(Minghui.org) Saya ditangkap pada akhir tahun lalu dan dibawa ke kantor polisi di kota lain. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 10 pagi ketika saya dan seorang praktisi lain sedang membagikan selebaran tentang Falun Dafa. Seorang pekerja sosial melihat kami di jalan dan melaporkan kami ke polisi. Polisi menyita semua materi klarifikasi fakta kebenaran milik saya. Praktisi setempat dengan cepat memberitahu yang lain agar mereka dapat memancarkan pikiran lurus dan bersiap untuk penyelamatan darurat.
Saya merasa sangat buruk karena menyadari bahwa saya belum berkultivasi dengan baik. Saya ceroboh dan masih belum menghilangkan banyak keterikatan dan konsep manusia biasa saya, yang memungkinkan kekuatan lama untuk memanfaatkan saya. Ketika saya merenungkan kondisi kultivasi saya, saya melihat bahwa saya sibuk membersihkan rumah dan mempersiapkan Tahun Baru. Akibatnya, saya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk belajar Fa dan sering kehilangan fokus bahkan ketika saya belajar Fa.
Saya juga terlalu terikat pada suami saya dan menyimpan rasa marah terhadap putri saya. Meskipun dia banyak mendapat manfaat dari Dafa, dia hanyut mengikuti tren masyarakat. Sekarang di usia tiga puluhan, dia berjuang dengan pekerjaan dan pernikahannya. Menganggur dan tinggal di rumah, dia menghabiskan waktu berlebihan dengan ponselnya dan sering mengabaikan nasihat saya.
Saya terjebak dalam urusan keluarga ini, tidak menyadari keterikatan, pikiran, dan emosi manusia saya. Guru Li berulang kali memberi pencerahan kepada saya, tetapi saya gagal memahami atau tidak menganggapnya serius. Saya merasa sangat sedih.
Saya meminta pertolongan kepada Guru, “Guru, saya bersalah. Tolong selamatkan saya dan selamatkan semua makhluk hidup!” Sisi rasional saya mengingatkan saya bahwa saya tidak boleh bekerja sama dengan kekuatan lama. Saya tidak boleh membiarkan makhluk hidup—termasuk para petugas polisi dan pekerja masyarakat ini—melakukan kejahatan terhadap praktisi Falun Dafa.
Apa pun yang saya lakukan, rasanya seperti makhluk jahat menyerang tubuh saya. Mereka memenuhi pikiran saya dengan pikiran negatif, yang terkadang sangat berat. Mereka mengancam saya dengan penjara, penahanan, dan kamp kerja paksa. Saya juga membayangkan polisi menggunakan metode barbar untuk memaksa saya menandatangani atau menulis pernyataan jaminan, atau bahkan menyiksa saya dengan kejam. Saya bertanya-tanya apakah saya mampu menahannya. Pikiran-pikiran negatif ini—bercampur dengan rasa takut dan keterikatan lainnya—terus-menerus menyerang pikiran saya.
Keyakinan saya pada Guru dan Dafa terus-menerus menangkis serangan-serangan ini. Saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa meskipun saya dipenjara atau dikirim ke pusat penahanan, saya tetap akan memenuhi misi saya —untuk menjelaskan kebenaran tentang penganiayaan dan menyelamatkan makhluk hidup. Kebaikan dan kejahatan bertarung sengit dalam pikiran saya.
Ketika polisi tidak bisa mendapatkan informasi apa pun dari saya, petugas dari Kantor 610 mulai mengancam saya, tetapi saya hanya memperhatikan mereka dengan tenang dan tetap tidak terpengaruh. Akhirnya, mereka secara paksa menahan kepala saya untuk mengambil foto saya dan, melalui bank data pengenalan wajah, menemukan alamat rumah saya. Kemudian mereka menghubungi kantor polisi setempat dan Kantor 610, serta Komite Urusan Politik dan Hukum.
Saya mencoba menjelaskan fakta kebenaran kepada mereka, tetapi mereka menolak mendengarkan dan terus mengumpat saya. Saya mengumpulkan keberanian, lalu saya berbicara lebih lantang: “Menganiaya Falun Dafa tidak hanya merugikan kalian, tetapi juga keluarga kalian. Jika saya mati dalam tahanan, akibatnya akan menimpa kalian, dan hidup kalian akan menjadi lebih buruk.”
Saya juga mengingatkan mereka untuk melakukan perbuatan baik, bukan perbuatan jahat. Sepanjang proses ini, mereka tetap diam. Mereka tidak berani memukul saya, dan mereka juga tidak menyebutkan apa pun tentang menandatangani atau menulis “pernyataan jaminan.” Di bawah perlindungan Guru dan pikiran lurus yang kuat dari sesama praktisi, mereka tidak dapat mengumpulkan niat jahat apa pun. Ketika saya tidak dapat menjangkau mereka dengan kata-kata saya, saya mengirimkan pikiran lurus dan melafalkan puisi dari Hong Yin, melafalkan sebanyak yang dapat saya ingat.
Malam tiba dengan cepat, dan saya menjadi cemas karena telah ditahan di sana selama berjam-jam. Saya berkata kepada polisi, “Saya orang baik, bukan penjahat! Saya menuntut agar Anda membebaskan saya tanpa syarat. Saya harus pulang.” Seorang petugas menjawab, “Anda harus menunggu. Seseorang dari kampung halaman Anda akan datang menjemput Anda.” Serangkaian keraguan segera terlintas di benak saya: Siapa yang akan menjemput saya? Kantor 610? Polisi? Ke mana mereka akan membawa saya? Dan apakah buku-buku Dafa dan potret Guru saya aman di rumah?
Sekitar pukul 7 malam, beberapa petugas tiba. Yang mengejutkan saya, mereka bukan dari Kantor 610 atau kantor polisi setempat; mereka adalah pekerja sosial dari lingkungan saya. Nada bicara mereka yang biasanya kasar telah hilang, dan mereka berbicara kepada saya dengan hormat: “Bibi, kami di sini untuk mengantar Anda pulang.”
Saya tahu bahwa Guru mengatur agar mereka datang sehingga mereka dapat mendengar fakta kebenaran. Sebelumnya saya mencoba menjelaskan fakta kebenaran kepada mereka tetapi tidak berhasil. Dalam perjalanan pulang, kami berbincang-bincang dengan menyenangkan. Saya menceritakan kepada mereka tentang kebaikan Falun Dafa, dan mereka bertiga setuju untuk mundur dari organisasi Partai Komunis Tiongkok. Ini memenuhi keinginan lama saya.
Ketika saya pulang, semuanya utuh. Tidak ada satu pun buku Dafa saya yang hilang, dan potret Guru tetap tergantung dengan rapi di dinding. Keluarga saya tidak marah.
Di bawah perlindungan Guru dan dengan pikiran lurus yang kuat dari sesama praktisi, hukuman penjara yang potensial berhasil dihindari. Kejahatan berhasil dicegah dan akhirnya dilenyapkan. Saya juga diberi kesempatan untuk membuktikan kekuatan Dafa. Saya tahu ini karena kebajikan Dafa yang agung, belas kasih Guru yang tak terbatas, dan upaya gabungan dari sesama praktisi.
Saya berterima kasih kepada Guru atas perlindungan yang penuh belas kasih, dan saya berterima kasih kepada sesama praktisi atas dukungan yang tanpa pamrih! Saya akan melepaskan keterikatan saya yang tersisa dan berjalan dengan baik di jalur yang telah ditetapkan oleh Guru.
Seluruh konten dilindungi oleh hak cipta © 1999-2026 Minghui.org