabar adalah baik).

Saya tahu cara mengunduh file dari Minghui, namun saya tidak tahu bagaimana cara mengetik. Seorang praktisi membelikan saya papan tulis dengan stylus, yang membuat saya bisa memasukkan daftar nama orang-orang yang memutuskan untuk mundur dari organisasi PKT. Setelah praktisi lain membantu memasangkan kotak surat internal di situs web Minghui, saya bisa berkomunikasi dengan praktisi yang membantu Minghui.

Saya sering mengunduh berbagai file, seperti Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis, Buletin Minghui, dan program Radio Minghui. Setelah menyimpannya di SD card, saya bisa memberikannya ke praktisi lain saat mereka membutuhkannya. Beberapa masyarakat biasa yang mengetahui fakta tentang Falun Dafa dan penganiayaan juga tertarik membaca Sembilan Komentar dan mendengarkan seri “Guru Kami” di Radio Minghui. Saya menyalin file ini ke flash drive USB untuk mereka.

Menggunakan komputer adalah peran penting di dalam kultivasi saya. Saat saya berkultivasi dengan rajin, saya bisa mengakses Minghui setiap hari, terlepas dari upaya PKT dalam memblokir situs web tersebut. Saya sangat bersyukur atas bantuan Guru.

Memberitahu Orang-Orang Fakta Melalui Pesan Singkat

Setelah Sembilan Komentar diterbitkan, Minghui menerbitkan contoh pesan singkat dan MMS. Seorang praktisi yang membantu di bagian teknologi menunjukkan pada kami cara mengunduhnya, dan kami mengajarkan praktisi lain. Pada saat itu, membeli kartu SIM tidak membutuhkan registrasi nama asli dan kami sering membeli puluhan di waktu yang bersamaan.

Pesan MMS sangat efektif. Karena memiliki tulisan dan gambar, orang-orang menyukainya. Mereka berkata pesan MMS didesain dengan baik dan mudah dipahami. Demi alasan keamanan, kami sering berpencar, dan praktisi yang sendiri mengambil sepuluh atau lebih kartu SIM dan mengirimkan pesan di area pegunungan atau di taman.

PKT akhirnya memblokir pesan MMS kami sehingga kami beralih ke panggilan telepon. Guru membantu saya melenyapkan banyak keterikatan–termasuk iri hati, kegembiraan hati, mentalitas pamer, dan mengeluh. Saya tidak tahu bagaimana cara menggunakan ponsel pintar, dan tidak tahu pinyin maupun bahasa Inggris. Saya rasa ponsel pintar diperuntukkan bagi generasi muda, bukan untuk orang tua seperti saya. Namun saya tahu harus belajar cara menggunakannya karena kami perlu menggunakan teknologi untuk membantu Guru menyelamatkan makhluk hidup.

Di suatu malam, saya mengunjungi halaman utama Minghui.org, dan saat melakukan heshi (mencakupkan kedua tangan untuk menunjukkan rasa hormat), saya memohon agar Guru membantu saya. Saya dan praktisi lain membuka hati kami untuk saling belajar, mencari ke dalam, dan meningkatkan diri. Proyek ini berlangsung baik di kota saya dan banyak orang mengetahui fakta tentang Falun Dafa.

Salah satu pedagang menyediakan banyak ponsel dan kartu SIM bekas. Setelah mengkonfigurasi ponsel-ponsel tersebut, kami menyebarkannya di antara praktisi yang ingin berpartisipasi. Kami bisa menjangkau lebih banyak orang dengan menggunakan panggilan otomatis dan memutar rekaman file audio.

Karena kartu SIM prabayar masa berlakunya sudah habis, terkadang saya keluar membawa tujuh atau delapan ponsel untuk panggilan otomatis. Saat praktisi lain membutuhkan ponsel, saya memberi mereka sebagian. Salah satu praktisi berkata dia telah membantu lebih dari 2.000 orang mundur dari organisasi PKT pada waktu itu. Sebagian praktisi yang takut atau memiliki kekhawatiran lain juga bisa berpartisipasi.

Tuntutan Hukum terhadap Mantan Pemimpin PKT

Saat saya mendengar bahwa praktisi lain mengajukan tuntutan hukum terhadap Jiang Zemin karena memerintahkan penganiayaan terhadap Falun Dafa, saya juga tertarik. Seorang koordinator membawa sebuah rancangan surat yang dia buat–kami menggunakannya sebagai contoh dan menulis surat kami sendiri. Kami membantu praktisi lain menulis surat mereka. Bahkan anggota keluarga praktisi juga mulai menulis surat.

Ada beberapa kisah menarik dalam proses ini. Pada awalnya, surat kilat dikirimkan melalui petugas pos. Saat mereka mengisi formulir, anggota staf bertanya dari mana asal suratnya dan kepada siapa surat ditujukan. Polisi mulai memperhatikan dan kami tidak lagi bisa mengirimkan surat tuntutan hukum ini.

Suatu hari saya melihat truk pos parkir, dengan seorang pemuda mengendarai truk itu. Saya berbicara dengannya dan dia berkata dia bertanggung jawab dalam menerima dan mengirimkan surat. Dia berkata surat bisa diambil di rumah. Karena dia menerima komisi, semakin banyak yang dia ambil, semakin baik. Saat saya bertanya apakah dia bisa mengambil surat dari rumah saya, dia berkata ya.

Setelah dia datang, saya memberitahunya fakta tentang Dafa dan membantunya mundur dari keanggotaan PKT. Saya juga menjelaskan mengapa kami menuntut Jiang. Dia orang yang baik dan sangat pendiam. Dia memberi saya nomor ponselnya agar bisa menghubunginya. Dia mengambil banyak surat tuntutan hukum dari rumah saya.

Dia pernah memberi saya setumpuk tas pengantar pers dan sekumpulan formulir. Dia menunjukkan pada saya cara mengisi formulir dan berkata, “Jangan khawatir tentang berapa banyak yang Anda miliki. Selama Anda mengikuti prosedur, saya akan menjamin pengirimannya.” Saya sangat tersentuh dan berulang kali berterima kasih padanya. Saya juga berterima kasih kepada Guru karena telah mengatur hal ini. Pemuda tersebut mengangkut banyak surat tuntutan hukum, dan tak lama kemudian kami menerima tanda terima pengirimannya.

Setelah beberapa lama, PKT memperketat pemblokiran surat. Kami memiliki sebuah dokumen penting yang harus dikirim ke Kejaksaan Agung serta lembaga pemerintahan lainnya. Saya menghubungi pemuda itu dan berkata dia tahu pemblokiran surat semakin ketat. Dia berkata, “Tapi saya bisa mencari cara lain untuk mengirimnya.” Dua hari kemudian, kami menerima tanda terima dari Kejaksaan Agung dan saya kembali bersyukur.

Saling Bekerja Sama

Terkadang kami berbeda pendapat, dan sering berdebat tentang siapa yang benar dan siapa yang salah. Kami semua mencari ke dalam untuk memperbaiki diri. Kami tahu ini adalah gangguan dari kekuatan lama. Kami juga berbagi pemikiran dan saling mengingatkan agar berkultivasi dengan baik.

Kami ingin mengungkap penganiayaan, namun kami tidak memiliki informasi pelaku kejahatan. Sebagian praktisi meminta bantuan dari kerabat mereka. Setelah kami mencurahkan hati dalam upaya ini, kami dengan cepat mengumpulkan banyak informasi.

Kami tidak memiliki beberapa informasi untuk pelaku kejahatan utama di daerah saya. Saya mencoba mencari, namun tidak banyak ada perkembangan. Seorang praktisi mencoba menemukan informasi perihal pensiunan direktur Kantor 610, namun tidak berhasil. Saya juga mencarinya namun tidak menemukan apa pun.

Suatu hari, saya memutuskan untuk mencoba lagi. Kali ini, saya mendapati bahwa keluarganya sedang pergi berlibur untuk merayakan ulang tahun. Saya menemukan foto diunggah secara daring yang menampilkan seluruh keluarganya di pesta ulang tahun. Informasinya menyeluruh dan sesuai dengan apa yang kami butuhkan. Kami tahu Guru membantu kami, dan kami sangat bersyukur.

Kami perlu mengungkap perbuatan buruk beberapa petugas polisi, namun tidak bisa menemukan nomor identitas maupun nomor ponsel mereka. Seorang praktisi teringat dengan praktisi yang bekerja di Unicom Tiongkok. Setelah kami menghubunginya, dia berkata, “Saya senang Anda datang hari ini, karena saya hendak pergi besok.” Kami bersyukur pada Guru Li.

Kami juga membuat kartu ucapan kepada Guru dan mengirimkannya ke Minghui setiap tahun. Selain menggunakan format dari Minghui, kami juga mendesain kartu kami sendiri. Seorang praktisi berkata daripada melakukan hal ini, saya seharusnya keluar dan memberitahu orang-orang tentang Dafa. Saya menjelaskan bahwa berkontribusi dalam kartu ucapan juga sangat penting. Saya menjawab, “Setelah sekian tahun penganiayaan, kita selaku praktisi Falun Dafa masih teguh dengan keyakinan kita. Bukankah ini hal yang kita ingin orang-orang ketahui? Guru yang belas kasih telah banyak berkorban untuk kita dan kita harus menunjukkan rasa terima kasih kita.”

Saya ingin berterima kasih kepada Guru karena selalu membimbing dan melindungi saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada praktisi yang menjadi bagian Minghui atas dedikasi dan dukungan mereka. Mari kita semua melakukan lebih baik lagi, dan menempuh langkah terakhir dengan baik.

Ini adalah pengalaman pribadi saya. Mohon tunjukkan bila ada hal yang tidak sesuai dengan ajaran Dafa.

Terima kasih Guru! Terima kasih rekan praktisi!

(Artikel terpilih untuk Konferensi Fa Tiongkok ke-22 di Minghui.org