(Minghui.org) Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa berusia 75 tahun yang memulai jalan kultivasi saya pada bulan Juni 1996. Saya meninggalkan rumah saya di kota untuk tinggal di pedesaan selama lebih dari 10 tahun, di mana saya cukup sibuk membantu masalah keluarga. Saya sering bepergian antara kedua tempat tersebut. Kehidupan seperti itu tidak memiliki jadwal yang teratur. Saya tidak disiplin dalam kultivasi dan lebih santai, yang menyebabkan saya menjadi malas. Ini jauh dari standar seorang praktisi Dafa sejati. Saya merasa telah tertinggal dalam kultivasi.

Delapan belas bulan yang lalu, saya pindah kembali ke kota. Namun, saya masih malas melakukan latihan, terutama latihan perangkat kedua, karena saya takut berdiri terlalu lama. Saya juga malas melakukan meditasi duduk.

Karena saya tidak berlatih dengan tekun, tubuh saya perlahan mulai menunjukkan gejala kelelahan. Saya mudah lelah, lutut dan persendian pinggul saya menjadi kaku, kaki saya terasa lemah saat berjalan, saya harus berhenti dan beristirahat setelah berjalan sebentar. Saya mulai menyadari betapa seriusnya akibat dari ketidakseriusan dalam berkultivasi.

Melalui belajar Fa, saya memahami bahwa kemalasan adalah manifestasi dari suatu bentuk sifat iblis, sedangkan kemampuan untuk menanggung kesulitan mencerminkan sifat Kebuddhaan seseorang, dan merupakan tanda kebaikan.

Koordinator Dafa setempat menunjukkan bahwa saya sudah lama tidak datang ke tempat latihan, dan mengatakan bahwa saya hanya anggota secara nominal. Koordinator menyarankan agar saya keluar dari tempat itu dan bergabung dengan tempat lain yang lebih dekat dengan rumah baru saya. Tetapi saya tidak mau pergi. Untuk menghindari dianggap sebagai anggota nominal saja, saya memutuskan untuk pergi melakukan latihan di tempat ini.

Saya mengatasi berbagai rintangan, dan mulai pergi ke taman untuk berlatih pukul 4:30 pagi. Saya telah melakukan ini selama lebih dari sebulan sekarang, dan menyelesaikan lima perangkat latihan sekaligus setiap hari. Saya merasa secara bertahap telah mendapatkan kembali kondisi yang saya miliki ketika pertama kali memulai kultivasi. Daya tahan saya telah meningkat, dan setelah menyelesaikan latihan, saya merasa segar dan pikiran saya jernih.

Setelah mengatasi kesulitan dalam melakukan latihan, banyak perubahan positif muncul. Saya tidak lagi merasa lelah seperti sebelumnya, dan berhasil menghilangkan kebiasaan buruk kembali tidur setelah bangun. Saya tidak lagi khawatir jika orang lain menyalahkan saya. Meskipun sekarang saya tidur lebih sedikit, saya merasa lebih berenergi. Pencernaan saya membaik, dan gejala sembelit saya telah hilang. Saya juga berhasil menghilangkan rasa takut, seperti berjalan di tempat gelap, terkejut oleh gonggongan anjing, dan takut berdiri lama saat melakukan latihan perangkat kedua. Saya telah memperbaiki diri.

Berlatih bersama kelompok di taman sungguh luar biasa. Pada tahap akhir pelurusan Fa ini, saya harus memanfaatkan waktu untuk meluruskan diri. Saya akan lebih tekun dalam kultivasi dan benar-benar mengultivasi diri dengan baik, sehingga saya dapat membantu Guru menyelamatkan lebih banyak orang.

Membaca Zhuan Falun dan Menyelaraskan Diri dengan Fa

Di tempat latihan kami, setelah menyelesaikan lima perangkat latihan, kami membentuk lingkaran untuk belajar Fa bersama-sama. Kami melafalkan Fa dua kali seminggu. Tidak lama kemudian, saya menemukan cara efektif untuk menghafal Fa. Setiap kali saya punya waktu luang, saya akan melafalkannya. Jika saya lupa sebuah kalimat atau paragraf, saya akan segera melihat buku dan mengulanginya sampai saya hafal. Melalui proses ini, saya menemukan bahwa saya dapat melafalkan Fa bahkan tanpa melihat buku. Saya mendapatkan kembali kepercayaan diri saya dalam melafalkan Fa.

Setiap kali ada waktu luang, saya akan memikirkan bagian-bagian yang telah saya hafalkan dan melanjutkan dari sana. Pikiran saya dipenuhi dengan Fa, dan saya mengalami perasaan luar biasa karena sepenuhnya tenggelam dalam Fa. Saya bahkan mendapatkan kembali daya ingat saya yang tajam seperti saat masih muda. Saya percaya Guru telah menguatkan dan memberikan diri saya kesadaran. Terima kasih, Guru!

Melafalkan Fa sungguh sakral. Itu selalu menjadi keinginan saya. Saya akan gigih dan terus menghafal sampai saya dapat melafalkan seluruh isi Zhuan Falun.

Mengubah Konsep serta Menerobos Kesengsaraan Penyakit

Seorang praktisi sejati seharusnya tidak memiliki penyakit apa pun, jadi saya tidak pernah mengakui nama-nama penyakit yang dibicarakan orang-orang di masyarakat umum. Setiap kali tubuh saya dalam keadaan abnormal, saya hanya belajar Fa lebih dalam, mencari ke dalam, dan mencari tahu di mana saya telah melakukan kesalahan. Setelah saya menemukan akar penyebabnya, saya kemudian memperbaiki diri.

Pada tahun 2003, ketika saya berada di Amerika Serikat, cuacanya sangat dingin. Karena takut dingin, saya tidak ingin keluar untuk mengklarifikasi fakta kebenaran. Ini berarti saya telah mengabaikan salah satu dari tiga hal yang Guru wajibkan untuk dilakukan oleh para praktisi. Akibatnya, masalah serius muncul. Kulit saya mulai mengelupas berulang kali, dan kedua kaki saya membengkak. Saya menyadari bahwa kekuatan lama mengeksploitasi rasa takut saya terhadap dingin, debu, terlihat jelek, bau busuk, dan kelelahan untuk menganiaya saya.

Saya memutuskan untuk segera kembali ke Taiwan, dan memanfaatkan waktu saya sepenuhnya untuk melakukan ketiga hal itu dengan baik. Dalam waktu sekitar enam bulan, hanya dengan mandi air dingin dan tanpa minum obat apa pun, saya pulih sepenuhnya. Kulit saya bahkan menjadi lebih halus daripada sebelumnya.

Pada bulan Maret dan April tahun ini, saya gemar membeli kerajinan kayu impor secara online, seperti gelang manik-manik, vas yang digunakan dalam upacara Buddha, dan nampan teh. Tanpa sadar, saya telah menempatkan diri di antara orang-orang biasa. Saya bahkan suka mengoleksi barang-barang dengan serat kayu yang tidak biasa, mengagumi polanya seolah-olah itu adalah sesuatu yang indah.

Akibatnya, banyak lepuh muncul di sisi kanan pinggang dan punggung saya. Saya merenung, menemukan keterikatan saya, dan mengubah pola pikir saya. Setelah menyadari kesalahan saya, saya dengan tulus bertobat dalam hati: “Guru, murid Anda salah!” Saya segera memperbaiki diri dan memberikan barang-barang kayu yang telah saya kumpulkan. Setelah itu, lepuh-lepuh itu berangsur-angsur hilang. Saya menderita selama sekitar tiga minggu, tetapi tidak pergi ke dokter atau menggunakan obat apa pun. Saya pulih secara alami dari hari ke hari.

Memandang Ringan Emosi Manusia dan Memenuhi Misi Saya

Menantu perempuan saya melahirkan anak ketiga mereka pada bulan Juni ini, seorang putri kecil yang cantik. Ketika saya melihatnya, rasa sayang saya sebagai nenek langsung meluap. Saya sering meminta putra saya untuk mengirimkan foto atau video bayi tersebut. Meskipun kami tidak membantu merawat cucu-cucu saya secara langsung, saya dan suami telah mendukung mereka secara finansial dan materi.

Saya juga membeli beberapa makanan spesial untuk putra saya, dan memintanya untuk datang mengambilnya, atau memasak sesuatu yang lezat dan mengundangnya untuk makan. Saya sering bertanya apakah dia punya cukup uang. Semua itu adalah manifestasi dari sentimentalitas. Saya menyadari bahwa bentuk emosi yang lebih tinggi seharusnya adalah belas kasih dan sentimen pribadi harus dipandang ringan.

Saya masih memiliki beberapa keterikatan, seperti menyukai ukiran kayu kecil dan desain kerajinan, atau mengoleskan minyak pada bangku kayu, furnitur, dan ornamen, seperti ketika saya dulu melukis. Saya sangat menyukai kayu cemara Taiwan dan kayu nanmu. Saya menyukai warna dan tekstur alaminya yang indah. Tetapi semua ini hanyalah keterikatan. Begitu kita mencapai kesempurnaan, kita akan memiliki apa pun yang kita inginkan. Jadi mengapa berpegang erat pada hal-hal ini? Saya harus menyingkirkan keterikatan dan keinginan ini.

Kesimpulan

Saya sangat berterima kasih kepada Guru karena selalu memberi saya kesempatan untuk memperbaiki kekurangan saya dalam kultivasi, untuk keluar dari keadaan manusia, dan untuk mengejar ketertinggalan kultivasi saya. Situs web Minghui menerbitkan artikel berbagi pengalaman di mana penulisnya berkata: “Cepatlah! Kultivasi kita akan segera berakhir.”

Saya sungguh tersentuh setelah membacanya. Kita telah mencapai tahap akhir pelurusan Fa. Menyelamatkan manusia menjadi sangat mendesak. Sebagai murid Dafa, kita tidak boleh membiarkan hati kita teralihkan oleh apa pun selain menyelamatkan makhluk hidup.

Ini adalah beberapa pemahaman saya baru-baru ini tentang kultivasi. Jika ada yang kurang tepat, mohon tunjukkan dengan penuh belas kasih.

Artikel-artikel di mana para kultivator berbagi pemahaman mereka biasanya mencerminkan persepsi individu pada suatu titik waktu berdasarkan kondisi kultivasi mereka, dan disampaikan dengan maksud untuk peningkatan bersama.