(Minghui.org) “Mereka [praktisi Falun Gong] adalah orang-orang luar biasa yang membuat masyarakat dan negara kita menjadi lebih kuat dan lebih baik,” ucap Pat Ryan, seorang anggota kongres dari partai Demokrat asal New York, saat dia berbicara tentang praktisi Falun Gong yang dikenalnya dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Anggota kongres AS, aktivis hak asasi manusia, dan para aktivis kebebasan beragama lainnya berbicara dalam wawancara baru-baru ini tentang praktisi Falun Gong yang mereka kenal berdasarkan interaksi langsung mereka dengan kelompok tersebut.

Meskipun para narasumber berasal dari latar belakang yang berbeda, praktisi Falun Gong yang berinteraksi dengan mereka semua memiliki karakteristik yang sama: kebaikan hati, ketulusan, kedamaian, mempertimbangkan orang lain, kesediaan untuk melayani masyarakat, serta keteguhan dalam keyakinan.

Anggota Kongres Ryan mengatakan praktisi Falun Gong “melakukan perbuatan baik di masyarakat kita;” Nina Shea, peneliti senior dan Direktur dari Pusat Kebebasan Beragama di Hudson Institute, mengatakan bahwa praktisi Falun Gong yang pernah dia temui “sangat baik dan sangat perhatian”; David Trimble, presiden dari Institut Kebebasan Beragama, mengatakan mereka adalah kelompok yang “sangat damai” dan “sangat tulus”; Rushan Abbas, seorang aktivis hak asasi manusia Uighur, meyakini bahwa prinsip-prinsip dari Sejati, Baik, Sabar menggambarkan praktisi Falun Gong yang dia kenal.

Anggota DPR AS: Melayani Masyarakat Kita


Anggota Kongres Pat Ryan (Minghui.org) 

Banyak praktisi Falun Gong tinggal di wilayah Anggota Kongres Ryan. Anggota Kongres Ryan menjelaskan, “Mereka adalah orang-orang luar biasa yang memberikan begitu banyak kontribusi bagi masyarakat luas di wilayah saya. Mereka selalu melayani masyarakat, melakukan perbuatan baik dalam masyarakat kami, peduli satu sama lain, menyediakan makanan bagi mereka yang membutuhkan.”

Dia juga menyebutkan bahwa komunitas Falun Gong menyelenggarakan berbagai acara budaya dan perayaan, termasuk perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur. Dia berkata, “Komunitas Falun Gong kami sangat dicintai semua orang. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang membuat masyarakat dan negara kami menjadi lebih kuat dan lebih baik.”

Ryan juga menyebutkan bahwa dia sangat menyukai sebuah restoran di wilayahnya yang dikelola oleh praktisi  Falun Gong, “Mereka membuat croissant terbaik di Amerika.”

Saat membahas bagaimana masyarakat Amerika memandang praktisi Falun Gong, Anggota Kongres Ryan menekankan nilai-nilai yang sama. “Secara budaya, praktisi Falun Gong sangat mirip dengan kita, berkomitmen terhadap kebebasan, serta nilai-nilai Sejati, Baik, Sabar, nilai-nilai yang juga kita junjung tinggi sebagai masyarakat Amerika,” ucapnya.

Menurut pandangannya, terdapat “banyak kesamaan” antara masyarakat Amerika dan praktisi Falun Gong, baik praktisi tersebut sebagai warga negara Amerika maupun yang tinggal di Tiongkok.

Direktur dari Pusat Kebebasan Beragama di Institut Hudson: Praktisi Sangat Baik dan Penuh Perhatian


Nina Shea, peneliti senior dan Direktur dari Pusat Kebebasan Beragama di Hudson Institute (Minghui.org) 

Nina Shea, seorang peneliti senior dan Direktur dari Pusat Kebebasan Beragama di Institut Hudson, yang telah lama fokus pada isu-isu kebebasan beragama berkata, “Praktisi yang saya temui sangat baik dan sangat perhatian. Mereka optimis dan positif terhadap cara hidup mereka sendiri.”

Shea secara khusus mengagumi praktisi Falun Gong karena tidak hanya berfokus pada pengalaman penganiayaan yang mereka alami sendiri. Dia menyebutkan berbagai kegiatan mereka, seperti mendirikan sekolah dan menyelenggarakan pertunjukkan tari, mengatakan, “Saya sangat mengagumi bagaimana mereka tidak hanya berfokus pada status mereka sebagai korban, namun juga berupaya menampilkan citra positif mengenai Tiongkok dan budaya Tiongkok.”

Shea telah menyaksikan beberapa kali pertunjukkan Shen Yun. Dia mengatakan sangat menyukainya dan “menikmati kesempatan untuk mempelajari tradisi dan budaya serta seni Tiongkok sebelum adanya Partai Komunis Tiongkok.”

Menurut pandangannya, Falun Gong memiliki keterkaitan mendalam dengan budaya tradisional Tiongkok. Shea menjelaskan, “Falun Gong bersumber pada tradisi spiritual Tiongkok, berada sepenuhnya dalam lingkup budaya Tiongkok, serta mengakar kuat dalam budaya Tiongkok.”

Presiden Institut Kebebasan Beragama: Praktisi Sangat Damai dan Tulus


David Trimble, Presiden Institut Kebebasan Beragama (Minghui.org) 

Trimble berkata, “Mereka adalah kelompok yang sangat damai. Mereka memiliki niat baik, mereka ingin menerapkan keyakinan mereka dalam cara hidup mereka dan membagikannya kepada orang lain.”

Trimble lebih lanjut menyatakan, “Berdasarkan pengalaman saya mereka sangat tulus, sangat didorong oleh keyakinan mereka, dan komunitas yang sangat damai yang ingin hidup rukun dengan orang lain.”

Aktivis Hak Asasi Manusia Uighur: Sangat Dapat Dipercaya


Rushan Abbas,  aktivis hak asasi manusia Uighur (Minghui.org) 

Aktivis hak asasi manusia Uighur, Rushan Abbas telah berhubungan dengan kelompok yang mengalami penganiayaan selama bertahun-tahun, termasuk praktisi Falun Gong. Dia berkata, “Mereka sangat tulus, sangat santun, dan sangat dapat dipercaya.”

Saat melihat spanduk yang bertuliskan “Dunia membutuhkan Sejati, Baik, Sabar,” dia berkata, “itu menggambarkan Falun Gong, praktisi Falun Gong.”

Dia menambahkan, “Semakin saya mengenal mereka, saya merasa mereka tidak mendapat perhatian yang cukup.”

Dia juga menekankan pentingnya saling mendukung antara berbagai kelompok. Dia menjelaskan, “Saat kita bersatu, kita lebih kuat. Saat kita bersuara bersama, suara kita terdengar lebih keras. Itulah yang ditakutkan oleh pemerintah Tiongkok. Strategi memecah belah dan menaklukan adalah taktik PKT selama bertahun-tahun. Oleh karena itu kita harus menunjukkan solidaritas. Kita harus mendukung satu sama lain.”

Abbas mengatakan saat dia membicarakan tentang Uighur, dia juga menyebutkan kelompok-kelompok lain yang tertindas seperti Falun Gong “karena kita harus merangkul semuanya; kita harus saling menyuarakan aspirasi satu sama lain.”