(Minghui.org) Saya telah berlatih Falun Dafa selama lebih dari 20 tahun. Terkadang saya rajin, tetapi di lain waktu saya malas. Namun Guru tidak pernah mencampakkan saya. Guru telah mengawasi saya, serta keluarga saya telah banyak mendapatkan manfaat. Saya menuliskan pengalaman saya untuk membuktikan bahwa Falun Dafa itu baik, dan Zhen Shan Ren (Sejati-Baik-Sabar) itu baik.

Keluarga Saya

Ibu mertua saya memiliki empat putra, dan suami saya adalah yang bungsu. Ayah mertua saya meninggal dunia tak lama setelah putra ketiga mereka menikah. Ibu mertua saya tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan pensiun, jadi dia meminta setiap putranya untuk memberinya 50 yuan per bulan untuk biaya hidup. Setiap kali dia harus meminta kepada mereka secara langsung. Terkadang mereka memberi uang, terkadang tidak, dan seringkali berakhir tidak menyenangkan.

Saat saya baru menikah, ibu mertua saya bercerita bahwa istri-istri putra kedua dan ketiga bersekongkol untuk memperlakukannya dengan buruk. Mereka tidak hanya menolak memberinya nafkah, tetapi bahkan mendesaknya untuk menikah lagi dan sudah menemukan jodoh untuknya. Ibu mertua saya sangat marah dan pergi untuk berbicara dengan kedua putranya, tetapi mereka mendengarkan istri-istri mereka dan mengatakan bahwa istri-istri mereka bertindak demi kebaikan ibu mertua saya. Hal ini sangat menyakitinya. Pada akhirnya, dia mengancam akan bunuh diri sebelum masalah itu selesai, sehingga ada dendam yang berkepanjangan di antara mereka.

Setelah mendengar ini, saya menghibur ibu mertua dan berkata: “Mereka punya pemikiran sendiri. Jika mereka tidak memberi ibu uang, lupakan saja. Ibu bisa tinggal bersama kami. Selama kami punya makanan untuk dimakan, ibu juga bisa makan.” Dia berkata itu tidak adil, karena dia telah membesarkan lebih dari satu putra. Saya menjawab: “Adalah kewajiban kami untuk menghormati dan mendukung orang tua. Karena saya berlatih Falun Dafa, Guru saya mengajarkan kami untuk berbuat baik, memikirkan orang lain terlebih dahulu, dan tidak berfokus pada kehilangan atau perolehan pribadi.” Dia sangat tersentuh oleh hal ini.

Ibu mertua saya tinggal bersama kami selama sekitar lima tahun, hingga tahun 2010, ketika kebijakan asuransi sosial terpadu diterapkan dan dia mulai menerima pendapatan pensiunnya sendiri.

Selama tahun-tahun itu, setiap kali ada hari libur atau pertemuan keluarga, semua orang akan kembali untuk makan bersama. Saya menyiapkan sayuran, daging, dan semua jenis buah-buahan sebelumnya. Istri dari putra kedua dan ketiga tidak membawa apa pun, tetapi ketika mereka pergi, mereka mengambil apa pun yang bisa mereka bawa. Ini membuat suami saya sangat marah. Saya tersenyum dan menghiburnya, sambil berkata: “Kita semua keluarga. Jangan masukkan ke hati.”

Kedua ipar perempuan itu juga bersatu mengkritik ibu mertua, masing-masing mengatakan sepatah kata di sana-sini, seperti bagaimana dia telah menyalahkan mereka, dan bagaimana dia tidak adil. Setiap kali ini terjadi, saya berbagi dengan mereka prinsip-prinsip yang saya pahami dari Dafa: bagaimana berperilaku, bahwa berbuat baik membawa kebajikan, dan cerita dari budaya tradisional. Lambat laun, mereka mulai mengerti, melepaskan benci mereka terhadap ibu mertua, dan mereka bersimpati atas kesulitan yang dialaminya.

Pada hari ulang tahun ibu mertua, saya membelikannya pakaian dan gelang. Dia dengan senang hati memakainya. Ketika ipar perempuan kedua melihat ini dan mengetahui bahwa saya telah membelikannya, dia dan suaminya mengajak ibu mertua keluar dan membelikannya cincin. Keluarga putra ketiga juga membelikan hadiah. Salah satu dari mereka berkomentar: “Bahkan menantu perempuan termuda pun membelikan hadiah. Kita, sebagai yang lebih tua, tidak boleh ketinggalan.”

Sekarang seluruh keluarga besar kami menghormati dan merawat orang tua, dan kami semua hidup harmonis. Saya ingat bahwa selama suatu pertemuan keluarga, ketiga saudara ipar saya memuji saya. Salah satu dari mereka berkata, “Di keluarga kita, istri putra keempat memiliki karakter dan temperamen terbaik.”

Saya tersenyum dan menjawab: “Bukan karena saya yang baik. Falun Dafa-lah yang baik, dan Zhen Shan Ren (Sejati-Baik-Sabar) Baik. Saya hanya melakukan hal-hal sesuai dengan ajaran Guru.”

Anak Saya

Anak perempuan saya lahir pada akhir tahun 2007. Sejak lahir dia minum susu bubuk Sanlu. Saat skandal kualitas susu bubuk terungkap di televisi, dia sudah berusia 10 bulan. Saat itu, banyak anak yang minum susu bubuk Sanlu mengalami perkembangan yang buruk, kecerdasan rendah, dan bahkan penyakit ginjal. Keluarga saya sangat khawatir dan membawa anak saya ke rumah sakit untuk diperiksa. Dia normal.

Saya tahu ini karena saya berlatih Dafa, sehingga anak saya mendapat manfaat. Guru selalu melindunginya. Di sini saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru yang penuh belas kasih dan agung.

Sejak kecil, anak perempuan saya belajar Fa bersama saya, mendengarkan kisah-kisah budaya yang diilhami Dewa, budaya tradisional, dan kisah-kisah kultivasi. Dia tahu bagaimana menjadi anak yang baik dan murid yang baik. Di sekolah, dia tidak pernah berdebat atau berkelahi dengan teman kelasnya, dan prestasi akademiknya selalu baik.

Ketika ia masuk sekolah menengah, seseorang menyarankan agar saya mengeluarkan uang dan menggunakan koneksi untuk menempatkannya di kelas yang lebih baik. Saya menolak. Sebagai praktisi Falun Dafa, saya tidak bisa mengikuti praktik semacam itu. Saya berkata pada putri saya, “Tidak peduli di kelas mana kamu berada, kamu harus menjadi murid yang baik dan belajar dengan baik.” Dia mengangguk setuju.

Kemudian, ujian tiba. Putri saya berada di kelas nilai terendah. Terlebih lagi, guru bahasa Inggrisnya memiliki temperamen yang aneh. Jika dia tidak suka dengan seorang siswa, dia akan memarahi siswa itu selama berminggu-minggu atau bahkan sebulan. Dari kelas belajar 40 menit, dia mungkin menghabiskan 20 menit untuk memarahi seorang siswa. Para siswa takut dan membencinya. Putri saya juga dimarahi. Akibatnya, dia mengembangkan rasa tidak suka terhadap bahasa Inggris, dan nilainya turun tajam dari yang sebelumnya termasuk di antara yang terbaik. Guru itu mengatakan bahwa dengan nilai serendah itu, masuk SMA akan sulit.

Tanpa diduga, selama ujian masuk SMA, putri saya berprestasi luar biasa dan diterima di SMA yang sangat bagus. Dia sendiri hampir tidak percaya.

Ketika putri saya berada di tahun kedua SMP, guru memilih beberapa siswa untuk bergabung dengan Liga Pemuda, termasuk putri saya. Dia tahu bahwa mengangkat tinju dan bersumpah setia kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT) adalah hal yang tidak baik, tetapi dia tidak menolak. Ketika dia pulang dan menceritakannya kepada saya, saya bertanya apa pendapatnya tentang hal itu. Dia berkata bahwa dia sebenarnya tidak tahu. Saya ingin dia benar-benar menyadari bahaya bergabung dengan PKT dari lubuk hatinya, jadi saya tidak ikut campur.

Namun, sejak saat itu, meskipun sebelumnya dia jarang sakit, dia mulai sering terkena flu dan demam. Setiap sakit akan sampai beberapa hari, dan sebelum sebulan berlalu dia sakit lagi. Saya menjadi waspada dan berkata kepadanya, “Dulu kamu tidak seperti ini. Tidakkah kamu menyadari ada sesuatu yang salah?”

Setelah berpikir sejenak, dia menjawab: “Mungkin kelompok yang saya ikuti tidak baik. Tolong bantu saya membuat pernyataan untuk mundur darinya. Itu membahayakan saya. Saya tidak menginginkannya. Saya ingin menjauh darinya.”

Saya berkata: “Selama kamu benar-benar mengerti, kita dapat mundur dengan tulus [dari PKT].” Dia melakukannya, dan sejak hari itu, dia tidak lagi merasa tidak enak badan dan tidak pernah lagi terkena flu atau demam.

Partai Komunis Tiongkok adalah iblis asing. Kami adalah orang Tiongkok. PKT telah menghancurkan budaya dan nilai-nilai tradisional Tiongkok yang diilhami Dewa. PKT memaksa orang untuk mengepalkan tinju dan bersumpah setia kepada iblis asing itu. PKT dibebani dengan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya. Jangan sampai terkubur bersamanya. Hanya dengan mundur dari Partai dan organisasi-organisasi afiliasinya seseorang dapat memperoleh masa depan yang baik.

Terima kasih, Guru yang penuh belas kasih dan agung! Terima kasih, Falun Dafa!