(Minghui.org) Salah satu hal yang saya lakukan setiap hari adalah berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa dan penganiayaan. Saya sering melafalkan Fa di sepanjang jalan, karena itu memberi saya kepercayaan diri dan memenuhi hati saya dengan pikiran yang benar.

Suatu hari saya melihat delapan orang duduk di bawah pohon dalam perjalanan pulang. Saya menghampiri mereka dan berkata, “Saya membawakan kalian beberapa buklet informasi. Saat ini banyak sekali bencana buatan manusia dan bencana alam yang terjadi. Ketika kalian mempelajari fakta-fakta tentang Dafa, dewa akan melindungi kalian, dan kalian akan diberkati.”

Beberapa dari mereka meminta buklet itu kepada saya, dan saya kehabisan dengan cepat. Dua dari mereka kecewa karena tidak mendapatkannya, jadi saya berkata, “Saya akan membawakan beberapa besok.”

Saya membawa lebih banyak materi Dafa keesokan harinya, dan dari kejauhan, saya melihat lebih dari 10 orang di sana. Saya merasa gelisah dan ragu-ragu, berpikir, “Haruskah saya memberi mereka buklet-buklet itu?”

Saya teringat apa yang dikatakan Guru,

“Dewa dan Buddha Berada di Dunia”
Matahari terbit pancaran sinar merah membuyarkan awan yang berarak
Pikiran lurus dan hati lapang dapat mengubah bahaya
(“Dewa dan Buddha Berada di Dunia” - Hong Yin IV)

Saya mendekati kelompok itu dan memberi tahu mereka bahwa saya membawa lebih banyak materi. Seseorang mengambil buklet-buklet itu dan membagikannya kepada semua orang dalam kelompok tersebut. Seorang anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) berteriak, “Anda seorang praktisi Falun Dafa! Kami baru saja mengadakan pertemuan kota dan diperintahkan untuk melaporkanmu! Dari mana asalmu?”

Saya menjawab, “Tidak penting dari mana saya berasal. Yang penting adalah kesejahteraan dan keselamatan penduduk desa.”

Seseorang berdiri dan memberi isyarat agar saya segera pergi. Orang lain berkata, “Praktisi itu membawa buklet-buklet ini untuk kita dalam cuaca sepanas ini. Anda tidak perlu membacanya jika tidak mau. Mengapa anda membuat keributan seperti itu?” Anggota PKT itu berhenti berbicara.

Suatu kali saya bertemu dengan sepasang suami istri dan mereka berkata, “Kami membaca buklet yang Anda berikan kepada kami terakhir kali. Isinya informasi yang sangat bagus, dan kami meninggalkannya di meja agar semua orang bisa membacanya, termasuk para pejabat desa. Kami sering menerima banyak pengunjung, dan beberapa di antaranya datang ke rumah kami untuk bermain mahjong.”

“Apakah kalian tidak takut?” tanyaku.

Mereka menjawab, “Kami hanya mengatakan bahwa kami menemukan buku-buku itu. Informasinya faktual, jadi apa yang perlu ditakutkan? Mereka semua ingin membacanya.”

Saya dapat merasakan orang-orang mulai sadar.

Suatu hari saya menyapa sepasang lansia di pasar dan bertanya apakah mereka bisa membaca. Sang suami berkata ya, jadi saya memberinya sebuah pamflet. Ia meliriknya dan bertanya, “Apakah Anda seorang praktisi Dafa? Bisakah anda memberi saya lebih banyak pamflet? Saya seorang praktisi, dan kami sangat membutuhkan materi di daerah kami.”

Saya bertanya kepadanya mengapa, dan dia menjawab, “Di daerah kami banyak praktisi lanjut usia yang tidak mengerti teknologi, dan kami tidak tahu cara memperbaiki komputer dan printer ketika rusak. Ada seorang praktisi yang mengerti komputer tetapi dia sudah lama tidak datang ke daerah kami.”

Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan mencoba menyelesaikan masalah tersebut, dan dia sangat senang. Saya berkata, “Kita adalah praktisi dan melakukan hal yang sama. Saya tidak bisa melakukan apa pun sendiri, tetapi Guru mengatur semuanya.”

Sejak saat itu, praktisi di kedua daerah telah berkoordinasi. Kami saling membantu dan menyemangati, serta meningkatkan diri kami sendiri saat membantu Guru dalam pelurusan Fa.