(Minghui.org) Praktisi Falun Dafa dari beberapa negara Eropa memperagakan latihan, dan mengadakan pawai serta aksi menyalakan lilin di Praha, ibu kota Republik Ceko, pada tanggal 19 September 2026.

Peragaan Latihan dan Pawai Menarik Dukungan Masyarakat

Praktisi memperagakan latihan di Hradčanské náměstí di Praha pada tanggal 19 September. (Minghui.org)

Orang-orang mempelajari latihan. (Minghui.org)

Para praktisi melakukan latihan di alun-alun kota, Hradčanské náměstí, pada pukul 9:00 pagi, dan banyak orang berhenti untuk menyaksikan pemandangan yang tenang itu. Beberapa orang mengikuti dan melakukan gerakan latihan bersama para praktisi.

Orang-orang bertepuk tangan dan bersorak selama pawai. (Minghui.org)

Setelah mereka melakukan latihan, praktisi mengadakan pawai yang dimulai dari Hradčanské náměstí, melewati Royal Route di distrik Malá Strana, Jembatan Charles (sebagian besar Karlův), Lapangan Perawan Maria (Mariánské náměstí), Lapangan Franz Kafka, dan menuju Alun-Alun Kota Tua (Staroměstské náměstí).

Rute tersebut mencakup distrik Kota Tua dan melewati Jalan Nasional (Národní třída) dan Lapangan Wenceslas (Václavské náměstí). Lingkungan-lingkungan ini bukan hanya area kota penting di Praha, tetapi juga mewujudkan perjuangan historis Republik Ceko untuk kebebasan dan demokrasi.

Pawai itu berlangsung selama enam jam. Para penonton di sepanjang rute bertepuk tangan dan mengambil foto. Seseorang mengacungkan jempol kepada para peserta dan terus berteriak, “Bravo, bravo!”

“Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) Dibutuhkan dalam Masyarakat Saat Ini”

Sarah dan temannya (Minghui.org)

Sarah dan temannya berasal dari Inggris mereka menyaksikan peragaan latihan. Setelah mempelajari tentang Falun Dafa dan penekanannya pada kultivasi spiritual yang dipadukan dengan kesehatan fisik, teman Sarah berkata, “Ini yang ingin saya dengar. Ini juga sesuai dengan pemahaman saya tentang kehidupan.”

“Zhen, Shan, Ren (Sejati, Baik, Sabar) dibutuhkan dalam masyarakat saat ini. Orang-orang harus mampu mempraktikkan prinsip-prinsip ini dengan cara mereka sendiri,” katanya.

Ia mengatakan bahwa ia sering bepergian. “Pada dasarnya manusia itu baik, tanpa memandang warna kulit, agama, atau etnis,” katanya. Ia menjelaskan bahwa yang memperumit masyarakat adalah manipulasi politik dan kepentingan finansial, yang membuat orang melupakan nilai-nilai dasar kehidupan. Ia percaya bahwa dunia dibentuk oleh setiap individu biasa, bahwa setiap orang mampu memberikan kebaikan, dan bahwa perbaikan masyarakat harus dimulai dari individu.

Setelah mendengar tentang penganiayaan itu, dia berkata, “Saya telah memperhatikan berita ini, tetapi saya masih sangat terkejut dan kecewa.” Dia mengatakan akan mencari tahu lebih lanjut tentang situasi tersebut setelah kembali ke rumah.

“Mohon Bertahanlah”

Nikolas dan Nikola (Minghui.org)

Nikolas dan Nikola dari Chili menyaksikan pawai dan membaca brosur yang dibagikan oleh para relawan.

Nikolas mengatakan bahwa awalnya ia sangat terkejut ketika membaca tentang pengambilan organ secara paksa. “Saya tidak tahu hal seperti ini bisa terjadi akhir-akhir ini. Meditasi adalah sesuatu yang bermanfaat bagi pikiran dan jiwa, tetapi pemerintah memburu mereka karena mereka berpikir berbeda. Ini gila,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa Chili juga pernah mengalami kediktatoran pada tahun 1974. “Pinochet membunuh orang karena mereka memiliki cara berpikir yang berbeda. Setiap orang seharusnya dapat berpikir bebas, mengekspresikan pandangan mereka, dan menjalani hidup mereka,” katanya.

Mengenai penganiayaan di Tiongkok, dia berkata, “Saya membaca lebih banyak tentang hal itu dan berusaha keras untuk memahaminya. Praktisi itu memberi tahu saya bagaimana orang-orang ditangkap. Ini benar-benar mengerikan.”

“Saya ingin menyampaikan kepada para praktisi: Mohon teruslah berjuang. Jangan menyerah, karena Anda sedang melakukan hal yang hebat. Falun Dafa bermanfaat bagi pikiran dan sangat luar biasa. Mohon teruskan. Jangan sampai kehilangan itu. Pemerintah harus berubah,” katanya.

Nikola juga merasa ngeri. “Rasanya seperti film horor, mengambil organ dari orang yang masih hidup. Ini gila,” katanya. “Saya harap protes ini efektif dan situasinya membaik.”

Orang-orang Menandatangani Petisi Selama Aksi Nyala Lilin

Para praktisi mengadakan aksi menyalakan lilin di Alun-Alun Kota Tua Praha (Minghui.org)

Orang-orang mengetahui tentang penganiayaan dan menandatangani petisi selama acara penyalaan lilin. (Minghui.org)

Bangunan-bangunan bersejarah di Alun-alun Kota Tua (Staroměstské náměstí) diterangi pada pukul 20.00, dan para praktisi mengadakan acara penyalaan lilin untuk mengenang para praktisi yang kehilangan nyawa akibat penganiayaan.

Kerumunan orang berkumpul dan menyaksikan dengan tenang. Banyak orang mengambil selebaran atau menandatangani petisi.