(Minghui.org) Berlatih Falun Dafa (yang juga dikenal sebagai Falun Gong) bukan sekadar demi keselamatan diri sendiri; praktisi harus mengklarifikasi fakta dan membantu menyelamatkan orang lain. Sebagai praktisi sejati, saya tidak hanya harus mengultivasi diri dengan baik, tetapi juga mengklarifikasi fakta dengan baik serta membantu orang lain agar terselamatkan. Saya sering berbicara dengan orang-orang mengenai Falun Dafa dan penganiayaan di pasar, saya bertemu dengan banyak orang yang berhati baik. Saya ingin berbagi beberapa pengalaman yang terjadi baru-baru ini.

Terselamatkan oleh Uang Kertas Satu Yuan

Suatu hari, saya sedang berbicara mengenai Dafa dengan orang-orang yang saya temui di pasar, jalanan ramai dipenuhi pedagang di kedua sisinya. Saya menyusuri sisi kanan jalan, mendatangi pedagang satu per satu untuk mengklarifikasi fakta kebenaran, membagikan materi informasi, serta membantu orang-orang untuk mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi afiliasinya.

Setelah selesai di satu sisi dan beralih ke sisi seberangnya, saya melihat angin perlahan menghembuskan sesuatu melintasi jalan, dan benda itu berhenti tepat di kaki saya. Ternyata itu adalah uang kertas satu yuan. Saya tidak memungutnya.

Seorang wanita berusia 60-an tahun bergegas menghampiri dan memungut uang itu. Dia adalah seorang pedagang sayur yang tidak sengaja menjatuhkan uang saat memberikan uang kembalian kepada pelanggan. Saya segera menyampaikan fakta-fakta Falun Dafa kepadanya dan berkata: "Anda diberkati. Uang kertas satu yuan ini seolah-olah penuntun jalan bagi anda. Pernahkah anda mendengar tentang mundur dari tiga organisasi PKT untuk keselamatan?"

Dia menjawab: "Ya, saya pernah mendengarnya saat tinggal bersama anak laki-laki saya di Beijing untuk membantu mengurus bayinya. Namun, saya belum mundur."

Saya berkata: "Mungkin saat itu waktunya belum tepat. Kini, uang kertas satu yuan itu menuntun anda untuk menerima berkah tersebut. Apakah anda percaya pada saya?"

Dia menjawab dengan gembira, "Ya, saya percaya. Dulu saya pernah bergabung dengan Pionir Muda. Tolong bantu saya mundur." Dia berjalan kembali ke lapak dagangannya sambil terus tersenyum. Saya merasa sangat bahagia untuknya.

Penderita Kanker Kembali Sehat

Di pasar lain, saya memberikan brosur kepada seorang wanita yang sedang mengendarai sepeda roda tiga. Dia menerimanya, lalu menunjuk ke arah suaminya yang sedang turun dari kursi kemudi, dan berkata dengan penuh semangat, "Ia senang membaca brosur anda. Lihatlah wajahnya yang berseri-seri; itu semua berkat anda. Ia adalah seorang penderita kanker. Sekarang ia lebih sehat daripada siapa pun. Ia penuh energi dan tidak pernah merasa lelah."

Saya mengenali pria itu dan teringat bahwa sekitar 15 tahun yang lalu, ia menderita kanker usus; wajahnya tampak kekuningan dan langkahnya tertatih-tatih. Ia sempat menjalani operasi dan harus terbaring di tempat tidur. Saya dan seorang praktisi lain mengetahui kondisinya lalu mengunjunginya. Kami berbagi fakta mengenai Dafa, dan ia sangat terbuka menerimanya. Kami kemudian memasangkan antena parabola NTD TV (New Tang Dynasty) untuknya.

Ia mulai memahami fakta kebenaran dengan menonton NTD, dan tak lama kemudian kesehatannya pulih kembali. Ia berbagi kepada orang lain apa yang telah disaksikannya di NTD dan mengundang banyak orang ke rumahnya untuk menonton program-program tersebut. Tindakan baiknya itu mendatangkan berkah baginya. Ia telah mengumpulkan banyak kebajikan dan kini tampak berseri-seri, sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang berusia 70-an tahun.

“Jika Ia Tidak Mau, Saya Mau!”

Suatu hari, saya sedang membagikan brosur di pasar. Banyak orang menerimanya, kecuali satu orang yang tidak mau. Saat itu, seseorang berteriak dari kejauhan, “Jika ia tidak mau, saya mau!” Saya menoleh dan melihat seorang pria berusia 40-an sedang mendekat. Ia melambaikan tangan ke arah saya; saya pun menghampirinya dan menyerahkan selembar brosur. Setelah ia menerima, lalu kami berbincang-bincang.

Ia bercerita bahwa ia pernah membaca Zhuan Falun dan belajar latihan perangkat kelima, yaitu meditasi duduk, namun belum benar-benar mulai berlatih. Setelah PKT (Partai Komunis Tiongkok) mulai menganiaya Falun Dafa, ia tidak berani lagi membaca buku itu dan belakangan malah menaruhnya entah dimana. Akan tetapi, setiap kali ia merasa terganggu oleh suatu masalah atau sedang sakit, begitu teringat Zhuan Falun, pikirannya langsung menjadi jernih dan ia merasa lebih baik.

Ia bertanya: “Bisakah anda mencarikan buku Zhuan Falun untuk saya?” Saya berjanji akan membawakannya saat saya kembali ke pasar itu.

Setelah tiba di rumah, saya menyiapkan sebuah paket untuknya yang berisi satu buku Zhuan Falun, beberapa buku Dafa lainnya, sebuah flash drive berisi ceramah Guru yang disiapkan oleh praktisi lain, pemutar video, serta pamflet panduan latihan. Saya menyerahkan paket tersebut kepadanya saat saya kembali ke pasar. Ia mendekap paket itu ke dadanya, tak mampu berkata apa-apa karena rasa terima kasih yang mendalam.

“Mengapa Anda Menanyakan Dia Berasal dari Desa Mana?”

Di pasar lain, seorang pedagang rokok paruh baya sedang duduk diapit oleh dua orang pria. Saya menyerahkan selembar brosur kepadanya, dan ia segera menerimanya, namun dua pria di sampingnya tidak mau menerima. Salah satu pria itu bertanya kepada saya: “Anda berasal dari desa mana? Apakah anda menerima tunjangan sosial?”

Pedagang itu menyela: “Mengapa anda menanyakan ia berasal dari desa mana? Materi yang ia bagikan itu bagus. Saya membacanya berulang kali. Semakin sering saya membacanya, semakin saya menyukainya. Isinya semua demi kebaikan orang lain. Saya juga punya sebuah buku yang saya baca setiap hari.”

Setelah jeda sejenak, ia melanjutkan, “Lihatlah dia, lihat usianya. Di tengah cuaca panas seperti ini, apakah dia meminta uang anda untuk materi yang dia bagikan itu? Semua praktisi Falun Dafa adalah orang baik. Sekarang, siapa yang mau membagikan sesuatu secara cuma-cuma? Hanya praktisi Falun Dafa yang melakukan. Mengapa anda tidak mengambil brosur itu, membacanya di rumah, dan menilai sendiri apakah isinya bagus atau tidak?”

Pria itu mengulurkan tangannya dan menerima satu lembar.

Kemudian, saya berkata kepada pedagang itu: “Anda sangat baik dan memahami fakta tentang Dafa. Anda akan diberkati.”

Ia merendahkan suaranya dan menjawab: “Dulu saya pernah berlatih Falun Dafa.”

Saya berkata dengan gembira: “Jadi Anda adalah mantan praktisi. Mari kita maju dengan tekun bersama-sama.”

Dari Fa, saya telah mengetahui bahwa semua orang di dunia ini dulunya adalah keluarga Guru. Saat berbagi informasi tentang Falun Dafa, saya sungguh merasakan bahwa Guru sedang menunjukkan orang-orang yang punya takdir pertemuan kepada saya; saya hanya berbicara sedikit, namun sebenarnya Gurulah yang menyelamatkan mereka.

Terima kasih, Guru kami yang agung dan belas kasih!