(Minghui.org) Lebih dari 90 artikel diposting secara online saat Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Falun Dafa Tiongkok ke-22 di Minghui.org selama November dan Desember 2025. Artikel-artikel tersebut berasal dari praktisi diberbagai profesi dan usia, dan menunjukkan pengalaman kultivasi mereka yang teguh dan tulus. Banyak praktisi di Taiwan mengatakan terinspirasi setelah membaca artikel-artikel ini, dan mereka menghargai kesempatan berharga ini untuk menyelamatkan makhluk hidup di dunia, menghadapi ujian, dan meningkatkan Xinxing.

Melenyapkan Keegoisan

Dalam artikel, “Perjalanan Kultivasi Saya Saat Menyingkirkan Keegoisan,” praktisi tersebut adalah seorang pemimpin tim. Ketika dia menghadapi tuntutan dan kesalahpahaman, dia awalnya merasa dirugikan, stres, dan bingung. Dia melafalkan Fa dan mencari ke dalam selama konflik, dan melenyapkan keegoisannya. Ketika bibinya meminta untuk meminjam uang, dia mampu mengesampingkan rasa kesalnya dan setuju di bawah pengaruh pikiran lurus ibunya.

Fang, yang telah berkultivasi selama 25 tahun, berkata, “Saya bertanya pada diri sendiri, apa yang akan saya lakukan jika menghadapi situasi ini? Saya menyadari bahwa saya juga memiliki rasa takut, dan secara tidak sadar saya menghindari pekerjaan tambahan dan beban psikologis.”

Dia berkata, “Jika orang lain memperlakukan saya dengan baik, saya memperlakukan mereka dengan baik. Ini adalah interaksi alami antar manusia. Tetapi ketika seseorang acuh tak acuh atau memperlakukan saya dengan buruk, saya tidak bisa bebas dari rasa kesal dan memperlakukan mereka dengan baik—sebaliknya saya menghindari mereka. Ibu saya baik hati, dan dengan hangat membantu orang lain. Tetapi ketika seseorang tidak memperlakukan ibu saya dengan cara yang sama, saya merasa dirugikan atas namanya. Ibu mengatakan kepada saya bahwa ketika dia menawarkan bantuan, dia tidak berpikir untuk menerima imbalan karena dia dengan tulus membantu orang lain.

“Dari artikel berbagi pengalaman dan tanggapan ibu, saya melihat keegoisan saya yang mendalam. Tampaknya ketika kepentingan atau perasaan saya dirugikan, saya merasa dirugikan dan diperlakukan tidak adil.” Sebaliknya, memperoleh beberapa keuntungan atau manfaat duniawi memberi saya perasaan nyaman dan puas. Apakah ini yang benar-benar saya inginkan? Saya ingat Guru mengajarkan bahwa menanggung kesulitan adalah hal yang baik untuk melenyapkan karma dan meningkatkan Xinxing. Tetapi saya menuju ke arah yang berlawanan dan saya tidak bisa melenyapkan hal-hal duniawi.”

Dalam artikel: “Mencari ke Dalam Membantu Kita Mengatasi Kesulitan (Bagian 1),” praktisi menyadari keterikatan fundamentalnya, yaitu berlatih kultivasi agar tidak menderita di dunia manusia. Ketika dia bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah Anda mampu menanggung kesulitan?” Dia tidak mau mengatakan ya dari lubuk hatinya. Setelah refleksi yang panjang, dia akhirnya berkata kepada Guru, “Saya bersedia menderita. Saya akan terus menempuh jalur kultivasi apa pun yang terjadi.” Setelah melenyapkan keterikatan fundamental tersebut, kultivasi praktisi meningkat secara dramatis.

Fang berkata, “Saya juga bertanya pada diri sendiri, Apakah Anda mampu menanggung kesulitan? Bisakah Anda berkultivasi tanpa syarat? Bisakah Anda percaya sepenuhnya pada Guru dan Fa? Ketika saya ragu-ragu, saya tahu saya memiliki keterikatan yang belum saya lenyapkan, yang bukanlah diri saya yang sebenarnya. Pengalaman praktisi membuat saya merasakan kekuatan Fa. Karena itu saya berulang kali mengatakan pada diri sendiri, saya ingin menanggung kesulitan dan berjalan di jalan kultivasi.”

Tetap Bersikap Baik Selama Konflik Keluarga

Chen telah berlatih Dafa selama 21 tahun. Dia mengatakan, dari membaca artikel : “Mengklarifikasi Fakta dengan Belas Kasih (Bagian 2),” dan “Pentingnya Memahami Kultivasi Pelurusan Fa dengan Jelas, dia melihat para praktisi ini mengharuskan diri mereka untuk mengikuti Zhen Shan ren (Sejati Baik Sabar) dalam menjelaskan fakta kebenaran atau berurusan dengan anggota keluarga.

Dia berkata, “Di bawah ujian dan tekanan yang sangat besar, sesama praktisi mencari ke dalam dan memperbaiki diri. Mereka yang memiliki temperamen tinggi dengan mantap berkultivasi dan dengan demikian berperilaku lurus di bawah tekanan selama penganiayaan. Sebaliknya, saya berada dalam lingkungan yang santai dan saya sering gagal mengendalikan emosi.

“Saya dan istri sibuk dengan proyek Dafa. Setelah anak saya masuk sekolah, banyak hal menjadi rumit dan konflik keluarga meningkat. Bahkan untuk masalah kecil, saya sering mengeluh bahwa istri dan anak saya belum berbuat baik. Saya menyadari cara saya berperilaku tidak benar.” Konflik-konflik ini diatur agar saya dapat memperbaiki diri, melenyapkan karma, dan melenyapkan keterikatan saya. Tetapi ketika konflik datang, saya tidak mampu menjaga Xinxing, dan lingkungan keluarga menjadi tegang.”

Dalam artikel “Pentingnya Memahami Kultivasi Pelurusan Fa dengan Jelas,” praktisi tersebut menulis, “Praktisi Falun Dafa adalah makhluk yang dipilih oleh Guru untuk membantu dalam pelurusan Fa. Mereka datang ke bumi dari kosmos yang jauh. Saya menghargai hubungan suci yang telah ditakdirkan ini dengan para praktisi. Meskipun para praktisi berperilaku berbeda, saya hanya melihat sifat sejati kita. Saya menghormati para praktisi, dan kita harus saling membantu dan tidak memberi alasan apa pun pada kejahatan untuk menciptakan kesenjangan di antara kita dan menganiaya kita. Saya memperlakukan kerabat dengan cara yang sama. Saya hanya melihat sifat sejati mereka, karena mereka juga makhluk dari tingkat tinggi. Mereka datang ke bumi dengan harapan diselamatkan oleh Dafa.”

Chen berkata, “Membaca artikel Fahui Tiongkok menginspirasi saya dan membuat saya menyadari betapa berharganya setiap praktisi. Dalam beberapa hari terakhir, saya dengan jelas merasakan kemarahan yang ada di hati saya sejak lama telah lenyap.” Saya tidak marah lagi pada istri dan anak. Sikap saya lebih baik dan saya merasa lebih rileks. Ini adalah kebahagiaan yang sudah lama tidak saya rasakan. Saya akan menghargai lingkungan yang aman di Taiwan dan setiap kesempatan untuk meningkatkan Xinxing. Saya akan berlatih dengan sungguh-sungguh dan membalas kebaikan Guru yang penuh belas kasih.”

Berpikir dari Perspektif Manusia Biasa

Wu, yang telah berlatih Dafa selama 19 tahun, mengatakan bahwa setelah membaca “Menghilangkan Rasa Takut dan Mengubah Konsep Kita Ketika Menggunakan Sistem Hukum untuk Mengungkap Penganiayaan,” ia berpikir bahwa praktisi tersebut memiliki belas kasih yang besar dalam mengklarifikasi fakta kebenaran. Ia mengatakan bahwa saat mengklarifikasi fakta kebenaran di pengadilan, praktisi tersebut berpikir bahwa hakim sedang menghadapi tekanan dari Kantor 610, sehingga ia menunjukkan aspek-aspek ilegal dari kasus tersebut, dan akhirnya mengajukan permintaan, “Saya harap Anda tidak akan menangani kasus seperti ini di masa mendatang.”

Wu berkata, “Kalimat ini membuat saya merasa berbeda, karena praktisi tersebut tidak meminta hakim untuk membuat putusan positif, tetapi berpikir dari perspektif hakim dan benar-benar mengharapkan kebaikan bagi pihak lain. Saya merenungkan diri, saya biasanya mengajukan permintaan dan jarang berpikir dari perspektif orang lain. Apa yang dia katakan benar-benar menginspirasi saya.”

Setelah membaca artikel “Perubahan Luar Biasa Setelah Mulai Menghafal Ajaran,” dia mengatakan merasakan energi positif. Dia berkata, “Melalui membaca artikel ini, saya dapat merasakan keajaiban khusus dalam mengingkatkan tubuh dan pikiran setelah penulis menghafal ajaran-ajaran tersebut. Saya pernah menghafal Fa sebelumnya tetapi tidak melanjutkannya. Saat menghafal, saya benar-benar menyadari prinsip-prinsip dari berbagai tingkatan. Ketika menghadapi konflik, saya langsung mengingat ajaran-ajaran tersebut, dan konflik tersebut mudah diselesaikan. Karena itu, saya akan mempelajari dan melafalkan Fa lebih banyak dan lebih mantap dalam berkultivasi dalam Dafa.”

Wu menyampaikan apresiasinya kepada Guru dan Minghui.org, “Saya sangat menghargai Minghui.org, atas lingkungan ini memungkinkan para praktisi untuk bertukar pengalaman dan meningkat bersama. Saat saya menulis ini, saya terharu hingga menangis. Saya benar-benar merasakan belas kasih Guru yang agung kepada kita. Saya menyadari bahwa apa pun kesulitan dan rintangan yang kita hadapi, kita akan mengatasinya selama kita percaya kepada Guru dan Fa.”