(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa sebelum penganiayaan. Selama bertahun-tahun, saya merasakan Guru di sisi saya, berulang kali melindungi saya dari bahaya dan menanggung kesulitan untuk saya. Saya tidak akan berada di sini hari ini tanpa perlindungannya.

Saya mengalami tiga kecelakaan lalu lintas di mana Guru yang penuh belas kasih melunasi hutang karma saya. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan rasa terima kasih saya yang tak terhingga kepada Guru!

Kecelakaan Pertama

Suatu malam di bulan November 1998, saya sedang bersepeda pulang dengan dua rekan kerja. Saat kami melewati sebuah restoran kecil, jalan menyempit, menjadi ramai dengan orang dan kendaraan, dan jalan itu menurun perlahan. Saya melaju cukup cepat. Tepat saat saya sampai di restoran, sebuah taksi tiba-tiba berhenti dan pintunya terbuka. Terlempar dari sepeda saya oleh pintu, saya jatuh terlentang dengan bunyi gedebuk, dan kepala serta punggung saya membentur tanah.

Saat itu, saya berpikir, “Saya baik-baik saja. Saya seorang praktisi Falun Dafa. Semuanya baik-baik saja!”

Saya mendengar rekan kerja saya memanggil. Saya tenang dan membuka mata. Mereka bertanya bagaimana perasaan saya. Saya mengatakan bahwa saya baik-baik saja dan mencoba untuk bangun. Seorang rekan kerja menoleh ke pengemudi dan berkata, “Mengapa kamu tidak membantunya bangun?”

Baru kemudian saya menyadari bahwa pengemudi itu adalah seorang pemuda. Dia tampak ketakutan dan berdiri di sana dengan tatapan kosong. Ketika dia datang untuk membantu bangun, saya berkata, “Tidak apa-apa, kamu tidak perlu membantu. Saya bisa bangun sendiri.”

Saya bangun perlahan dan berjalan-jalan tetapi saya tidak merasa pusing. Saya menyentuh kepala saya. Tidak sakit, dan tidak ada darah, atau benjolan apa pun. Saya mencari sepeda saya dan melihatnya telah terlempar cukup jauh, tetapi tidak apa-apa. Saya tahu Guru melindungi saya.

“Kamu sebaiknya pergi ke rumah sakit untuk diperiksa,” kata seorang rekan kerja. “Seseorang yang berusia lebih dari lima puluh tahun, terjatuh dengan keras. Meskipun kamu terlihat baik-baik saja sekarang, mungkin akan ada masalah nanti.”

Pengemudi muda itu juga berkata, “Ayo kita ke rumah sakit untuk pemeriksaan.”

Saya tersenyum, “Lihat, saya baik-baik saja. Jangan khawatir!”

Rekan kerja saya bersikeras agar saya pergi ke rumah sakit. Tapi saya berpikir bahwa sebagai seorang praktisi, saya seharusnya tidak merepotkan pengemudi itu. Guru akan mengurus saya. Akhirnya saya meyakinkan mereka bahwa tidak perlu pergi ke rumah sakit. Salah satu rekan kerja saya menyarankan agar dia membawa saya di sepedanya dan yang lain akan mendorong sepeda saya. Saya mengatakan kepada mereka bahwa tidak perlu dan saya bisa mengendarai sepeda sendiri. Saya naik sepeda dan kami melanjutkan perjalanan pulang. Kedua rekan kerja itu berseru: “Falun Dafa luar biasa. Dia baik-baik saja setelah jatuh sekeras itu!”

Keesokan harinya, saya pergi bekerja seperti biasa. Bagian belakang kepala saya terasa sedikit nyeri, tetapi kembali normal setelah dua hari. Melalui kejadian ini, rekan kerja saya menyaksikan keajaiban Dafa.

Sopir muda itu datang ke rumah malam berikutnya, dan membawakan beberapa suplemen nutrisi dan buah-buahan. Keluarga saya menyambutnya dengan hangat. Dia sangat senang melihat saya baik-baik saja. Saya tidak menerima hadiah yang dibawanya dan memintanya untuk memberikannya kepada orang tuanya. Saya juga meminjamkannya salinan Zhuan Falun. Dia kemudian mengembalikan buku itu setelah selesai membacanya. Saya percaya dia tahu bagaimana menjadi orang baik.

Kecelakaan Lalu Lintas Kedua

Setelah pensiun pada Maret 2002, saya bekerja di sebuah perusahaan dekorasi. Saya sampai di persimpangan jalan saat bersepeda menuju tempat kerja. Saya melihat sekeliling dan tidak melihat mobil, jadi saya terus bersepeda. Saat sampai di tengah persimpangan, tiba-tiba sesuatu menghantam saya dan membuat saya terlempar, menyebabkan sepeda saya menimpa kaki saya. “Apa yang terjadi? Saya berpikir dalam hati, tidak ada mobil.” Kemudian, saya mendengar suara mobil mengerem.

Pengemudi mobil itu datang dan mengambil sepeda saya. Saya perlahan bangkit dari tanah. Ajaibnya, saya tidak tergores, bahkan tidak ada setitik debu pun di tubuh saya. Saya menoleh ke belakang dan melihat mobil itu cukup jauh dan ada bekas rem di jalan. “Bagaimana mungkin mobil itu menabrak saya dari jarak sejauh itu? Ah, Guru pasti telah menarik sepeda saya ke belakang, kalau tidak mobil itu tidak akan bisa berhenti tepat waktu dan akibatnya akan tak terbayangkan. Guru melindungi saya lagi!”

Kemudian penumpang di dalam mobil itu keluar. “Saya sedang terburu-buru, jadi kita mengemudi terlalu cepat. Kamu beruntung masih hidup! Saya sangat senang kamu baik-baik saja!” Dia memberikan 10 Yuan kepada sopir, “Maaf, saya benar-benar ada urusan mendesak, jadi saya tidak bisa menemanimu.” Dia pun pergi.

Sopir itu bertanya ke mana saya akan pergi. “Saya akan bekerja, tapi saya akan terlambat,” kata saya.

“Saya akan mengantarkan ke pabrik anda,” dia memasukkan sepeda saya ke bagasi mobilnya, dan saya masuk ke dalam mobil.

Dalam perjalanan ke tempat kerja saya, sopir itu bercerita bahwa dia tinggal di rumah kontrakan dan bekerja sebagai sopir taksi untuk mencari nafkah. “Istri saya tidak punya pekerjaan, dan kami punya anak. Hidup ini sulit.” Dia tampak khawatir.

“Jangan takut, saya tidak akan membuatmu kesulitan,” saya menghiburnya. “Lain kali kamu harus mengemudi dengan aman. Kita harus selalu mengutamakan orang lain, bersikap baik, dan menjadi orang yang baik.”

Mobilnya menabrak saya dari depan, jadi saya tahu dia 100 persen bertanggung jawab. Namun, sebagai seorang praktisi, saya tidak ingin menyalahkannya.

Ketika kami sampai di tempat kerja saya, para pekerja sudah menunggu karena saya memegang kunci.

Ketika saya pulang kerja malam itu, sopir itu kembali. Dia membawakan saya buah dan menawarkan untuk mengantar saya pulang. Saya menolak dengan sopan, dan mengembalikan buah itu ke mobilnya. "Bawa pulang untuk anak-anakmu." Dia sangat tersentuh.

Kecelakaan Lalu Lintas Ketiga

Suatu hari di bulan November 2012, saya sedang dalam perjalanan pulang untuk memasak bagi ayah saya yang sudah lanjut usia. Di tengah jalan, sebuah mobil melaju sangat kencang, dan kaca spionnya menabrak saya, dan membuat saya terjatuh. Saya mendarat dengan bahu terlebih dahulu, dengan sepeda di atas kaki saya. Mobil itu melaju cukup jauh sebelum berhenti.

Seorang wanita muda keluar dari mobil dan berlari menghampiri saya. “Maaf sekali! Saya terburu-buru karena terlambat kerja. Saya mengemudi terlalu cepat dan tidak bisa berhenti tepat waktu. Saya tidak sedang melarikan diri.”

“Oh, saya tidak akan menyalahkanmu,” saya tersenyum padanya. “Lihat, saya baik-baik saja. Tapi lain kali sebaiknya kamu mengemudi lebih pelan. Jalan ini ramai dengan orang dan mobil, dan juga sempit.” Saya melanjutkan, “Saya ingin bertanya, apakah kamu pernah mendengar tentang meninggalkan organisasi PKT untuk menjaga keselamatanmu?”

Dia tersenyum: “Saya sudah megundurkan diri dari PKT. Salah satu bibi saya juga melakukan hal yang sama (menasihati orang untuk meninggalkan PKT)!”

Saya menepuk bahunya dan mengacungkan jempol. “Bagus sekali! Ingat Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.”

“Ya,” katanya. “Saya punya kartu kecil [yang berisi informasi tentang Falun Dafa].”

Kami berdua tertawa.

Ketika saya sampai di rumah, bahu kiri sedikit sakit meskipun tidak ada memar atau bengkak. Setelah saya membaca Fa dan melakukan latihan selama dua hari, rasa tidak nyaman itu hilang.